Keberadaan Waduk dan Situ di Kuningan, Mampu Antisipasi Dampak Kekeringan

NERACA

Kuningan – Ketika banyak daerah yang resah dengan datangnya kemarau karena akan mendatangkan kekeringan dan kurangnya air bersih, akan tetapi nampaknya tidak bagi Kabupaten Kuningan karena telah diantisipasi dengan waduk dan banyaknya situ serta embung.

Keterangan yang diperoleh Harian Ekonomi Neraca di Kuningan, Senin (19/9), pasokan air terbesar untuk air bersih maupun irigasi dari Waduk Darma saat ini menyusut, ketinggian Waduk Darma kini menurun 7 sampai 8 meter. Akan tetapi menyusutnya waduk yang menyuplai air hingga ke Kabupaten Cirebon tersebut tidak berdampak terhadap kekeringan, termasuk saluran irigasi yang sangat mengandalkan dari distribusi air Waduk Darma.

“Meskipun Waduk Darma menyusut sejak dua bulan lalu, tapi untuk tiga sampai empat bulan kedepan, masih bisa melayani masyarakat. Kuningan tidak hanya mengandalkan air dari Waduk Darma, karena saat ini hampir di semua kecamatan ada embung dan kita juga mempunyai banyak situ. Situ dan embung tersebut bisa menyuplai air bersih dan mengairi pesawahan,”jelas Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda, didampingi Kabag Humas Setda Asep Budi Setiawan, saat meninjau beberapa situ dan embung bersama Kepala Sumber daya Air dan Pertambangan (SDAP), Kukuh T. Malik, Direktur PDAM H. Kamdan serta jajaran PDAU.

Seperti Situ Cilaja di Desa Cilaja Kecamatan Karamatmulya dengan luas 0,3 ha dengan genangan 6.000 m3, ternyata bisa menyuplai air ke beberapa daerah, baik di Kecamatan Karamatmulya maupun ke luar kecamatan. Kuantitas airnya masih tinggi, dan hingga kemarin belum disalurkan. Karena air bersih dan saluran irigasi masih mencukupi. “Jika nanti ternyata di daerah sudah kering, baru saluran dari situ ini dibuka. Tapi sekarang masih mencukupi,” jelas Kukuh.

Akan tetapi bagi daerah Kuningan Utara, keberadaan situ dan embung saat ini benar-benar bisa menolong masyarakat. Pasalnya sejak kemarau air di daerah Kuningan Utara sangat sulit didapat. Situ dan embung pun sudah mulai dibuka dan telah disalurkan ke masyarakat, baik bagi air bersih maupun bagi saluran irigasi.

Masyarakat Kuningan yang sebagian besar petani, diharapkan bisa memanfaatkan dari situ dan embung. Apalagi bagi daerah tadah hujan, nampaknya keberadaan situ dan embung bisa menjadi penolong bagi keberlangsungan roda pertanian dan petani pun tetap bisa panen. “Jangan sampai petani di Kuningan tidak bisa panen gara-gara tidak ada air. Tapi Saya rasa, tidak mungkin karena embung dan situ sudah mulai ada di hampir semua kecamatan, bahkan kedepan semua desa harus punya embung,” jelas Bupati Aang.

Sementara itu, kendati pemerintah telah berupaya memberikan solusi pengadaan air, namun masih ada warga di beberapa daerah yang berebut air. Bahkan, ada yang sampai baku hantam gara-gara air, terutama untuk mengairi areal pesawahan. Hal tersebut disinyalir kuat karena daerah di Kuningan sangat luas dan tersebar di bukit-bukit, sehingga masih ada desa yang belum tersentuh pasokan air.

Related posts