Reksa Dana Pendapatan Tetap Jadi Pilihan - Catatkan Kinerja Positif

NERACA

Jakarta – Pada kuartal pertama tahun ini, kinerja reksa dana pendapatan tetap tercatat paling positif dan memimpin kinerja reksa dana lainnya. Analis Riset PT Infovesta Utama Vilia Wati mengatakan, kinerja reksa dana secara umum sepanjang kuartal I tahun ini tercatat cukup baik, di mana seluruh jenis reksa dana secara rata-rata mencatatkan kinerja positif,”Kinerja reksa dana di kuartal I dipimpin oleh jenis reksa dana pendapatan tetap," kata dia di Jakarta, kemarin.

Berdasarkan data Infovesta Utama, kinerja reksa dana pendapatan tetap berdasarkan imbal hasil (return) rata-rata yang diberikan sepanjang kuartal I mencapai 3,11%, di atas reksa dana saham sebesar 2,47% dan reksa dana campuran dengan return rata-rata 2,22%.

Menurut Vilia, sejumlah sentimen yang memengaruhi kinerja reksa dana dalam tiga bulan pertama tahun ini, yakni kondisi pasar modal domestik, baik bursa saham maupun obligasi, antara lain rilis data ekonomi domestik maupun global dan aliran dana asing ke pasar modal domestik.

Selain itu, penurunan suku bunga acuan (BI rate) pada Februari lalu. Sementara dari global, pernyataan dari Federal Reserve (the Fed) yang belum akan menaikkan suku bunga juga memberikan sentimen positif bagi kinerja bursa,”Pada bulan Maret sendiri, selain rilis data ekonomi, rilis data laporan keuangan dan paket kebijakan ekonomi pemerintah terkait dengan upaya menstabilkan nilai tukar rupiah diduga juga turut mempengaruhi pergerakan bursa di bulan lalu," tutur dia.

Sementara kinerja reksa dana kuartal I tahun ini tertinggal dibanding periode yang sama tahun lalu akibat kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tak secemerlang 2014. "Namun, kinerja obligasi pemerintah dan korporasi lebih unggul dibanding kuartal I tahun lalu, sehingga memberi imbas positif pada kinerja reksa dana pendapatan tetap pada tiga bulan pertama 2015," ujarnya.

Tercatat, kinerja IHSG kuartal I tahun ini sebesar 5,58%, kinerja obligasi pemerintah 4,45% dan obligasi korporasi 2,33%. Sedangkan kinerja IHSG kuartal I/2014 mencapai 11,56%, dengan kinerja reksa dana saham 14,18%, dan reksa dana campuran 8,63%. Adapun kinerja obligasi pemerintah 0,75%, obligasi korporasi 0,98%, sehingga reksa dana pendapatan tetap hanya memberi return rata-rata 2,63%.

Sebelumnya, analis PT Pefindo Riset Konsultasi Guntur Tri Hariyanto pernah bilang, pemahaman masyarakat tentang produk reksa dana, terutama syariah, cenderung masih terbatas sehingga permintaan pasar akan produk-produk keuangan yang berbasis syariah cenderung minim,”Kemungkinan situasi itu yang membuat produk reksa dana minim diterbitkan oleh perusahaan pengelola dana. Sosialisasi dan edukasi yang mengarahkan masyarakat untuk investasi merupakan salah satu kunci utama agar industri reksa dana syariah makin berkembang,"ungkapnya.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah produk reksa dana syariah per Februari 2015 sebanyak 74 produk, atau masih sama dengan jumlah akhir tahun 2014. Sementara itu, produk reksa dana konvensional sepanjang tahun 2015 bertambah 18 produk menjadi 912 produk. (bani)

BERITA TERKAIT

Sesuaikan Hasil Kajian RBB - Bank BTN Optimis Bisnis Tetap Tumbuh

Tahun 2019, menjadi tahun yang penuh tantangan karena pertumbuhan ekonomi dunia dan  domestik diperkirakan melambat akibat berkepanjangannya perang dagang antara…

Torehkan Kinerja Sangat Baik - BTN Meraih Penghargaan CSA Award 2019

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) meraih penghargaan CSA Award 2019. Penghargaan emiten dengan kinerja terbaik tersebut, hasil kerja…

INDUSTRI OTOMOTIF SAMBUT POSITIF PENURUNAN BUNGA - BI Prediksi Pertumbuhan Stagnan di Triwulan II

Jakarta-Kalangan industri otomotif menyambut positif penurunan suku bunga acuan. Pasalnya, penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia bisa berdampak pada penurunan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Genjot Pertumbuhan KPR, BTN Gandeng TNI

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terus memperluas kerjasamanya. Setelah awal…

Perluas Inklusi Keuangan Lewat Inovasi Layanan Kekinian

Istilah fintech (Financial Technology)  kini bukan hal yang asing didengar seiring dengan pesatnya pertumbuhan industri digital saat ini. Bergerak dinamis perubahan industri…

Bantah Kendalikan Harga Saham - Bliss Properti Siap Tempuh Jalur Hukum

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Bliss Properti Indonesia Tbk (POSA) angkat bicara soal tuduhan soal mengendalikan harga saham yang…