Menakar Eksistensi Bisnis MNC Sky Vision

Kuasai Pangsa Pasar 75%

Selasa, 07/04/2015

NERACA

Jakarta – Ketatnya industri TV berbayar atau pay TV di dalam negeri, memacu para pelaku industri tersebut gencar melakukan promosi dan termasuk tawaran harga yang kompetitif dengan layanan kualitas yang tinggi. Namun fakta di lapangan, sengitnya persaingan industri TV berbayar juga diwarnai datang dan pergi para pendatang baru yang gagal melakukan penetrasi pasar.

Kondisi ini sebaliknya, tidak membuat bisnis PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) sebagai perusahaan TV berbayar dengan layanan Indovisionnya ikut merosot tajam. Sebaliknya, sepanjang tahun 2014, perseroan berhasil meningkatkan pangsa pasarnya sebesar 75%. Direktur Utama PT MNC Sky Vision Tbk, Rudy Tanoesoedibjo mengatakan, tahun 2014 merupakan tahun yang sangat dinamis dan penuh tantangan yang semakin ketat dan pemain-pemain baru yang agresif,”Kami tetap berbangga diri karena dapat mempertahankan keunggulan dan bahkan meningkatkan pangsa pasar sampai 75%, hal ini dikarenakan beberapa pesaing masih mengalami penurunan pelanggan,”ujarnya dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Dirinya menjelaskan, eksistensi perseroan dalam persaingan bisnis pay TV di karenakan dibangun diatas pondasi yang kuat dengan lebih dari 20 tahun berpengalaman pada bisnis TV berbayar dan telah melakukan penelitian yang luas terhadap apa yang pelanggan inginkan.

Menurutnya, peningkatan pada pangsa pasar yang terjadi belakangan ini adalah sebuah contoh dari kompetitif unggulan yang dimiliki oleh MSKY. Kendatipun demikian, dirinya tidak menapik bila bisnis perseroan masih mengalami pelambatan pertumbuhan dari sebelumnya dan pangsa pasar kompetitor menurun,”Kedepannya, kami akan menjaga strategi kami yang fokus terhadap pelanggan, sambil terus beradaptasi dengan tren pelanggan yang selalu dinamis,”ujarnya.

Target Pendapatan

Tahun ini, kata Rudy, perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 15% dan juga EBITDA marjin sebesar 40%,”Sebagai pemimpin pangsa pasar dari TV berbayar, kami memiliki keunggulan kompetitif, yaitu rendahnya biaya pelanggan pada konten provider serta nilai tukar dollar yang terpatok. Keunggulan ini memungkinkan perseroan untuk mengelola biaya dan marjin profitabilitas pada tahun mendatang,”ungkapnya.

Tercatat sepanjang tahun 2014 lalu, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 3,28 triliun, meningkat dari Rp 3,02 triliun atau peningkatan YoY sebesar 9%. Peningkatan ini berasal dari pertumbuhan pelanggan sebesar 10%. Pada kuartal empat 2014 sendiri, MSKY membukukan pendapatan sebesar Rp 843 miliar, meningkat sebesar 7% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 790 miliar.

Kemudian EBITDA pada tahun 2014 tercatat sebesar Rp 1,21 triliun meningkat 4% dari Rp 1,26 triliun, dengan EBITDA marjin 38%. Penurunan pada EBITDA marjin dikarenakan oleh meningkatnya biaya konten akibat terdepresiasinya nilai rupiah terhadap dollar AS. EBITDA pada kuartal empat tahun lalu meningkat sebesar 15% menjadi Rp339 miliar dari Rp296 miliar.

Selain itu, perseroan mencatat rugi bersih sebesar Rp154 miliar pada 2014, peningkatan dibandingkan kerugian sebesar Rp487 miliar pada 2013. Sementara total pelanggan MSKY pada akhir Desember 2014 telah mencapai 2,53 juta yang merupakan peningkatan YoY sebesar 10% dari tahun lalu yang sebesar 2,30 juta. Secara keseluruhan, jumlah penambahan bersih pelanggan perseroan rata-rata sebesar 20.000 pelanggan per bulan, dengan tingkat churn rate rata-rata sebesar 1,36% per bulan. ARPU perseroan sendiri tercatat Rp 101,247 pada akhir 2014. (bani)