MNCN Raup Laba Bersih Rp 1,76 Triliun

Kamis, 02/04/2015

NERACA

Jakarta – Sepanjang tahun 2014, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) membukukan laba bersih sebesar Rp1,76 triliun di akhir 2014, atau naik 4,14% dari posisi laba sebesar Rp1,69 triliun di 2013. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (1/4).

Tercatat laba per saham perseroan menjadi Rp125,76 per saham di tahun lalu, atau naik dari posisi sebesar Rp120,73 per saham di 2013. Laba kotor perseroan menjadi Rp3,85 triliun di akhir 2014, atau naik dari posisi sebesar Rp3,67 triliun di 2013. Laba sebelum pajak perseroan menjadi Rp2,54 triliun, atau naik dari posisi Rp2,39 triliun di 2013. Laba bersih tahun berjalan perseroan menjadi Rp1,88 triliun di tahun lalu, atau naik dari posisi sebesar Rp1,81 triliun di 2013.

Hal tersebut merupakan buah manis dari tumbuhnya pendapatan perseroan yang menjadi Rp6,66 triliun di akhir tahun lalu, dari posisi sebesar Rp6,52 triliun di akhir 2013. Beban langsung perseroan menjadi Rp2,81 triliun di 2014, atau turun dari posisi Rp2,85 triliun. Beban program dan penyiaran menjadi Rp2,59 triliun di 2014, atau turun dari posisi Rp2,62 triliun di 2013. Beban media cetak menjadi Rp129,08 miliar, atau turun dari posisi Rp139,16 miliar di akhir 2013, serta beban penyusutan dan amortisasi sebesar Rp90,04 miliar, dari posisi sebesar Rp87,32 miliar di 2013.

Posisi liabilitas perseroan menjadi Rp4,21 triliun, dari posisi sebesar Rp1,87 triliun di 2013. Sedangkan ekuitas perseroan menjadi Rp9,39 triliun di 2014, atau tumbuh dari posisi Rp7,74 triliun di 2013. Adapun total aset MNC per Desember 2014 menjadi Rp13,61 triliun atau naik dari posisi aset sebesar Rp9,615 triliun di akhir 2013.

Belum lama ini, perseroan membentuk usaha patungan (joint venture agreement) yang telah di tandatangani pada 9 Maret 2015. Hal ini dilakukan perseroan untuk memperkokoh di bisnis media melalui pengembangan bisnis periklanan. Corporate Secretary Media Nusantara Citra, Syafril Nasution pernah bilang, usaha patungan tersebut sehubungan dengan rencana pendirian perusahaan patungan (joint venture company) yang akan bergerak di bidang usaha periklanan (advertising).

Menurut dia, aturan tersebut disampaikan untuk memenuhi ketentuan Peraturan X.K.1. Saat ini, PT Media Nusantara Citra Tbk memiliki bisnis inti di content dan kepemilikan serta pengoperasian tiga dari 10 TV free to air nasional di Indonesia yakni RCTI, MNCTV, dan GlobalTV, serta 18 channel yang diproduksi oleh MNC yang disiarkan di TV berlangganan.

Selain itu, perseroan juga memiliki basis media dan usaha lainnya yang bertujuan untuk mendukung bisnis inti MNC. Bisnis pendukung tersebut terdiri dari radio, media cetak, talent management, dan rumah produksi. Asal tahu saja, awal tahun 2015 saham-saham di bawah bendera MNC Group terbang tinggi alias naik signifikan.

Kepala Riset Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, kinclongnya pergerakan harga saham MNC Group disebabkan oleh kinerja perusahaan yang berlari kencang. (bani)