Raup Untung Lewat Tabungan Cerdas Super Bonanza - Bidik DPK Tumbuh 13%

NERACA

Jakarta – Terciptanya kepuasan dan loyalitas para pelanggan, tentunya menjadi salah satu aset penting dalam menjalankan sebuah usaha. Meskipun ini cukup klise, namun bagaimanapun juga para pelanggan menjadi kunci utama, khususnya dalam industri perbankan yang sangat memperhatikan akan pentingnya menjaga kepuasan dan loyalitas nasabah untuk mendulang keuntungan besar. Apabila nasabah mendapatkan kepuasan dari produk yang di pasarkan, bisa dipastikan nasabah akan terus melakukan transaksi ulang perbankan di masa-masa yang akan datang. Dan begitu juga sebaliknya, bila nasabah kecewa dengan pelayanan, maka tidak menutup kemungkinan bila nasabah akan kapok melakukan transaksi perbankan dan termasuk menutup tabungan serta berpaling ke bank lain.

Setidaknya ada lima cara bagaimana mempertahankan kepuasan dan loyalitas pelanggan, salah satu diantaranya menawarkan program menarik untuk menjaga loyalitas konsumen. Hal inilah yang terus di lakukan industri perbankan nasional ditengah ketatnya likuditas antar perbankan, untuk terus penawaran program promosi dengan tawaran hadiah yang cukup fantastis. Faktanya, dengan menawarkan program promosi tabungan berhadiah berhasil meningkatkan jumlah nasabah aktif dan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK). Menyadri tabungan berhadiah masih menjadi daya tarik dan sangat diminati oleh masyarakat Indonesia, PT Bank Panin Tbk (PNBN) kembali mengulang kesuksesan program tabungan Panin Super Bonanza.

Kali ini, perseroan menyediakan total hadiah sebesar Rp100 miliar dengan jumlah pemenang mencapai 5.655 orang. Melalui program tersebut, Panin Bank menargetkan komposisi tabungan dan giro dapat meningkat sekitar 50% pada tahun ini.

Menurut Presiden Direktur Panin Bank, Herwidayatmo, penghimpunan dana pihak ketiga melalui produk tabungan menjadi strategi pendanaan perusahaan. Untuk itu, pihaknya menawarkan beragam keuntungan dan kelebihan dari produk tabungan yang dimiliki. Disebutkan, hadiah uang tunai sebesar Rp100 miliar akan diundi dalam 11 tahap dengan lima grand prize akan diundi di akhir periode undiannya. Masing-masing, katanya, sebesar Rp8 miliar, Rp5 miliar, Rp3 miliar, Rp2 miliar, dan Rp1 miliar, dimana akan diundi pada Januari 2016.

Semua Bisa Menang

Nasabah juga mempunyai kesempatan untuk memenangkan hadiah bulanan sebesar Rp8,1 miliar yang diundi setiap bulan. "Dengan rincian empat orang pemenang hadiah utama bulanan, masing-masing Rp1 miliar serta hadiah lainnya bernilai Rp100 juta, Rp10 juta dan Rp5 juta,”ujarnya.

Selain itu, dia mengungkapkan, tak hanya berhadiah uang tunai, tabungan Bank Panin pun memberikan penawaran keuntungan lainnya. Antara lain, suku bunga tinggi, bebas biaya administrasi bulanan, gratis voucher belanja, gratis penarikan tunai dan informasi saldo di jaringan ATM ALTO dan ATM Bersama maupun fasilitas e-banking. Hal lainnya adalah kartu debet Bank Panin dapat dipergunakan untuk penarikan tunai di ratusan ribu ATM dan belanja debet di jutaan merchant di seluruh dunia. Dan, keleluasaan transaksi perbankan di lebih dari 560 kantor cabang Bank Panin di seluruh Indonesia.

Sebagai informasi, periode promosi undian mulai 2 Maret sampai dengan 31 Desember 2015. Adapun pajak undian ditanggung oleh pemenang. Kata Ken Ng, Direktur Retail Banking Bank Panin, untuk meningkatkan daya tarik produk tabungan Panin Super Bonanza 2015, pihaknya menawarkan pada nasabah bunga sebesar 7,75% bagi dana dibawah Rp 2 miliar,”Sementara untuk dana diatas Rp 2 miliar bisa mendapat bunga 8,25%. Tapi yang dibawah Rp 2 miliar bisa berubah jika ada perubahan LPSrate,”ujar Ken.

Asal tahu saja, tahun ini Bank Panin menargetkan pertumbuhan dana pihak ketiga bisa mencapai 13% secara year on year (yoy). Target ini jauh lebih tinggi dibanding realisasi pertumbuhan DPK Bank Panin tahun lalu. "Target ini akan berusaha kami capai dengan memaksimalkan perolehan dana murah melalui Produk Tabungan Berhadiah," kata Ken Ng.

Ken menampik kekhawatiran produk Tabungan Berhadiah dengan bunga tinggi juga akan membebani biaya dana Bank Panin. Sebab tawaran hadiah itu diperoleh nasabah dengan diundi. "Biaya dananya tidak sebesar deposito tentunya," jelas Ken.

Sejauh ini, biaya dana (cost of fund) Bank Panin sekitar 7%. Ken berharap tahun ini jika dana murah CASA semakin banyak dalam portofolio pendanaan, biaya dana di Bank Panin bisa lebih rendah. Tercatat tahun lalu, jumlah CASA di Bank Panin mencapai Rp 65,15 triliun. Dengan demikian, porsi CASA dari total DPK Bank Panin di akhir tahun lalu mencapai 53,82%. (bani)

Related posts