Kresna Securities Kantungi Laba Rp 66,52 Miliar

Selasa, 07/04/2015

NERACA

Jakarta - PT Kresna Graha Sekurindo Tbk (KREN) atau Kresna Securities mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,52 miliar di akhir 2014, atau naik dari posisi sebesar Rp16,38 miliar di 2013. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (6/4).

Perseroan juga membukukan pendapatan usaha menjadi Rp193,16 miliar di tahun lalu, atau naik dari posisi pendapatan sebesar Rp141,11 miliar di 2013 di akhir 2013. Laba usaha menjadi Rp76,24 miliar di tahun lalu, atau naik dari posisi sebesar Rp40,72 miliar di akhir 2013. Laba sebelum pajak menjadi Rp67,95 miliar di 2014, atau naik dari sebesar Rp19,52 miliar di 2013.

Sementara itu beban usaha menjadi Rp116,91 miliar di 2014, dari posisi beban sebesar Rp100,38 miliar di akhir 2013. Beban lain-lain menjadi Rp8,29 miliar di tahun lalu, atau turun dari beban lain-lain sebesar Rp21,21 miliar di 2013. Adapun posisi aset Kresna Securities menjadi Rp781,44 miliar di 2014, atau turun dari posisi aset sebesar Rp488,29 miliar di akhir 2013.

Asal tahu saja, Kresna Securities tahun ini tengah memproses 4 sampai 5 perusahaan yang ingin mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO). Presiden Direktur PT Kresna Graha Sekurindo Tbk, Michael Steven pernah bilang, ke empat atau lima perusahaan yang berniat melakukan IPO bergerak di bidang usaha yang berbeda. Misalnya, ada yang bergerak di bidang properti, pertambangan, otomotif, dan jasa keuangan,”Ada sekitar 4-5 perusahaan masuk dalam pipeline kami yang akan melangsungkan IPO. Kami sedang memprosesnya dokumen perusahaan - perusahaan tersebut. Berharap tahun ini bisa listing. Namun, terkadang yang masuk dalam pipeline belum tentu diterbitkan di tahun yang sama juga," tutur Michael.

Disinggung berapa besar nilai dari 4-5 perusahaan yang akan IPO, Michael belum bisa membeberkannya. Michael mengaku, Manajemen Kresna Graha akan selalu mengikuti imbauan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia yang ingin memiliki market yang luas, salah satunya dengan memperbanyak jumlah Emiten. Dengan banyaknya Emiten di Bursa, pastinya akan menambah semarak lagi market Indonesia,”Oleh karena itu, kamu akan mencoba semaksimal mungkin untuk menggiring perusahaan - perusahaan melantai di Bursa. Kalau bisa, kami cari perusahaan yang besar perolehan dana IPO-nya, seperti perusahaan yang sudah kami tangani yakni PT Sido Muncul Tbk dengan perolehan dana sekitar Rp 844 miliar, dan nanti ini PT Mitra Keluarga Karyasehat yang mengincar dana sekitar Rp 4,45 triliun," katanya.

Michael menegaskan, jika 4-5 perusahaan belum bisa berhasil listing semua di tahun ini, bukan berarti perusahaan mengulur waktu atau melihat pasar yang dinilai kurang bersahabat bagi perusahaan yang akan IPO pada tahun ini. (bani)