Bank BUKU I Ajukan Diri Ikuti Laku Pandai

NERACA

Jakarta -Otoritas Jasa Keuangan memang telah resmi meluncurkan Program Laku Pandai dengan empat bank peserta di awal, yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Central Asia Tbk (ketiganyaBankUmum Kelompok Usaha / BUKU 4) danPT Bank Tabungan Pensiun Negara Tbk (BUKU 3).Tujuan dari peluncuranLaku Pandai ini untuk memperluas akses kalangan masyarakat ke produk dan jasa perbankan, sekaligus meningkatkan tingkat keuangan inklusif.

Namun, hal itu justru membuat PT Bank Mayora tertarik dan inginmengajukan izin kepada Otoritas Jasa Keuangan mengikuti layanan keuangan tanpa kantor tersebut dengan mengandalkan jaringan induk usaha yang sudah tersebar luas di Nusantara. Menariknya lagi, karenasaat ini bank milik Mayora Group itu masih masuk dalam kategori BUKU I. Perseroan baru berencana "naik kelas" menjadi BUKU 2 di triwulan II 2015 mendatang.

Direktur Utama PT Bank Mayora,Irfanto Oeij mengatakan, keikutsertaannya dalam program Laku Pandai ini akan memperkuat Mayora di pasar kredit mikro. Pasalnya, persebaran unit UMKM di Indonesia Timur yang menjadi sasaran Laku Pandai juga cukup luas.Mengenai rencana pembentukan kantor cabang di Indonesia Timur, sebagai salah satu syarat mengikuti Laku Pandai, Irfanto menuturkan perusahaan memiliki kelebihan dengan mengandalkan jaringan induk usaha Mayora yang sudah tersebar luas di Indonesia Timur.

"Program Laku Pandai akan kami masukkan dalam revisi rencana bisnis bank (RBB) bulan Juni 2015.Jaringan Mayora Group sudah sangat luas. Nah, kita akan manfaatkan itu dan bisa membuat kantor yang berdekatan dengan jaringan usaha Mayora," kata Irfanto di Jakarta, Rabu (1/4).Dari sisi bank, Mayora juga akan meningkatkan porsi kredit ke pelaku usaha UMKM hingga mencapai 56% dari portofolio kredit atau sekitar Rp2,26 triliun.

"Sasaran kami di UMKM masih di sektor perdagangan dan distribusi. Kredit di pasar-pasar tradisional, dan lainnya," ujarnya.Selain itu, Irfanto menilai "Laku Pandai" juga sangat menguntungkan bagi bank untuk memperluas jangkauannya. Program "Laku Pandai" dengan mengandalkan agen jauh lebih murah dibandingkan investasi yang harus dikeluarkan Bank jika mendirikan Kantor Cabang.

"Tapi memang mungkin biayanya agak mahal di awal karena harus menyediakan infrastruktur teknologinya," tambah Irfanto.Jika mendirikan kantor cabang, belanja modal yang harus dikeluarkan perusahaan jauh lebih besar. Untuk mendirikan sebuah Kantor Cabang Utama misalnya perusahaan harus berinvestasi sekitar Rp5 miliar, sedangkan untuk Kantor Cabang Pembantu sekitar Rp2 miliar.

"Ini memang jauh lebih murah, tapi kami akan lakukan persiapan dahulu," terang Irfanto.Namun secara keseluruhan, Mayora tetap memperluas bisnis dengan mendirikan 100 kantor cabang baru dalam lima tahun ke depan. Adapun pada 2015, setidaknya Mayora memastikan akan membangun tujuh yang berlokasi di Surabaya Jawa Timur, Bogor, Jawa Barat, dan DKI Jakarta. [ardi]

BERITA TERKAIT

Transportasi Massal Gunakan Satu Kartu Bank

Pengoperasian uji coba LRT di Rawamangun, Jakarta, harusnya bersamaan dengan uji coba pelaksanaan pembayaran kartu bank seperti e-money, flash, Brizzi…

Bank Dunia Prediksi Pertumbuhan Negara Berkembang Di Asia Timur dan Pasifik Melemah

    NERACA   Jakarta - Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan negara-negara berkembang di Asia Timur dan Pasifik akan sedikit melemah.…

Bank NTT Akhirnya Punya Dirut Baru

    NERACA   Jakarta - PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) bakal dinakhodai Direktur Utama (Dirut)…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BCA akan Merger Bank Royal dengan Anak Usaha Syariah

  NERACA   Jakarta - PT. Bank Central Asia Tbk mengungkapkan akan memerger atau menggabungkan anak usahanya PT. BCA Syariah…

Perang Dagang Diyakini Tak Gerus Pertumbuhan Kredit

      NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meyakini peningkatan perang dagang antara Amerika Serikat (AS)…

BI akan Melakukan Penyesuaian Kebijakan Moneter

    NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai Bank Indonesia (BI) akan melakukan penyesuaian kebijakan moneter…