WIKA Kantungi Kontrak Baru Rp 4,1 Triliun

Sampai dengan kuartal pertama tahun ini, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) berhasil mengantongi kontrak baru sebesar Rp 4,1 triliun. Jumlah tersebut setara 13% dari total target kontrak anyar yang telah ditetapkan manajemen WIKA. Kendati realisasi kontrak baru masih minim, pengelola WIKA optimistis proyeksi tersebut dapat tercapai pada tahun ini. “Pada kuartal kedua kami optimistis bisa merealisasikan sebasar 50% dari target kontrak tahun ini,” ungkap Suradi, Sekretaris Perusahaan WIKA di Jakarta, kemarin.

Kontrak anyar yang berhasil dikantongi WIKA berasal dari sejumlah proyek dari dalam dan luar negeri. Kontrak tersebut antara lain proyek bendungan Pasar Loreng di wilayah Sulawesi Selatan senilai Rp 600 miliar. Bendungan Pasar Loreng merupakan salah satu dari 13 bendungan yang pembangunannya ditargetkan pemerintah bisa rampung pada tahun ini.

Awal Maret lalu, WIKA juga telah mengantongi kontrak pembangunan bendungan Keureto Aceh senilai Rp 403 miliar. Bendungan tersebut memiliki tipe urugan random dengan luas genangan 896,39 hektare (ha), panjang 386 meter dan tinggi 74 meter.

Bendungan Keureto didesain untuk menyediakan tampungan khusus banjir sebesar 30,50 juta m3 yang mampu meredam dan mereduksi debit air banjir sampai dengan periode ulang 50 tahun. Selain itu, Bendungan tersebut bisa mengairi irigasi seluas 13.834 ha, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sebesar 6.340 mega watt (MW), penyediaan air baku sebesar 0,50 m3 per detik, konservasi sumber daya alam dan pariwisata.

Selain proyek bendungan, kontrak baru dalam negeri yang berhasil diperoleh WIKA antara lain pembangunan ruas Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) tahap I yang sebesar Rp 355 miliar, proyek jalan layang non tol (JLNT) Ciledug senilai Rp 351 miliar, proyek Funtasy Island di Pulau Manis Batam senilai Rp 161 miliar dan proyek pembangunan Bandar Udara Samarinda Baru yang sebesar Rp 124,20 miliar.

Sedangkan dari luar negeri, Wijaya Karya berhasil mendapatkan kontrak pembangunan Bandara Oecusse Airport di Timor Leste yang senilai US$ 92 juta atau sekitar Rp 1,18 triliun. Di tahun ini, manajemen WIKA berharap bisa meraih laba bersih Rp 765 miliar atau naik 24% daripada posisi tahun lalu senilai Rp 615,18 miliar. Pertumbuhan ini seiring kenaikan target kontrak baru tahun ini sehingga penjualan bersih diharapkan naik 28% menjadi Rp 16 triliun. (kon/bani)

BERITA TERKAIT

Mitra Keluarga Baru Serap Dana IPO 37%

PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) belum menyerap sepenuhnya dana hasil initial public offering (IPO). Sisa dana tersebut juga masih…

BI : Kredit Baru Masih Melambat

NERACA Jakarta - Bank Indonesia melalui survei perbankan melihat pertumbuhan kredit baru perbankan pada triwulan III 2017 masih melambat, terutama…

Selamat Datang Pemimpin Baru Jakarta

Oleh: Susylo Asmalyah Gedung Balaikota Jakarta mulai berbenah karena terlihat panitia dan segala perangkat telah bersiap menyambut kedatangan Gubernur dan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pendapatan BTEL Susut Jadi Rp 1,51 Miliar

Bisnis telekomunikasi milik PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) terus menyusut. Tengok saja, hingga periode 30 Juni 2017 meraih pendapatan sebesar…

Saham IPO ZINC Oversubscribed 500 Kali

Kantungi dana segar hasil peawaran umum saham perdan atau initial public offering (IPO), PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) menyiapkan…

Hotel dan Residensial Beri Kontribusi - Penjualan PP Properti Proyeksikan Tumbuh 60%

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal dua bulan lagi, PT PP Properti Tbk (PPRO) terus bergerilya untuk memenuhi…