MNC Bank Rampungkan Merger Bank Pundi - Saham Perseroan Disuspensi BEI

NERACA

Jakarta - Ditengah ketatnya likuiditas perbankan, sebaliknya bisnis keuangan MNC Grup yang di motori PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) melalui anak usahanya PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) atau MNC Bank tengah dalam tahap finalisasi dokumentasi untuk penggabungan usaha atau merger dengan PT Bank Pundi Indonesia Tbk (BEKS).

Direktur Utama MNC Kapital Indonesia, Darma Putra, mengatakan rencana merger Bank MNC Internasional dengan Bank Pundi hingga saat ini masih dalam tahap finalisasi dokumentasi. Saat ini perseroan sudah menempatkan dana sebanyak Rp100 miliar kepada Bank Pundi. Di mana dana tersebut akan digunakan sebagai cadangan modal,”Komitmen kami atas transaksi itu pada 31 Maret 2015, kami sudah tempatkan dana Rp100 miliar untuk cadangan modal Bank Pundi,”ujarnya dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Dia menegaskan, jika perjanjian itu sudah final dan ditandatangani kedua belah pihak, maka perseroan bakal menyampaikan kembali informasi terkait transaksi tersebut. Sementara Ivy Santoso, Direktur Utama Bank Pundi dalam siaran persnya juga menambahkan, transaksi yang dilakukan MNC Grup merupakan merger antara Bank Pundi dan Bank MNC Internasional.

Rencana merger Bank MNC dan Bank Pundi pun sudah sampai ke telinga Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Nelson, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK bilang, pihaknya sudah mendapatkan laporan tentang transaksi tersebut. "MNC masuk dan bisa jadi nanti akan dimerger dengan MNC Bank," jelas Nelson.

Paulus Wiranata, Komisaris Bank Pundi juga tak menampik kabar ini. Dia bilang, sebelumnya ada sejumlah investor menawar Bank Pundi. Tapi, Grup MNC yang paling serius. Sayang, Paulus maupun Darma masih merahasiakan besaran saham maupun nilai akuisisi Bank Pundi. "Kami tentu beli saham mayoritas," ujar Darma.

Sebagai lembaga keuangan, MNC Kapital berhak memiliki saham Bank Pundi hingga 40% saham. Asal tahu saja, pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) saham Bank Pundi Indonesia Tbk menyusul suspensi yang dijatuhkan kepada PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP). Suspensi tersebut menyusul belum dilaporkannya dalam keterbukaan informasi terkait kabar MNC Grup mengakuisisi Bank Pundi". Serta untuk menjaga pasar yang teratur, wajar, dan efisien.

Dalam laporan keuangannya, PT Bank MNC Internasional Tbk pada 2014 berhasil mencatat pendapatan sebesar Rp824 miliar atau tumbuh 8% dari 2014 sebesar Rp763 miliar.Sementara, rugi neto turun menjadi sebesar Rp54,6 miliar pada 2014 dari 2013 yang sebesar Rp81,7 miliar. Dibalik aksi korporasi merger dengan Bank Pundi, MNC Group mengklaim langkah tersebut adalah komitmen untuk mendukung MNC Financial Services dalam hal keuangan dan sumber daya manusia serta promosi di media dan sinergi dengan anak usaha yang lain di dalam MNC Group untuk mempercepat pertumbuhan di masa depan.

Disebutkan, MNC Bank akan memainkan peran utama untuk menumbuhkan seluruh bisnis jasa keuangan MNC Group. Menurutnya, MNC Bank menargetkan pasar korporasi dan consumer untuk memobilisasi dana pihak ketiga dan utang. Di samping sinergi dengan anggota lain di MNC Group, MNC Bank akan fokus pada basis transaksi perbankan termasuk kartu kredit, pengiriman uang, manajemen kas, gaji dan lain-lain. Bahkan membidik untuk manjadi 'bank masa depan', MNC Bank berencana untuk mengembangkan perbankan on-line yang paling canggih. (bani)

BERITA TERKAIT

BEI Delisting Pencatatan Efek SIAP di Pasar

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menghapus pencatatan efek saham milik PT…

BCA akan Merger Bank Royal dengan Anak Usaha Syariah

  NERACA   Jakarta - PT. Bank Central Asia Tbk mengungkapkan akan memerger atau menggabungkan anak usahanya PT. BCA Syariah…

BEI Beri Notasi Khusus 51 Emiten Bermasalah

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyematkan notasi khusus pada 51 kode saham emiten hingga tanggal 11 Juni 2019. Dengan demikian,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BPII Terima Dividen Tunai Rp 12,99 Miliar

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (BPII) pada tanggal 12 Juni 2019 memperoleh dividen tunai tahun buku 2018 sebesar Rp12,99 miliar…

Kerugian Steady Safe Susut Hingga 54%

Meskipun masih mencatatkan rugi di kuartal pertama 2019, PT Steady Safe Tbk (SAFE) mengklaim rugi bersih yang dibukukan senilai Rp1,809…

Volume Penjualan SMCB Masih Terkoreksi

Lesunya pasar semen dalam negeri dirasakan betul oleh PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB). Perusahaan yang dulunya PT Holcim Indonesia…