Presiden Targetkan IHSG Tembus 6.000 - Kepercayaan Investor Tinggi

NERACA

Jakarta – Melesatnya laju indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga menembus rekor tertingginya di level 5.523 disambut positif pelaku pasar, kondisi ini rupanya juga menjadi perhatian serius bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyambangi pasar modal.

Pencapaian indeks BEI, menuai harapan besar dari Presiden Jokowi dan mengharapkan target indeks BEI bisa tembus ke level 6.000 di penghujung tahun 2015, “Kalau bisa di atas 6.000 akan sangat baik. Tapi tadi saya tanya ke Pak Ito, bagaimana pak, kelihatannya bisa, Insya Allah bisa," ujar Jokowi di Jakarta, Selasa (7/4).

Menurut presiden, tren positif indeks BEI menunjukkan kepercayaan investor terhadap Indonesia baik,”IHSG menyentuh rekor tertinggi disepanjang sejarah, itu menunjukkan kepercayaan investasi di Indonesia sangat baik sekaligus menunjukkan ekonomi Indonesia ke depan akan positif," ujar Jokowi.

Tercatat IHSG BEI pada Selasa ditutup naik 43,25 poin atau 0,79% menjadi 5.523,29. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 8,21 poin (0,86%) ke level 962,02. Level indeks BEI itu merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah, sebelumnya indeks BEI tertinggi di posisi 5.518 poin pada 30 Maret 2015 lalu.

Presiden menambahkan pemerintah akan melaksanakan kebijakan-kebijakan yang telah dikeluarkan dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih tinggi lagi ke depannya. Pasalnya, dengan ekonomi Indonesia yang positif, maka akan memberikan persepsi yang baik bagi investor.

Kedatangan Presiden RI ke gedung BEI ditemani Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil dan disambut Direktur Utama BEI Ito Warsito dan segenap jajaran direksi PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Ito Warsito mengatakan, industri pasar modal memiliki kinerja positif sejalan dengan kondisi perekonomian Indonesia yang kondusif sehingga menarik minat bagi investor asing ke pasar saham domestik,”Kalau Indonesia ingin menjadi ekonomi yang terbesar di Asean maka pemerintah juga harus mendorong industri pasar modal menjadi besar," tuturnya.

Dia mengemukakan, saat ini perusahaan tercatat di BEI sebanyak 507 emiten. Namun, baru sebanyak 20 BUMN yang baru mencatatkan sahamnya di BEI. Diharapkan pemerintah dapat mendorong BUMN untuk melepas sebagian sahamnya ke publik sehingga dapat meningkatkan nilai kapitalisasi pasar modal Indonesia.

Meski hanya 20 BUMN, namun nilai kapitalisasinya sebanyak 25% dari total nilai keseluruhan. Tercatat, per 7 April 2015, nilai kapitalisasi pasar modal Indonesia sebesar Rp5.584,981 triliun. Nilai kapitalisasi pasar modal merupakan harga keseluruhan dari sebuah saham perusahaan yang tercatat di BEI. Menutup perdagangan Selasa sore, transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 478,751 miliar di seluruh pasar. (bani)

BERITA TERKAIT

Mayora Targetkan Penjualan Tumbuh 11,1%

Masih terjaganya daya terjaganya daya beli masyarakat menjadi optimisme pelaku industri makanan dan minuman (mamin) dan consumer goods bila tahun…

Targetkan Beroperasi Agustus - Pabrik MGRO di Dumai Sudah Capai 70%

NERACA Jakarta – Perusahaan perkebunan kelapa sawit, PT Mahkota Group Tbk (MGRO) mengungkapkan, saat ini progres pembangunan pabrik refinery atau…

Ini Penjelasan Harga Cabai Merah Stabil Tinggi

NERACA Jakarta – Kementerian Perdagangan mencatat harga cabai merah keriting dan cabai merah besar di sejumlah pasar tradisional menunjukkan peningkatan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pendapatan Urban Jakarta Tumbuh 195%

Kuartal pertama 2019, PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) mencatatkan pendapatan Rp117,9 miliar atau naik 195% dibanding priode yang sama…

HOKI Taksir Penjualan Semester I Tumbuh 15%

NERACA Jakarta – Meskipun mencatatkan penurunan laba bersih di kuartal pertama 2019 karena telat panen, emiten produsen beras kemasan PT…

Siapkan Capex Rp 28 Miliar - Bali United Bidik Laba Operasi Rp 10 Miliar

NERACA Jakarta – Menjadi klub sepakbola pertama di Asean yang sahamnya tercatat di pasar modal, PT Bali Bintang Sejahtera Tbk…