Dividen Merk Banyak Diserap Investor Asing

NERACA

Jakarta – Perusahaan farmasi asal Jerman, PT Merck Tbk (MERK) berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih sepanjang tahun 2014 lalu sebesar 3% atau menjadi Rp 181 miliar dibandingkan laba di akhir tahun 2013 sebesar Rp 175 miliar. Meskipun hanya membukukan laba tumbuh tipis, perseroan bakal membagikan dividen kepada pemegang saham sebesar Rp145,6 miliar, atau setara 80% dari laba komprehensif sebesar Rp181 miliar di 2014.

Ironisnya, pembagian dividen ini akan banyak diserap investor asing ketimbang investor lokalnya. Pasalnya, saat ini saham Merck masih dikuasai institusi asing sebanyak 92,89%, perorangan asing sebanyak 0,99%, institusi lokal 42 sebanyak 1,36% dan perorangan lokal sebanyak 4,77%,”Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan perseroan menyetujui ada 22,400 juta lembar saham yang dibagikan kepada pemegang saham, untuk dividen per saham mencapai Rp6.500 per lembar. Sehingga kita bagikan dividen sebesar Rp145,6 miliar untuk tahun buku 2014,”kata Direktur Keuangan Merck, Bambang Nurcahyo di Jakarta, Kemarin.

Sementara sisa dari laba bersih mencapai 20%, kata Nurcahyo akan di tahan dalam memperkuat struktur permodalan perseroan kedepannya. Disebutkan, untuk cum date pembagian dividen di pasar tunai akan jatuh pada 15 April 2015. Sedangkan pembagian dividen resmi dibayarkan pada 5 Mei 2015.

Selain itu, lanjut Bambang Nurcahyo, tahun ini perseroan akan melakukan pemecahan nilai saham atau stock split agar harga saham perseroan bisa terjangkau dan lebih likuid. Untuk aksi korporasi ini, perseroan tengah melakukan pembicaraan dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sayangnya, Bambang masih enggan membicarakan rasio jumlah dan nilai setelah pemecahan tersebut.

Saat ini, posisi saham perseroan berada di level Rp 145.000 per saham. Adapun, jumlah saham beredar di masyarakat (free float) sebesar 13%. Adapun total aset MERK terkumpul Rp716,6 miliar, yang terdiri dari aset lancar Rp595,3 miliat dan aset tetap dan tidak lancar Rp121,3 miliar. Sedangkan tota liablilitas sebesar Rp162,9 miliar, dan ekuitas Rp553,6 miliar.

Tahun lalu, Merk membukukan penjualan penjualan sebesar Rp1,2 triliun, dengan laba usaha sebesar Rp242 miliar,”Ini merupakan keberhasilan kami membukukan kinerja yang melampaui pasar secara umum pada 2014," kata Direktur Utama Merck, Martin Feulner.

Feulner menjelaskan Merck pada 2014 telah melakukan beberapa reorganisasi perseroan yang mempengaruhi laju bisnis perusahaan farmasi dan kimia tertua di dunia itu. Perubahan struktur perseoran itu menyusul penerapan peraturan pemerintah yang mengakhiri peran Merck sebagai distributor produk bahan kimia sejak pertengahan 2013. Divisi Kimia selama ini telah menjadi salah satu kontributor penting bagi perseroan.

Meski demikian, perseroan masih bertanggung jawab terhadap pengelolaan beberapa produk kimia, seperti bahan baku, bahan kimia berbahaya, bahan prekursor, etanol dan alat-alat kesehatan. Perseroan kini bertumpu pada dua divisi Divisi Kesehatan Konsumen dan Divisi Obat Resep Merck Serono.

Direktur Merck Sereno, Evie Yulin mengklaim divisi obat resep bertumbuh 15% atau hingga lima kali lipat dibandigkan industri, yang tumbuh 3,0%. Alasannya, kebijakan pemerintah melalui BPJS dengan memasukkan produk perseroan, dinilai telah menjadi driver pertumbuhan. Sementara Divisi lainnya, yakni Kesehatan Konsumen mencatatkan pertumbuhan sebesar 14%. (bani)

BERITA TERKAIT

Pesona Sapphire By The Gardens Diburu Investor - Tawarkan Banyak Kemewahan

NERACA Jakarta – Bisnis properti di Melbourne, Australia tengah booming seiring dengan pesatnya pembangunan proyek apartemen baru. Bahkan Melbourne yang…

Harga Saham Telkomunikasi "Berguguran" - Aksi Ambil Untung Investor

NERACA Jakarta – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis (12/10) di warnai aksi jual investor asing untuk melakukan…

Sanksi Delisting Pilihan Pahit Bagi Investor - Tertibkan Emiten Tidak Disiplin

NERACA Jakarta – Memberikan efek jera terhadap emiten-emiten nakal yang tidak disiplin memenuhi aturan pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Bidik Lebih Banyak Investor Asing - BEI Gelar Roadshow Pasar Modal Ke Tiongkok

NERACA Jakarta  - Meskipun penetrasi pasar modal di dalam negeri masih rendah, hal tersebut tidak membuat PT Bursa Efek Indonesia…

Bursa Berjangka Belum Optimal - Indonesia Defisit 2.500 Tenaga Pialang

NERACA Palembang – Mendorong Indonesia menjadi tuan di rumah sendiri dalam acuan harga komoditas dunia dan mensejahterakan para petani, merupakan…

Produksi TBS Milik Austindo Tumbuh 8%

NERACA Jakarta – Mulai pulihnya harga komoditas dunia, memberikan dampak berarti terhadap bisnis PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT). Pasalnya,…