PTPP Realisasikan Kontrak Baru Rp 6,7 Triliun

Rabu, 08/04/2015

NERACA

Jakarta – Perusahaan konstruksi, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) berhasil merealisasikan 25% dari target kontrak baru di kuartal pertama 2015. Disebutkan, perolehan kontrak tersebut senilai Rp 6,7 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (7/4).

Taufik Hidayat, Sekretaris Perusahaan PTPP mengatakan, pencapaian tersebut telah mencapai 25% dari total target kontrak baru yang ditetapkan tahun ini senilai Rp 27 triliun. “Realisasi kontrak baru ini telah melebih target yang kita tetapkan senilai Rp 3,2 triliun kuartal I,” kata Taufik.

Dengan kontrak carry over tahun lalu senilai Rp 29 triliun, maka total order book PTPP sampai akhir Maret mencapai Rp 35,7 triliun . Kontrak anyar tersebut anatra lain diperoleh Reklamasi Mandala City Makassar sebesar Rp 2,5 triliun, One Otium Residence Antasari di Jakarta Rp 472 miliar, Mahattan Greenland sebesar Rp 351 miliar, apartemen Gunawangsa Surabaya sebesar Rp 327 miliar, CBD Karawaci Rp 312 miliar, CASA Condotel di Bintan Rp 242 miliar, Apron Bandara Ahmada yani Semarang Rp 141 miliar, Gedung Jasa Marga Jakarta Rp 112 miliar, Rumah Budaya In donesia di Dili Timur Leste Rp 77 miliar dan lain-lain.

Selain dari induk, anak usaha PTPP juga berkontribusi terhadap realisais kontrak baru sepanjang kuartal I tersebut. PT PP Properti memberi kontribusi sebesar Rp 493 miliar, PTPP Pracetak menyumbang Rp 258 miliar dan PT PP Peralatan senilai Rp 51 miliar. Untuk mendukung pencapaian laba bersih tahun ini, PTPP telah melakukan aksi korporasi antara lain penerbitan obligasi berkelanjutan I tahap II sbesar Rp 300 miliar yang dilakukan opada awal januari lalu, mendirikan pabrik parcetak baru di Lampung dengan kapaistas produksi 200 ribun ton per tahun melalui PP Pracetak, dan mempersiapkan pengembangkan bisnis bored pile melalui PP Peralatan.

Sedangkan PT PP Properti meneruskan pembangunan proyek Grand Kamala Lagoon Tower kedua di Kalimalang, melanjutkan pembangunan Grand Sungkono Lagoon Surabaya tower II, meluncurkan produk baru yakni apartemen Ayoma Serpong, Payon Amartha Semarang, dan The Nort East Square Surabaya.

Asal tahu saja, PTPP menargetkan laba bersih mencapai Rp 730 miliar atau naik 37,2% dari laba bersih 2014 sebesar Rp 532 miliar. Peluncuran sejumlah produk baru dipastikan mendongkrak kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) perusahaan konstruksi dan investasi tersebut,”Tahun ini PT PP melalui anak usahanya PT PP Properti akan meluncurkan produk baru yakni Apartemen Ayoma di Serpong, Apartemen Payon Amartha di Semarang, dan The North East Square di Surabaya,”kata Direktur Keuangan PTPP, Tumiyono.

Selain itu, pendapatan perseroan juga diharapkan mampu melesat hingga 53% dari 12,42 triliun pada 2014 menjadi Rp 19 triliun tahun ini. Manajemen menyatakan, dengan sejumlah proyek tersebut, perseroan diharapkan mampu mencetak pendapatan hingga akhir 2015 sebesar Rp 19 triliun atau melesat 53% dari Rp 12,42 triliun pada 2014. Adapun kontrak baru ditargetkan tumbuh 30% sebesar Rp 27 triliun di 2015. (bani)