PT PII Bukukan Laba Bersih Rp 346 Miliar

Rabu, 08/04/2015

Tahun lalu, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) membukukan laba bersih sebesar Rp 346 miliar dan return on equity sebesar 6,5% diatas rata-rata berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (7/4).

Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham (RUPS) disebutkan, ada lima proyek yang telah melalui dan sedang dalam proses penjaminan. Kata Sinthya Roesly, Direktur Utama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII), salah satu proyek yang masuk penjaminan adalah pembangkit listrik tenaga uap mulut tambang Sumatera Selatan 9 dan 10 yang telah mendapatkan pernyataan kesediaan untuk menjamin atau surat izin prinsip dari PT PII dan selanjutnya proyek ini siap di lelang.

Disebutkan, hal ini menjadi mandat bagi perseroan untuk turut mendorong percepatan pembangunan infrastruktur dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui pemenuhan kebutuhan listrik. Menurutnya, percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia sangat berperan penting dalam menopang perekonomian negara. Sektor swasta sangat diharapkan dapat turut serta dalam proses percepatan ini.

Kata Hadiyanto, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan selaku kuasa RUPS PT PII, pencapaian perseroan di tahun 2014, merupakan bentuk kepercayaan pasar terlebih keberadaan PT PII salah satunya dimaksudkan untuk memberi kenyamanan bagi pihak swasta dalam berinvestasi pada proyek-proyek infrastruktur.

Asal tahu saja, PT PII belum lama ini meraih peringkat investment grade BBB- internasional dari Fitch Rating atau peringkat tersebut sejajar dengan peringkat pemerintah Indonesia. Maka dengan peringkat ini, PT PII dipandang sebagai perusahaan dengan tingkat risiko gagal bayar rendah hingga moderat, yang dapat meningkatkan kepercayaan swasta untuk berinvestasi dengan dukungan PT PII dan menunjukkan pengakuan bisnis model penjaminan oleh perusahaan. (bani).