IHSG Awal Pekan Bersemangat Menguat

Senin, 06/04/2015

NERACA

Jakarta – Pasca libur panjang, pelaku pasar modal mulai kembali masuk ke bursa dan memilih aksi beli menyambut musim pembagian dividen. Oleh karena itu, laju indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin awal pekan ini, diperkirakan akan bergerak menguat. Sebelumnya, indeks BEI Kamis pekan lalu ditutup melemah akibat aksi ambil untung.

Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, aksi jual saham masih berlanjut di bursa domestik, meski demikian laju bursa saham di kawasan Asia yang positif membuat penurunan IHSG BEI terbatas,”Investor asing yang kembali mencatatkan "nett buy" menahan tekanan IHSG BEI lebih dalam,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, masih adanya aksi jual oleh sebagian investor itu seiring dengan data kinerja emiten yang mayoritas sesuai dengan ekspektasi. Dengan demikian, situasi itu mendorong pelaku pasar melepas sebagian aset portofolio sahamnya."Sebelum emiten mempublikasikan laporan keuangannya, pelaku pasar sudah terlebih dahulu melakukan akumulasi beli, setelah itu pelaku pasar cenderung melepas sahamnya," katanya.

Sementara Kepala Riset Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo menambahkan, setelah angka inflasi Maret, pelaku pasar kembali menanti data-data ekonomi lainnya, yaitu neraca perdagangan, tingkat suku bunga acuan (BI Rate), dan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia,”Pemodal bisa fokus untuk mengakumulasi saham-saham perbankan, konsumer, dan ritel. Pemodal juga bisa mengambil posisi spekulatif pada saham-saham batubara terkait dengan tren naik pada harga minyak dunia,”ungkapnya.

Asal tahu saja, diakhir perdagangan Kamis lalu, IHSG ditutup melemah 10,46 poin atau 0,19% menjadi 5.456,39. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan (indeks LQ45) melemah 2,58 poin (0,27%) ke level 949,22. Transaksi investor asing hingga sore tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 269,371 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 207.264 kali dengan volume 5,935 miliar lembar saham senilai Rp 5,472 triliun. Sebanyak 137 saham naik, 147 turun, dan 97 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia kompak menguat menutup perdagangan sore. Hanya Bursa Efek Indonesia (BEI) yang sendirian di zona merah.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.225 ke Rp 74.500, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.000 ke Rp 52.000, Maskapai Reasuransi (MREI) naik Rp 650 ke Rp 3.250, dan Gowa Makassar (GMTD) naik Rp 500 ke Rp 7.000. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Matahari (LPPF) turun Rp 775 ke Rp 19.175, Lippo Cikarang (LPCK) turun Rp 325 ke Rp 11.325, Asahimas (AMFG) turun Rp 200 ke Rp 7.475, dan Ancol (PJAA) turun Rp 170 ke Rp 2.525.

Perdagangan sesi pertama, IHSG ditutup terkoreksi tipis 5,176 poin (0,09%) ke level 5.461,691. Sementara Indeks LQ45 melemah tipis 1,023 poin (0,11%) ke level 950,780. Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 116.378 kali dengan volume 3,639 miliar lembar saham senilai Rp 2,814 triliun. Sebanyak 128 saham naik, 112 turun, dan 108 saham stagnan.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka naik sebesar 13,29 poin atau 0,20% menjadi 5.480,16, sedangkan kelompok 45 saham unggulan (indeks LQ45) menguat 3,34 poin (0,35%) ke level 955,18,”Setelah mengalami penurunan tajam pada perdagangan kemarin (Rabu, 1/4), indeks BEI kembali bergerak menguat seiring dengan kepercayaan pasar terhadap ekonomi domestik sehingga mendorong investor untuk kembali melanjutkan aksi beli," kata analis Samuel Sekuritas, Akhmad Nurcahyadi.

Dia menambahkan bahwa kenaikan indeks BEI juga seiring dengan ekspektasi membaiknya kinerja emiten di kuartal pertama tahun ini. Di sisi lain, nilai tukar rupiah yang kembali bergerak menguat menambah dorongan bagi IHSG untuk melanjutkan kenaikan.

Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah menambahkan, pemerintah Indonesia sedang gencar melakukan pembangunan infrastruktur. Langkah pemerintah tersebut diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi kinerja saham sektor terkait,”Pemerintah berencana mencari sumber pendanaan melalui pinjaman dari Tiongkok dan Jepang. Kabarnya, pemerintah Indonesia mempunyai waktu tiga bulan untuk meyakinkan Tiongkok dan Jepang bahwa Indonesia tidak akan mengalami kendala pelunasan,”ujarnya.

Menurut dia, jika kedua negara kreditur bersedia mencairkan uang, maka berita itu terbilang positif bagi pelaku bisnis maupun investasi serta pelaku pasar di bursa saham. Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 105,08 poin (0,42%) ke 25.187,83, indeks Bursa Nikkei naik 253,55 poin (1,33%) ke 19.288,39, dan Straits Times menguat 2,22 poin (0,03%) ke posisi 3.448,13. (bani)