Jokowi Effect Kembali Sambangi IHSG

NERACA

Jakarta – Kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke pasar modal memberikan sentiment positif terhadap laju indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dipicu aksi beli investor. Alhasil, indeks BEI mencatatkan rekor baru di level 5.523.

Kata Presiden Jokowi, IHSG menyentuh rekor tertinggi disepanjang sejarah, itu menunjukkan kepercayaan investasi di Indonesia sangat baik sekaligus menunjukkan ekonomi Indonesia ke depan akan positif,”Presiden akan melaksanakan kebijakan-kebijakan yang telah dikeluarkan dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih tinggi lagi ke depannya,”ujarnya di Jakarta, Selasa (7/4).

Presiden menjelaskan, dengan ekonomi Indonesia yang positif maka akan memberikan persepsi yang baik bagi investor. Sementara Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia, Ito Warsito mengatakan, industri pasar modal memiliki kinerja positif sejalan dengan kondisi perekonomian Indonesia yang kondusif sehingga menarik minat bagi investor asing ke pasar saham domestik,”Kalau Indonesia ingin menjadi ekonomi yang terbesar di Asean maka pemerintah juga harus mendorong industri pasar modal menjadi besar," katanya.

Menutup perdagangan, Selasa (7/4), IHSG bertambah 43,259 poin (0,79%) ke level 5.523,290. Sementara Indeks LQ45 tumbuh 8,211 poin (0,86%) ke level 962,027. Posisi ini merupakan rekor tertinggi yang pernah diraih Indeks sepanjang masa. Aksi beli investor asing berperan besar dalam raihan rekor hari Selasa.

Transaksi investor asing sore tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 478,751 miliar di seluruh pasar. Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat berkunjung ke Bursa Efek Indonesia sebelum penutupan perdagangan. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 240.292 kali dengan volume 6,999 miliar lembar saham senilai Rp 6,657 triliun. Sebanyak 176 saham naik, 116 turun, dan 95 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia menutup perdagangan dengan kompak menguat di zona hijau. 'Hijaunya' Wall Street memberi sentimen positif. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Mitra Keluarga (MIKA) naik Rp 925 ke Rp 24.725, United Tractor (UNTR) naik Rp 875 ke Rp 22.900, Multi Bintang (MLBI) naik Rp 550 ke Rp 10.175, dan Unilever (UNVR) naik Rp 500 ke Rp 39.800. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Taisho (SQBI) turun Rp 10.000 ke Rp 310.000, Multi Prima (LPIN) turun Rp 625 ke Rp 5.800, Tembaga Mulia (TBMS) turun Rp 500 ke Rp 7.550, dan Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 500 ke Rp 11.300.

Perdagangan sesi pertama, IHSG ditutup menguat 36,530 poin (0,67%) ke level 5.516,561. Sementara Indeks LQ45 menanjak 7,650 poin (0,80%) ke level 961,466. Rekor intraday tertinggi IHSG sebelumnya ada di level 5.518,675 yang diraih pada penutupan perdagangan Selasa 31 Maret 2015 lalu. Saham-saham konstruksi memimpin penguatan.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 181.612 kali dengan volume 6,211 miliar lembar saham senilai Rp 5,209 triliun. Sebanyak 60 saham naik, 259 turun, dan 68 saham stagnan. Bursa-bursa regional bergerak kompak menguat hingga siang mengikuti pergerakan Wall Street. Bursa saham China melonjak paling tinggi.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Mitra Keluarga (MIKA) naik Rp 1.400 ke Rp 25.200, United Tractor (UNTR) naik Rp 525 ke Rp 22.550, Astra Agro (AALI) naik Rp 475 ke Rp 24.000, dan Unilever (UNVR) naik Rp 475 ke Rp 39.775. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Prima (LPIN) turun Rp 625 ke Rp 5.800, Tembaga Mulia (TBMS) turun Rp 500 ke Rp 7.550, Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 500 ke Rp 11.300, dan Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 250 ke Rp 9.850.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka naik 22,28 poin atau 0,41% menjadi 5.502,31, dan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 5,66 poin (0,59%) ke level 959,47,”Ekspektasi positif yang sedianya akan keluar pada pekan ini, yakni posisi cadangan devisa dan data ritel dari Bank Indonesia (BI) mewarnai pergerakan IHSG," kata Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah.

Menurut Alfiansyah, tren positif pada data ekonomi itu diperkirakan terus mendorong arus pemodal asing masuk ke pasar saham domestik, dimana investor asing masih mencatatkan pembelian bersih yang cukup signifikan pada posisi April 2015.

Dalam data perdagangan BEI, per 6 April 2015 pelaku pasar saham asing mencatatkan beli bersih (foreign net buy) sebesar Rp6,618 triliun. Kendati demikian, menurut dia, pergerakan IHSG masih akan dibayangi oleh fluktuasi nilai tukar rupiah yang cukup tinggi memasuki kuartal II 2015. Pasalnya, pada periode tersebut kebutuhan valuta asing akan semakin meningkat, terutama untuk pembayaran utang jatuh tempo.

Selain itu, kebutuhan valuta asing juga akan meningkat oleh repatriasi aset yang sering terjadi pada bulan Juni 2015,”Diharapkan pemerintah Indonesia segera melaksanakan kebijakan pemberian insentif pajak bagi investor yang melakukan reinvestasi," katanya.

Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 192,89 poin (0,77%) ke 25.275,64, indeks Bursa Nikkei naik 214,15 poin (1,10%) ke 19.612,13, dan Straits Times menguat 19,41 poin (0,56%) ke posisi 3.472,50. (bani)

Related posts