Indonesia Krisis Gizi

Sabtu, 11/04/2015

NERACA

Ditengah sibuknya para penjabat negara mengurusi dana anggaran uang DP kendaraan pribadi. Namun disatu sisi Indonesia saat ini masuk dalam zona darurat gizi dari 117 negara di dunia, kata Direktur Bina Gizi, Kementerian Kesehatan Doddy Izwardy.

"Dari 117 negara di dunia, Indonesia masuk dalam darurat gizi dengan tiga dampak yang ditimbulkannya pada tumbuh kembang anak," kata dr Doddy Izwardy.

Ketiga dampak yang ditimbulkan tersebut, ungkap Doddy, anak mengalami "stunting" yakni tinggi badan tidak sesuai dengan usianya (pendek), berbadan kurus yang akan memicu gizi buruk dan berbadan gemuk yang memicu obesitas.

Sementara untuk perbaikan generasi dalam mencegah terjadinya "stunting", lanjut dia, dibutuhkan waktu sekitar 100 tahun, sehingga sudah saatnya perbaikan gizi itu dimulai dari sekarang.

Berdasarkan data Global Utusan Report yang dilaporkan ke Bappenas diketahui, jumlah bayi dan balita yang mengalami "stunting" (bertubuh pendek) di Indonesia mencapai 8,8 juta jiwa dari sekitar 45 juta jiwa total balita.

Dalam upaya mengatasi permasalahan tersebut, lembaga donor asal Amerika yakni Millenium Challenge Account (MCA) menyalurkan dana hibah sebesar 131,5 juta dolar Amerika atau setara sekitar Rp1 miliar di Mamuju, Sulawesi Barat.

Pemilihan lokasi tersebut, karena di daerah itu terdapat sekitar 48 persen bayi dan balita yang mengalami "stunting".

Sementara itu, CEO Millenium Challenge Corporation (MCC) Dana J Hyde disela-sela peninjauan di lokasi pilot project di Pos Yandu Al-Ikhlas di Desa Bambu, Kabupaten Mamuju, Sulbar mengatakan, dana pendampingan itu diperuntukkan untuk peningkatan SDM kader pos yandu, paramedis dan pihak terkait lainnya dalam jangka lima tahun.