Kehebatan Buah Tomat Cegah Kanker

NERACA

Penderita penyakit kanker dalam 20 tahun terakhir menunjukkan peningkatan, perubahan diet dan gaya hidup sehat dengan mengkonsumsi sayuran yang alami seperti buah tomat serta melakukan aktivitas fisik rutin tiap hari minimal seminggu tiga kali akan dapat mengurangi angka kejadian kanker.

Selain melakukan diagnosis dini penyakit kanker akan lebih mudah diobati dan bisa disembuhkan, demikian dr. Pranti Sri Mulyani, MSC, dari Kementerian Kesehatan RI dalam acara pertemuan bulanan anggota Dharma Wanita Persatuan KBRI London, yang diadakan di ruang pertemuan Crutacala KBRI London, Jumat.

Ketua Dharma Wanita Persatuan KBRI London Lastry Thayeb kepada Antara London, Jumat mengatakan pertemuan anggota Dharma Wanita Persatuan KBRI London diadakan setiap dua bulan diisi diantaranya dengan berbagai kegiatan menambah wawasan anggota seperti ceramah mengenai kanker.

Dikatakannya pertemuan Dharma Wanita selain itu biasanya juga diadakan acara perkenalan dan perpisahan anggota Dharma Wanita yang tidak saja berasal dari istri staff KBRI London tetapi juga istri perwakilan bank di London seperti BNI dan BI yang baru datang bisa bergabung .

Lebih lanjut dokter Pranti Sri Mulyani, dari Kementerian Kesehatan yang cuti mengikuti sang suami Kolonel Isdarmawan Ganemoeljo yang tengah menuntut ilmu RCDS dalam ceramahnya mengatakan dengan melakukan diagnosis dini atau yang baru stadium dini akan lebih mudah diobati disembuhkan, ketimbang yang stadium lanjut.

Dikatakannya penyakit kanker bisa dicegah diantaranya dengan melakukan tes pap atau pap smear, dan sebaiknya jangan ditundah tunda khususnya bagi kaum wanita yang telah menikah karena sebagai perempuan organ tubuh kita lebih rentan penyakit ketimbang kaum pria.

Alumni universitas Gajah Madah mengatakan faktor resiko kanker pada kaum perempuan 100 kali ketimbang laki-laki, sementara peningkatan usia 40 tahun 18 persen, sedangkan usia 50 tahun mencapai 77 persen.

"Risiko terbesar ditemukan pada wanita berusia diatas 75 tahun, umumnya terkait dengan genetik lima sampai 10 persen, sedangkam terkait riwayat pribadi kanker payudara berisiko tiga sampai empat persen kanker lainnya," ujar lulusan Fakultas Kedoteran Universitas Indonesia.

Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan mengenali organ reproduksi khususnya yang rentan kanker seperti payudara, leher rahim,ovarium dan Endometrium serta melakukan Skrining Mamografi, USG Payudara, pemeriksa payudara oleh dokter (SADARO) atau SADARI.

Kanker Leher Rahim di Indonesia menduduki peringkat kedua dari seluruh kanker di Indonesia yaitu 18.5 persen dan sayangnya sebanyak 60 sampai 70 persen sudah dalam stadium lanjut, demikian dokter Pranti Sri Mulyani.

BERITA TERKAIT

OJK Jalin Kerjasama dengan Kemendagri dan PPATK - Cegah dan Berantas Pencucian Uang

  NERACA   Jakarta - Guna mencegah dan memberantas tindak pidana pencucian uang di Industri Jasa Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan…

SE Pelaksanaan Aksi Cegah Korupsi Masih Tahap Finalisasi

SE Pelaksanaan Aksi Cegah Korupsi Masih Tahap Finalisasi NERACA Jakarta - Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri Bahtiar menekankan surat…

Peneliti Temukan Obat Baru untuk Kanker Stadium Lanjut

Peneliti memberikan harapan baru bagi penderita penyakit ganas, kanker stadium lanjut. Sekelompok peneliti di Inggris berhasil menemukan obat yang dapat…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Peneliti Temukan Obat Baru untuk Kanker Stadium Lanjut

Peneliti memberikan harapan baru bagi penderita penyakit ganas, kanker stadium lanjut. Sekelompok peneliti di Inggris berhasil menemukan obat yang dapat…

Cegah Perubahan Iklim dengan Atasi Obesitas dan Kurang Gizi

Perubahan iklim tak cuma membuat cuaca jadi tak menentu, tapi juga berhubungan erat dengan masalah gizi seperti obesitas dan kelaparan.…

Kratom, Dilema Daun Ajaib dan Zat Berbahaya

Jika menyebut kopi bisa dipastikan hampir semua orang akan paham arah pembicaraan, namun ceritanya akan ketika bertemu dengan kata Kratom…