Tren IHSG Masih Lanjutkan Penguatan

Selasa, 07/04/2015

NERACA

Jakarta – Laju indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) seharian berada di zona hijau seiring dengan maraknya aksi beli investor. Tercatat mengakhiri perdagangan Senin awal pekan, IHSG ditutup menguat 23,632 poin (0,43%) ke level 5.480,031. Sementara Indeks LQ45 naik 4,596 poin (0,48%) ke level 949,220,”Capital inflow di pasar saham domestik masih terus berlanjut sehingga menopang indeks BEI, kondisi itu menunjukkan bahwa IHSG masih memiliki kekuatan cukup besar untuk melanjutkan kenaikan ke depannya," kata Analis Asjaya Indosurya Securities, William Surya Wijaya di Jakarta, Senin (6/4).

Apalagi, William Surya menambahkan bahwa ekspektasi data cadangan devisa yang sedianya akan dirilis oleh Bank Indonesia pada pekan ini masih positif, atau berpotensi meningkat dari posisi per Februari 2015 sebesar 115,5 miliar dolar AS."Diharapkan rilis cadangan devisa Indonesia meningkat sehingga menambah topangan bagi indeks BEI ke depannya," kata dia.

Dia menambahkan bahwa secara teknikal, indeks BEI berpotensi menuju level batas atas terdekat ke posisi 5.514 poin. Berikutnya, indeks BEI Selasa diproyeksikan akan bergerak menguat. Tercatat pada perdagangan kemarin, frekuensi transaksi 170.159 kali dengan volume 4,711 miliar lembar saham senilai Rp 4,702 triliun. Sebanyak 156 saham naik, 129 turun, dan 97 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia bergerak mixed pada perdagangan sore. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah RS Mitra Keluarga (MIKA) naik Rp 1.325 ke Rp 23.800, Roda Vivatex (RDTX) naik Rp 500 ke Rp 6.100, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik Rp 450 ke Rp 22.600, dan Bank Central Asia (BBCA) naik Rp 375 ke Rp 15.175. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Merck (MERK) turun Rp 2.500 ke Rp 142.500, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 375 ke Rp 23.525, Metropolitan Kentjana (MKPI) turun Rp 250 ke Rp 15.000, dan Blue Bird (BIRD) turun Rp 175 ke Rp 9.800.

Perdagangan sesi pertama, IHSG ditutup menguat 19,715 poin (0,36%) ke level 5.476,114. Sementara Indeks LQ45 naik 3,889 poin (0,41%) ke level 953,109. Sembilan sektor industri bisa menguat siang kemarin, berkat aksi beli investor asing. Beberapa investor masih ada yang lakukan aksi tunggu.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 95.002 kali dengan volume 2,813 miliar lembar saham senilai Rp 2,687 triliun. Sebanyak 158 saham naik, 108 turun, dan 86 saham stagnan. Bursa-bursa regional masih bergerak mix hingga siang hari, tapi rata-rata bisa positif. Bursa saham Jepang terkoreksi tipis akibat tekanan jual.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Mitra Keluarga (MIKA) naik Rp 950 ke Rp 23.425, Unilever (UNVR) naik Rp 475 ke Rp 39.525, Matahari (LPPF) naik Rp 450 ke Rp 19.625, dan Bank of India (BSWD) naik Rp 405 ke Rp 5.300. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 500 ke Rp 74.000, Astra Agro (AALI) turun Rp 350 ke Rp 23.550, Saratoga (SRTG) turun Rp 200 ke Rp 4.700, dan AKR (AKRA) turun Rp 200 ke Rp 5.325.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka menguat 11,29 poin atau 0,21% menjadi 5.467,69, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak menguat 2,87 poin (0,30%) menjadi 952,09,”Setelah sempat tertekan pada perdagangan akhir pekan lalu (Kamis 2/4), indeks BEI kembali bergerak naik, pelaku pasar memanfaatkan beberapa saham yang harganya masih relatif rendah," kata William Surya Wijaya.

Menurut William Surya, IHSG BEI saat ini masih berada dalam area konsolidasi pasca menembus poin tertingginya pada akhir Maret lalu di posisi 5.518,67 poin sehingga pelaku pasar cenderung melakukan transaksi jangka pendek,”Untuk jangka menengah-panjang prospek saham di dalam negeri berpotensi terus menguat, apalagi arus dana asing ke pasar saham masih terus mengalir masuk," katanya.

Dia memperkirakan bahwa pada pekan ini pergerakan IHSG akan diwarnai oleh data cadangan devisa Indonesia yang diproyeksikan stabil, hal itu tentu akan kembali mendorong arus pemodal asing masuk ke pasar saham domestik.

Sementara Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah menambahkan bahwa sebagian pelaku pasar saham di bursa domestik akan merespon beberapa sentimen global, diantaranya harga minyak dunia.

Menurut Alfiansyah, potensi penurunan harga minyak terbuka pasca perjanjian damai antara Iran dan AS yang akan menghapus embargo terhadap Iran, situasi itu akan meningkatkan 'supply' minyak dunia dan menekan harga minyak dunia,”Penurunan harga minyak dunia akan menguntungkan Indonesia, situasi itu dapat menjaga tingkat inflasi dan nilai impor minyak," katanya.

Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 192,89 poin (0,77%) ke 25.275,64, indeks Bursa Nikkei turun 77,60 poin (0,40%) ke 19.357,99, dan Straits Times menguat 1,09 poin (0,03%) ke posisi 3.454,75. (bani)