Gelar Simolek, Bumiputera Targetkan Premi Rp2 Miliar

NERACA

Jakarta - Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 bersama Otoritas Jasa Keuangan kembali mengoperasikan 20 Unit Simolek (Mobil Literasi dan Edukasi Keuangan) yang akan disebar di 15 kota guna memperbesar penetrasi pasar. Sebelumnya, Bumiputera telah mengoperasikan 20 Unit Simolek pada November 2014 lalu.

Menurut Direktur Utama AJB Bumiputera, Madjdi Ali, Simolek merupakan alternatif pemasaran bagi Bumiputera untuk menjangkau pasar di tempat umum dan keramaian. Sekaligus, lanjut dia, sebagai sarana edukasi mengenai pentingnya asuransi untuk perlindungan terhadap risiko yang mungkin dialami seseorang di masa mendatang.

Dengan demikian, Madjdimenargetkan memperoleh besaran premi di atas Rp2 miliar hanya melalui pengoperasian 20 unit Simolek tersebut. Pada pengoperasian Simolek sebelumnya, Bumiputera mencatatkan premi sebesar Rp1 miliar hanya dalam waktu lima hari dengan 406 pemegang polis baru.

''Dengan indikasi meningkatnya kepecayaan dari Otoritas Jasa Keuangan, kami akan memperpanjang pengoperasian Simolek menjadi 10 hari, dengan target premi di atas Rp2 miliar,'' ungkap Madjdi, di Jakarta, Senin (6/4).

Dia juga menjelaskan, Bumiputera menyasar target dari kalangan menengah ke bawah. Di samping memberikan edukasi dan literasi, Simolek juga bisa dimanfaatkan untuk menambah premi asuransi. “Segmen Bumiputera adalah pasar menengah ke bawah. Jadi tidak hanya edukasi dan literasi tetapi juga bisa untuk penutupan asuransi,'' tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Edukasi dan Literasi Keuangan OJK, Lasmaida memaparkan, melalui Simolek maka indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia akan semakin meningkat, sesuai dengan strategi nasional literasi keuangan Indonesia (SNLKI) yang sudah dilucurkan regulator beberapa waktu lalu.

''Target kami kalangan SMP, SMA, mahasiswa, dan yang berprofesi sebagai pekerja formal. Dengan pengoperasian ini, kami juga menargetkan peningkatan literasi dan meningkatkan inklusi. Kami juga mendorong Bumiputera lebih menekankan ke produk mikro supaya masyarakat menengah ke bawah lebih tertarik dan mudah mengaksesnya,'' ungkapnya. [ardi]

Related posts