Krisis Nasionalisme Target Potensial Penyebaran ISIS - Oleh: Mariyun, Peneliti Muda pada Studi Arus Rakyat Perjuangan

Derasnya arus penyebaran propaganda ideology Khilafah Islam melalui media sosial, dan aksi terror radikalistik kelompok ISIS (Islamic States of Iraq and Syria) ke seluruh dunia, termasuk Indonesia, jelas jadi ancaman bahaya laten tersendiri. Krisis nasionalisme jadi target propaganda kelompok radikalis pendukung gerakan ISIS Indonesia untuk mengubah ideology Pancasila jadi Syariat Islam, dan mengubah bentuk Negara dari NKRI menjadi Negara Islam di bawah Khalifah Islam ISIS. Lalu, sekuat apakah benteng pertahanan rasa nasionalisme rakyat Indonesia saat ini?

Sebagai negara muslim terbesar, Indonesia semestinya harus bias menjadi gerbang pertahanan yang kuat untuk mencegah masuknya penyebaran propaganda ideologi ISIS di wilayah Asia Tenggara. Masyarakat Indonesia semestinya harus bias mempertahankan 4 Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI, sebagai symbol perekat persatuan dan kesatuan bangsa. Mengapa?

Empat pilar itu adalah janji kebangsaan seluruh rakyat Indonesia dalam etika berbangsa, bernegara dan bermasyarakat, sehingga perlu penguatan doktrin Pancasila dalam kehidupan sosial masyarakat di tengah komplikasi politik saat ini. Karena itu, para politikus tak perlu lagi ramai diskusikan bagaimana bentuk kebangsaan Indonesia lagi? Atau, termasuk debat kusir soal hubungan isu jihad dalam perspektif hukum Islam dengan Hak Asasi Manusia (HAM). Karena, hal itu justru akan membangkitkan semangat baru berbagai kelompok radikalis atau jihadis yang ingin mempropagandakan gerakan jihadnya di Indonesia kepada dunia.

Islamophobia harus dihentikan, dan masyarakat Islam dunia semestinya memprotes keras fitnah dunia Barat yang menuding Islam identik teroris, anarkis, bom bunuh diri, tak berperikemanusiaan dan analogi buruk lainnya. Islam di Indonesia, adalah Islam yang toleran dengan berbagai agama lain yang diakui negara. Muslim Indonesia adalah muslim yang beretika sosial berlandaskan empat pilar kebangsaan tersebut.

Dalam etika berbangsa dan bernegara, Indonesia mengemban dua amanah, yakni amanah agama dan kebangsaan. Dua amanah itulah yang harus menjadi komitmen bersama seluruh rakyat Indonesia, terutama dalam menjadikan agama sebagai landasan membangun peradaban, dan amanah kebangsaan sebagai penegasan komitmen bersama untuk menolak kekerasan atas nama agama apapun di negeri ini. Artinya, seluruh rakyat Indonesia harus tegas menolak bentuk ideologi dan bentuk negara serta khilafah Islam yang dipropagandakan ISIS. Karena, gerakan ISIS tidak mewakili Islam secara universal, melainkan perang politik kekuasaan saja.

Banyaknya negara Islam, khususnya di Timur Tengah seperti Irak, Suriah, Libya, Afghanistan, dan Yaman yang dilanda konflik berdarah akibat tidak punya komitmen untuk menyelamatkan bangsan yaitu karena rakyatnya krisis nasionalisme. Sehingga, pertumpahan darah atas nama Islam dibajak kelompok ISIS dan pendukungnya di seluruh negara, termasuk di Indonesia, adalah penyebab Islamophobia yang merusak kemuliaan peradaban Islam di Timur Tengah saat ini. Hal yang berbeda dengan Indonesia, .maka seluruh masyarakat wajib mengawal ideologi Pancasila dan menjaga kedaulatan NKRI bersama-sama dari berbagai potensi ancaman ideologi, konsep kenegaraan khilafah Islam, atau terror radikalis yang disebarkan kelompok ISIS. Karena ISIS merupakan ancaman bahaya laten di Indonesia.***

BERITA TERKAIT

Peneliti:Kasus Beras Busuk Karena Distribusi Tidak Baik

NERACA Jakarta - Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Assyifa Szami Ilman menilai kasus 6.000 ton beras busuk di…

Perekonomian Indonesia Tumbuh di Tengah Krisis Ekonomi Global

  Oleh: Rizal Arifin, Pemerhati Ekonomi Pembangunan   Kritik oposisi terhadap Pemerintah terkait target pertumbuhan ekonomi dibawah 6 persen mejadi…

Kajian ICW: Tren Penindakan Korupsi Pada 2018 Turun

Kajian ICW: Tren Penindakan Korupsi Pada 2018 Turun NERACA Jakarta - Kajian Indonesia Corruption Watch (ICW) menunjukkan tren penindakan korupsi…

BERITA LAINNYA DI OPINI

Memahami Makna Nilai Tukar Petanian

  Oleh : Adang Agustian, Peneliti Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian (PSEKP) Nilai Tukar Petani (NTP) merupakan perbandingan indeks…

Perekonomian Indonesia Tumbuh di Tengah Krisis Ekonomi Global

  Oleh: Rizal Arifin, Pemerhati Ekonomi Pembangunan   Kritik oposisi terhadap Pemerintah terkait target pertumbuhan ekonomi dibawah 6 persen mejadi…

Kemajuan Pengelolaan SDA dan Lingkungan Era Kini

Oleh : Abdul Aziz, Mahasiswa Fikom di PTN Jakarta   Sumber Daya Alam (SDA) dan lingkungan merupakan hal vital bagi…