Ketika Kartu AKSes Menjawab Kebutuhan Nasabah

Lagi, Targetkan Enam Perusahaan Efek

Senin, 06/04/2015

NERACA

Jakarta – Menyadari pentingnya efisiensi dan kemudahan dalam pelayanan transaksi pasar modal, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) terus mengembangkan infrastruktur pasar modal lebih maju lagi. Kali ini setelah sukses melakukan sinergi dengan industri perbankan melalui co branding kartu AKSes dengan kartu ATM di enam bank administrator RDN, KSEI terus meningkatkan peran dan fungsi dari fasilitas AKSes yang bisa meneruskan instruksi penarikan dana nasabah.

Untuk instruksi penarikan dana nasabah, hal ini baru dilakukan Trimegah Securities bekerjasama dengan Permata Bank,”Kedepan kita targetkan enam perusahaan sekuritas bisa melakukan instruksi penarikan dana nasabah dan terus kembangkan fitur pembelian obligasi pemerintah,”kata Alex Syafrudin, Direktur KSEI di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, melalui pengembangan fitur fasilitas AKSes bekerjasama perbankan akan memudahkan masyarakat melakukan transaksi pasar modal. Bahkan, kedepan dirinya berencana mengembangkan fitur baru lainnya berupa pembelian reksa dana saham dan saham perdana lewat kartu AKSes. Namun hal ini tidak bisa berjalan sendiri, tanpa ada kesiapan dari perusahaan efek.

Margeret M.Tang, Direktur Utama KSEI menambahkan, pengembangan fitur instruksi penarikan dana melalui e-chanel bank merupakan langkah awal untuk pengembangan fitur-fitur lainnya ke depan,”Jika hal ini dapat kita dilakukan, pada prinsipnya secara teknis berbagai macam kebutuhan penyampaian instruksi atau komunikasi oleh investor sebagai nasabah dari para pelaku di pasar dapat dilakukan melalui AKSes Financial Hub,”ungkapnya.

Dirinya pun menyakini, melalui fasilitas AKSes akan lebih terbuka dan lebih mudah bagi masyarakat nantinya untuk mendapatkan produk primary market pasar modal baik saham initial public offering (IPO), surat utang pemerintah (ORI) hingga produk produk reksa dana. Hal ini lanjutnya, tidak bisa lepas sinergi industri pasar modal dan perbankan yang sudah memiliki kemajuan jaringan perbankan yang telah mapan dan secara luas menjangkau masyarakat hingga ke pelosok daerah.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida mengatakan, pengembangan infrastruktur merupakan salah satu dasar dalam menjalankan program pendalaman pasar atau "market deepening,”Harapan dari pengembangan program KSEI ini adalah untuk memberikan kemudahan agar investor tertarik dalam berinvestasi di pasar modal sehingga jumlah investor Indonesia dapat meningkat,”paparnya.

Dia mengatakan bahwa tujuan akhir dari "market deepening" adalah seimbangnya perbandingan investor di pasar modal antara investor asing dan investor domestik. Sebagaimana diketahui, investor asing masih mendominasi pasar modal indonesia."Peran domestik yang masih kurang ini perlu ditingkatkan dengan cara terus memberikan kemudahan bagi investor agar dapat berinvestasi di pasar modal," katanya.

Direktur Utama Bank Permata Tbk Roy A. Arfandy menambahkan, pihaknya akan terus berkomitmen untuk senantiasa mendukung pasar modal Indonesia. Salah satunya dengan terus menjadi pelopor dalam menciptakan produk dan layanan yang menunjang kebijakan regulator, maupun kebutuhan pelaku pasar modal,”Berangkat dari kebutuhan tersebut, PermataBank bersama KSEI dan Trimegah Securities mengembangkan fasilitas instruksi penarikan dana RDN melalui PermataATM untuk investor. Melalui jejaring dan kanal elektronik yang kami miliki, kami berharap para investor dapat semakin fleksibel dan merasa aman dalam bertransaksi,”tuturnya.

Direktur Utama PT Trimegah Securities Tbk Stephanus Turangan mengatakan pengembangan fasilitas ini sejalan dengan upaya untuk meningkatkan nasabah ritel."Pada gilirannya nanti akan memperluas basis investor ritel dalam negeri, dan semakin memajukan industri pasar modal, dan pada akhirnya juga akan membantu mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia melalui investasi di pasar modal," katanya. (bani)