BNI Syariah “Lahirkan” Kartu Migran Hasanah - Hong Kong, China

NERACA

Hong Kong - PT BNI Syariah bersama Master Card Indonesia meluncurkan Kartu Migran Hasanah yang ditujukan bagi pekerja migran Indonesia yang tersebar di Hong Kong. Saat ini, Hong Kong merupakan salah satu negara dengan jumlah buruh migran Indonesia (BMI) sebanyak 160 ribu orang.

Direktur Bisnis BNI Syariah, Imam Teguh Saptono menuturkan, pekerja migran Indonesia di Hongkong saat ini sangat mengandalkan uang tunai, dan tentunya, hal ini cukup berisiko dan bahkan berbiaya. Saat ini, lanjut Imam, sebagian BMI menerima gaji dalam bentuk tunai dan sebagian dalam bentuk transfer saldo ke rekening yang dibukakan oleh pemberi kerja.

“Dengan adanya Kartu Migran Hasanah, maka pekerja migran kita dapat menggunakan kartu tersebut untuk penarikan tunai di seluruh ATM yang berlogo Master Card, atau pun transaksi di gerai-gerai yang menggunakan jaringan Master Card,” ujar Imam, usai penyerahan mock-up Kartu Migran Hasanah dari Vice President Master Card Indonesia, Tommy Singgih, di Hong Kong, China, Minggu (5/4).

Untuk memiliki Kartu Migran Hasanah, kata dia, BMI cukup membuka rekening BNI Syariah yang dibuka di Indonesia, dan selanjutnya ATM akan disampaikan melalui BNI Remittance yang berkantor di Hong Kong.

“Kartu Hasanah Migran akan mempermudah BMI dalam bertransaksi. Karena dengan menggunakan mesin ATM BNI di Hong Kong maka BMI dapat mengisikan pulsa bagi keluarganya di kampung halaman, membayar listrik, membayar zakat, bahkan transfer gratis kepada keluarga di tanah air, jika menggunakan sesama rekening BNI Syariah,” tukas Imam. [ardi]

BERITA TERKAIT

Transportasi Massal Gunakan Satu Kartu Bank

Pengoperasian uji coba LRT di Rawamangun, Jakarta, harusnya bersamaan dengan uji coba pelaksanaan pembayaran kartu bank seperti e-money, flash, Brizzi…

BCA akan Merger Bank Royal dengan Anak Usaha Syariah

  NERACA   Jakarta - PT. Bank Central Asia Tbk mengungkapkan akan memerger atau menggabungkan anak usahanya PT. BCA Syariah…

PERANG DAGANG AMERIKA SERIKAT-CHINA - IMF: Merusak Sistem Perdagangan Global

Jakarta-Dana Moneter Internasional (IMF) mengingatkan peningkatan tarif impor yang dilakukan Amerika Serikat terhadap China dan negara lainnya dapat merusak sistem…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BCA akan Merger Bank Royal dengan Anak Usaha Syariah

  NERACA   Jakarta - PT. Bank Central Asia Tbk mengungkapkan akan memerger atau menggabungkan anak usahanya PT. BCA Syariah…

Perang Dagang Diyakini Tak Gerus Pertumbuhan Kredit

      NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meyakini peningkatan perang dagang antara Amerika Serikat (AS)…

BI akan Melakukan Penyesuaian Kebijakan Moneter

    NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai Bank Indonesia (BI) akan melakukan penyesuaian kebijakan moneter…