Libur Panjang, IHSG Rawan Aksi Ambil Untung

NERACA

Jakarta –Posisi indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang kembali mencatatkan rekor baru, langsung di manfaatkan pelaku pasar dengan melakukan aksi ambil untung yang sudah terjadi sejak awal perdagangan. Alhasil, seharian laju indeks BEI terus tertekan dan mengakhiri perdagangan Rabu (1/4), IHSG ditutup anjlok 51,808 poin (0,94%) ke level 5.466,867. Sementara Indeks LQ45 ditutup anjlok 10,132 poin (1,05%) ke level 951,803.

Data inflasi yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) Maret 2015 sebesar 0,17% dibandingkan Februari 2015. Laju inflasi selama 2015 atau tahun kalender adalah -0,44% dan inflasi tahunan (year-on-year) 6,38%. Kondisi ini tidak memberikan sentiment positif terhadap laju indeks BEI. Berikutnya, seiring dengan libur panjang, indeks BEI Kamis diproyeksikan masih akan bergerak tertekan.

Transaksi investor asing hingga sore tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 490,245 poin di seluruh pasar. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 234.913 kali dengan volume 6,259 miliar lembar saham senilai Rp 6,419 triliun. Sebanyak 106 saham naik, 201 turun, dan 82 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia menutup perdagangan sore dengan mixed rata-rata menguat. Hanya pasar saham Jepang yang masih terkena koreksi. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Mitra Adiperkasa (MAPI) naik Rp 650 ke Rp 5.900, Trikomsel (TRIO) naik Rp 300 ke Rp 19.800, Mandom (TCID) naik Rp 300 ke Rp 19.800, dan Matahari (LPPF) naik Rp 250 ke Rp 19.950.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Djakarta (DLTA) turun Rp 4.950 ke Rp 280.050, Inti Agri (IIKP) turun Rp 820 ke Rp 2.480, Unilever (UNVR) turun Rp 625 ke Rp 39.025, dan Lionmesh (LMSH) turun Rp 550 ke Rp 8.275.

Perdagangan sesi pertama, IHSG terkoreksi 58,565 poin (1,06%) ke level 5.460,110. Sementara Indeks LQ45 anjlok 11,838 poin (1,23%) ke level 950,097. Laju inflasi yang masih dalam prediksi pelaku pasar itu tidak mampu menahan koreksi Indeks. Pelaku pasar domestik gencar mengambil untung atas saham-saham yang sudah naik tinggi.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 181.612 kali dengan volume 6,211 miliar lembar saham senilai Rp 5,209 triliun. Sebanyak 60 saham naik, 259 turun, dan 68 saham stagnan. Bursa-bursa regional bergerak mix hingga siang. Jatuhnya Wall Street memberi sentimen negatif.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Mitra Adiperkasa (MAPI) naik Rp 625 ke Rp 5.875, Matahari (LPPF) naik Rp 400 ke Rp 20.100, AKR Corporindo (AKRA) naik Rp 125 ke Rp 5.250, dan Matahari (MPPA) naik Rp 115 ke Rp 4.075. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Djakarta (DLTA) turun Rp 4.950 ke Rp 280.050, Hm Sampoerna (HMSP) turun Rp 875 ke Rp 72.600, Maskapai Reasuransi (MREI) turun Rp 735 ke Rp 2.220, dan Mandom (TDCI) turun Rp 700 ke Rp 18.800.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka melemah tipis sebesar 1,87 poin atau 0,03% menjadi 5.516,79. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan (indeks LQ45) turun 0,47 poin (0,05%) ke level 961,45. Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada mengatakan bahwa setelah menembus poin tertinggi, indeks BEI bergerak melemah, namun masih dalam kisaran terbatas menyusul masih kuatnya ekspektasi positif terhadap laju inflasi dan neraca perdagangan Indonesia yang sedianya akan dipublikasikan Rabu awal April, “Aksi beli saham oleh pelaku pasar masih cukup baik, sehingga diharapkan menahan tekanan lebih dalam, apalagi ada tambahan sentimen positif dari terapresiasi nilai tukar rupiah," katanya.

Dirinya memperkirakan bahwa potensi indeks BEI kembali menguat masih cukup terbuka, namun perlu diwaspadai juga terhadap data-data ekonomi yang akan dirilis, jika tidak sesuai ekspektasi maka berpotensi IHSG berbalik arah.

Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah menambahkan bahwa pergerakan IHSG diperkirakan terkendala oleh sentimen negatif dari bursa regional, yakni indeks Wall Street yang ditutup melemah seiring data ekonomi yang bervariasi menjelang akhir kuartal pertama. Dari dalam negeri, lanjut dia, meredanya sentimen laporan keuangan emiten dalam negeri tahun buku 2014 diperkirakan sudah mulai berkurang dukungannya bagi indeks BEI.

Oleh karena itu, IHSG bergerak melemah pada perdagangan saham Rabu. Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 109,01 poin (0,44%) ke 25.009,90, indeks Bursa Nikkei turun 102,49 poin (0,53%) ke 19.101,39, dan Straits Times melemah 1,49 poin (0,04%) ke posisi 3.446,11. (bani)

BERITA TERKAIT

Konflik AS dan Iran Menghantui Laju IHSG

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (24/6), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah…

Pendanaan Jangka Panjang - SSMS Siapkan Transaksi Afiliasi Rp 2,52 Triliun

NERACA Jakarta – Rencanakan ekspansi penghiliran sawit dan tambahan pendanaan dalam jangka panjang, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS) menyiapkan…

Mengambil Untung dari Perang Dagang

  Oleh: Nailul Huda, Peneliti INDEF   Sudah lebih dari 3 tahun pasca terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Indonesian Tobacco Patok IPO Rp219 Persaham

NERACA Jakarta - Perusahaan pengolahan tembakau, PT Indonesian Tobacco Tbk menawarkan harga penawaran umum perdana saham (IPO) senilai Rp219 per…

Tridomain Tawarkan Bunga Obligasi 10,75%

PT Tridomain Performance Materials Tbk. (TDPM) menawarkan obligasi II tahun 2019 senilai Rp400 miliar. Berdasarkan prospektus ringkas yang dirilis perseroan di…

Saham LUCK Masuk Dalam Pengawasan BEI

Lantaran telah terjadi peningkatan harga saham di luar kewajaran atau unusual market activity (UMA), kini perdagangan saham PT Sentra Mitra…