Total Emisi Obligasi Capai Rp 13,77 Triliun

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total emisi obligasi maupun sukuk yang diterbitkan hingga Kamis (2/4) mencapai Rp13,77 triliun. Nilai itu disumbang 11 emisi yang diterbitkan 10 emiten. Informasi tersebut dikutip dari laman BEI di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, total nilai penerbitan obligasi tersebut berasal dari dicatatkannya obligasi I Bank UOB Indonesia Tahun 2015. Nilai emisi obligasi sebesar Rp1,5 triliun tersebut terdiri atas tiga seri, yakni seri A senilai Rp400 miliar dengan jangka waktu 370 hari, seri B senilai Rp600 miliar dengan jangka waktu tiga tahun dan seri C senilai Rp500 miliar dengan tenor lima tahun.

Obligasi ini telah mendapat peringkat AAA, dengan prospek stabil dari PT Fitch Ratings. Adapun wali amanat emisi obligasi ini adalah PT Bank Permata Tbk. Sebelumnya telah dicatatkan Obligasi Berkelanjutan I Agung Podomoro Land tahap IV tahun 2015, yang diterbitkan PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN).

Nilai emisi obligasi dengan tingkat bunga tetap tersebut sebesar Rp99 miliar, dengan jangka waktu selama lima tahun. Obligasi ini telah mendapat peringkat idA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Dengan pencatatan ini, maka total emisi obligasi maupun sukuk yang tercatat di BEI hingga saat ini sebanyak 264 emisi dari 103 emiten, dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp229,06 triliun dan US$ 100 juta.

Surat Berharga Negara (SBN) tercatat mencapai 94 seri sebesar Rp1.305,49 triliun dan US$ 540 juta serta enam Efek Beragun Aset (EBA) senilai Rp2,84 triliun. Sementara sepanjang tahun lalu, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI mencapai Rp46,84 triliun, yang disumbang dari 49 emisi dari 36 emiten. (bani)

BERITA TERKAIT

Pemda Kalsel Tertarik Untuk Obligasi Daerah

NERACA Banjarmasin -Wakil Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Rudy Resnawan menyatakan tertarik dengan potensi pengembangan obligasi daerah sebagai sumber pendanaan untuk…

Elnusa Bukukan Pendapatan Rp 6,6 Triliun

Tahun 2018 kemarin, PT Elnusa Tbk (ELSA) membukukan pendapatan usaha sebesar Rp6,6 triliun atau naik 34,69% dibanding tahun 2017 sebesar Rp4,9…

Asuransi Simas Targetkan Premi Rp 7,9 Triliun

Tahun ini, PT Asuransi Sinar Mas (ASM) menargetkan premi bruto sebesar Rp 7,9 triliun. Perusahaan menyakini target tersebut tercapai seiring…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

PPRO Berikan Kran Air Siap Minum di Semarang

Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) pada lingkungan, PT PP Properti Tbk (PPRO) bersama…

Tawarkan IPO Rp 178 -198 Persaham - Interfood Bidik Kapasitas Produksi 10.600 Ton

NERACA Jakarta –Perusahaan produsen cokelat, PT Wahana Interfood Nusantara menawarkan harga penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO)…

Mandom Targetkan Penjualan Tumbuh 10%

Sepanjang tahun 2019, PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) membidik pertumbuhan penjualan sebesar 5% hingga 10%. Hal itu ditopang pertumbuhan penjualan…