BTN Tanam Pohon sepanjang 6,5 Kilometer

Peduli Banjir

Senin, 06/04/2015

NERACA

Jakarta -Sukses dalam pengembangan usaha tak lantas membuat Bank BTN lupa akan masalah yang terkait dengan sosial kemasyarakatan. Sesuai dengan salah satu Misinya, Bank BTN ikutmempedulikan kepentingan masyarakat dan lingkunganya. Misi inilah yang akhirnya mengantarkan Bank BTN aktif dalam menggerakkan aksi sosialnya melalui programCorporate Social Responsibilty(CSR). Termasuk kegiatan yang diselenggarakan Bank BTN di sepanjang BKT (Banjir Kanal Timur) Ujung Menteng – Jakarta Timur.

"Kami menanam pohon sepanjang 6,5 KM di sepanjang sungai BKT untuk mendukung program pemerintah khusunya DKI Jakarta dalam mengatasi banjir," ujar Maryono, Direktur Utama Bank BTN, usai meninjau lokasi penanaman pohon di Jakarta, Minggu (5/4).

Ini adalah gerakan sosial Bank BTN bersama seluruh jajaran untuk mengajak masyarakat peduli banjir.BKT merupakan salah satu benteng pengaman banjir Jakarta. BKT diharapkan dapat menampung luapan air dari sungai yang bermuara ke area ini untuk tidak menggenangi Jakarta. Ini adalah bagian kecil yang dapat kami lakukan yang perlu didukung oleh banyak pihak. Melalui program ini kami ingin bagaimana Bank BTN dapat berperan bagi masyarakat Jakarta agar terhindar dari banjir, jelas Maryono.

Penanaman pohon sepanjang 6,5 KM ini merupakan rangkaian kegiatan HUT Bank BTN ke65. Lokasi penanaman pohon melanjutkan dari program penghijauan yang sudah dilakukan oleh Menteri BUMN pada akhir tahun 2014. Program penghijauan ini merupakan program berkelanjutan dari apa yang sudah dilakukan oleh BUMN di lokasi ini.

Pada kesempatan yang sama Bank BTN juga memberikan bantuan kepada 1.500 tukang di wilayah Jabodetabek dalam bentuk asuransi kesehatan dan kematian. Para tukang ini merupakan mitra kerja kamidalam membangun rumah yang dibiayai melalui fasilitas kredit Bank BTN. Jika dikumpulkan seluruh Indonesia bisa jadi jumlahnya akan mencapai ratusan ribu atau bahkan lebih. Kami mengawali dengan yang bisa kami fasilitasi dan pasti akan terjamin kesehatannya selama mereka menjadi tukang pada proyek perumahan yang dibangun. Jadi 1.500 tukang ini adalah stimulus agar bagaimana nanti ke depannya semua tukang mendapat perhatian dari pemberi kerja.

Kami mendaftarkan mereka sebagai anggota BPJS selama 6 bulan. Seluruh biaya kepesertaan selama masa 6 bulan tersebut ditanggung oleh Bank BTN. Selanjutnya tentu saja kami berharap dapat dilanjutkan oleh para pengembang yang mempekerjakan mereka. Namun agar semangat ini tidak berhenti, dalam waktu dekat kami akan mengajak para pelaku pembangunan perumahan untuk bersinergi dalam hal ini bersama BPJS.

REI, Apersi dan Perumnas akan kami ajak melakukan sinergi dalam pemberian fasilitas BPJS untuk para tukang yang bekerja selama masa proyek. Ini merupakan tugas mulia disamping sebagai jaminan para tukang bekerja dengan tenang karena kesehatannya termasuk resiko dalam bekerja dijamin oleh pemberi kerja melalui BPJS, tegas Maryono.

Tahun lalu Bank BTNberhasil membukukan peningkatan penyaluran kredit mencapai Rp 116 triliun, tumbuh 15,38% dari Rp 100,46 triliun pada 2013. Sejalan dengan pertumbuhan kredit, dana pihak ketiga (DPK) juga meningkat mencapai Rp 106,5 triliun pada 2014, tumbuh 10,67% dari periode sebelumnya Rp 96,21 triliun. Laba bersih BTN tahun lalu mencapai Rp1,1 triliun. Dengan demikian, total aset perseroan tumbuh sebesar 10,22% menjadi Rp 144,57 triliun pada akhir 2014, dibanding periode sebelumnya sebesar Rp131,70 triliun. Bank BTN telah naik peringkat pada urutan ke sembilan bank terbesar di Indonesia berdasarkan besaran aset. [kam]