Ketika Proyek Properti Selaras Dengan Alam

The Ayoma Apartemen

Kamis, 02/04/2015

NERACA

Jakarta – Prinsip dasar dalam bisnis properti yang tidak pernah luput dari pelaku usahanya adalah lokasi, lokasi dan lokasi. Pasalnya, lokasi yang strategis, memiliki akses jalan tol dan ditunjang transportasi masal menjadi salah satu nilai jual properti kepada konsumen. Maka tak ayal, hunian yang memiliki lokasi yang strategis menjadi buruan masyarakat dan imbasnya harganya pun terus merangkak naik.

Menyadari prinsip dasar industri properti masih pada lokasi, lokasi dan lokasi menjadi alasan bagi PP Properti, anak perusahaan dari PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) yang bergerak di industri properti sangat memperhatikan lokasi yang strategis dalam mengarap proyek baru. Biasanya PP Properti lebih memilih lokasi yang dekat dengan akses jalan tol, seperti proyek teranyarnya The Ayoma Apartemen di kawasan Serpong, Tangerang Selatan.

Direktur Pengembangan Bisnis PT PP Properti, Giyoko Surachmat mengatakan, bisnis properti sangat memperhatikan lokasi strategis sebagai salah satu nilai jual. Oleh karena itu, perseroan akan mengincar lahan pembangunan apartemen yang dekat dengan jalan tol,”Kami sering mengerjakan proyek Lippo, Sumarecon, dari situ belajar dan ngamati. Kebutuhan kosumen apa saja. Apa saja disediakan developer," ujarnya.

Dirinya menjelaskan, The Ayoma Apartemen dinilai menjadi pilihan investasi properti yang menjanjikan keuntungan. Pasalnya, selain berada di daerah kawasan properti dengan pertumbuhan nilai investasi yang tinggi, juga lokasi yang strategis dengan akses yang mudah. Dimana Ayoma apartemen di Serpong dapat di akses hanya tiga menit ke stasiun kereta api Rawa Buntu dan tol JORR yang telah terintegrasi dengan tol bandara, tol Jagorawi, tol dalam kota serta tol Cikampek.

Disebutkan, proyek Ayoma Apartemen berada di lahan seluas satu hektar dan PT PP Properti akan membangun dua menara apartemen yang akan mencakup1.000-1.200 unit apartemen. Direktur Operasi PT PP Properti Galih Saksono beralasan, di pilihnya Serpong karena lokasi kawasan tersebut tengah berkembang. Namun dibalik proyek apartemen yang digarap perseroan tidak melulu bicara bisnis semata atau profit oriented, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan. Oleh karena itu, pada proyek Ayoma apartemen di Serpong, perseroan sangat memberhatikan keselarasan terhadap alam.

Menurut Project Manager The Ayoma Apartment, Nurjaman, lokasi Ayoma apartemen di Serpong, merupakan lokasi yang unik karena masih ditumbuhi pepohonan rindang. Pihaknya tidak akan menggusur lingkungan asri tersebut, namun menjadikannya nilai tambah,”Kami targetkan 600 unit pada tower pertama terjual dalam waktu enam bulan dengan target pendapatan keduanya Rp 1 triliun," ujar Nurjaman.

Beyond Space

Disebutkan, dengan mengusung tagline Beyond Space, PP Properti memastikan dalam proyek propertinya tidak hanya sekedar menciptakan konsep arsitektur dan desain ruang bagi sebuah hunian, tetapi lebih dari itu menjaga keberlangsungan keragaman hayati. Kata Nurjaman, keputusan pembelian properti akan lebih selektif untuk proyek-proyek yang dapat memberikan aspek fungsional dan bukan sebagai spekulasi, karenanya proyek-proyek yang unik dan mempunyai konsep jelas yang akan bertahan dan diburu baik oleh end user maupun investor,”Kami berusaha agar setiap bangunan yang diciptakan dapat menjadi tempat yang nyaman, menyelaraskan kehidupan dengan alam di sekitarnya, dan membuat penghuninya menjadi sehat lahir dan batin,” tambahnya.

Nurjaman menegaskan, mengembangkan apartemen itu tidak selamanya identik dengan meratakan lahan yang sudah ada, apalagi menggusur. Namun, pengembangan apartemen itu bisa juga dengan menghargai kearifan lokal terutama kepada keluarga Ibu Lies sebagai pemilik lahan yang diajak kerjasama yang telah merintis rindangnya area ini semua. Perusahaan berkomitmen untuk tetap mempertahankan area Pecel Madiun sebagai bentuk usaha kuliner asli Indonesia,”Bayangkan dari luasan 1 hektar, kami tetap mempertahankan kearifan lokal berupa keteduhan taman di area Pecel Madiun seluas 4.000 m2 dan mengajak pebisnis kuliner-kuliner asli Indonesia lainnya untuk bergabung menjadi bagian dari Th Ayoma Apartment nantinya," jelasnya.

Sedangkan sisanya perusahaan hanya mengembangkan dua tower saja berikut fasilitas yang melingkupinya.“Secara bisnis, luasan lahan sebesar 1 hektar pastinya bisa menjadi 3 atau 5 tower. Hitungan hasil angka-angka bisnis pasti sangat menguntungkan. Namun kami sengaja mempertahankan 4.000 m2 berupa kearifan lokal yang telah menjadi heritage di Pecel Madiun ini. Dengan konsep ‘Avant Garde’, jelas diferensiasi produk Th Ayoma Apartment sangat berbeda dengan apartemen lainnya," ungkapnya.

Saat ini beberapa properti yang sedang dikembangkan dan dipasarkan PT PP Properti antara lain Paladian Park Jakarta, Grand Kamala Lagoon Bekasi (Central Business District), Grand Sungkono Lagoon (Superblock), Apartemen Pavilion Permata Tower 1 dan 2 Surabaya, Sungkono Business Park Surabaya, Apartemen The Ayoma Serpong, Gunung Putri Square Bogor, Payon Amartha Semarang, serta yang akan segera dikembangkan adalah Dharmahusada Surabaya. (bani)