Keller Williams Realty Indonesia Luncurkan "The Millionaire Real Estate Agent"

Kamis, 02/04/2015

NERACA

Jakarta – Perusahaan agen properti asal Amerika Serikat, yang beroperasi penuh sejak pertengahan 2013, Keller Williams Realty Indonesia (KWRI), meluncurkan buku “The Millionaire Real Estate Agent” (MREA) edisi bahasa Indonesia. Penulis buku MREA adalah Gary Keller (Co Founder and Chairman of Keller Williams Realty Inc), Dave Jenks dan Jay Papasan (Chief Publishing Officer Keller Williams Realty Inc – USA).

President Keller Williams Realty Indonesia Tony Eddy menjelaskan, di Amerika dan di berbagai negara lainnya, buku ini telah menjadi acuan utama bagi para pebisnis real estate agent dari berbagai merk dan franchise. “Kami yakin, buku ini juga akan segera menjadi acuan bagi para pebisnis real estate agent di Indonesia,” kata Tony.

Lebih lanjut Tony mengatakan, di tengah persaingan bisnis agen properti yang semakin ketat di Indonesia maupun di berbagai negara, dan telah dimulainya pasar bebas ASEAN (MEA) pada tahun 2015, maka saat ini dibutuhkan sebuah strategi, model bisnis dan cara pandang atau paradigma baru agar bisa menang bersaing dengan para professional dari negara tetangga yang akan hadir di pasar Indonesia.

“Buku MREA sarat dengan pencerahan yang merubah cara pandang dan perilaku kerja para real estate agent tanpa mengenal nama organisasi dan merek kantor Anda bekerja. Buku ini tidak bicara soal apa brand Anda, tetapi mengupas dan mengajarkan apa yang harus anda kerjakan tahap demi tahap agar sukses menjadi Millionaire Real Estate Agent,” ujar Tony.

Buku ini, lanjut Tony, telah merubah hasrat hidup banyak agen properti tingkat dunia, yang awalnya hanya sebagai real estate agent perseorangan, kemudian membentuk tim, lalu menjadi mega agen yang bisa melakukan ratusan bahkan ribuah transaksi setiap tahunnya.

“Tujuan akhir dari buku ini adalah menjadikan Anda sukses sebagai pemilik bisnis real estate agent dengan penghasilan jutaan dollar atau puluhan miliar rupiah setiap tahunnya. Harapan kami buku MREA edisi bahasa Indonesia ini bisa ikut serta dalam mencerdaskan bangsa dan memberi pencerahan kepada para pebisnis real estate agent di tanah air demi tercapainya dunia bisnis real estate agent yang lebih professional dan bermartabat,” papar Tony.

Sementara Jay Papasan menjelaskan ada lima pokok penting yang dijabarkan dalam buku MREA. Pertama, Menjadi Peraih Sukses Lebih Tinggi dalam Setiap Hal. Situasi apapun yang Anda alami, jangan pernah bertindak secara negatif. Lihatlah selalu sisi positifnya. Kedua, Mengelola Pikiran Anda. Pola pikir yang Anda miliki akan menentukan keberhasilan Anda dalam bisnis. Pastikan bahwa Anda fokus pada rencana yang positif dan progresif. Ketiga, Kreatifitas Tanpa Model akan Membuat Anda Kehilangan Arah. Model akan melengkapi Anda dengan ilmu bisnis yang canggih dan teruji. Tanpa rencana dan model yang matang membuat Anda tidak efektif dan produktif secara maksimal.

Keempat, Memberdayakan Tim Anda. Dengan mengelola staff Anda secara tepat dan mengarahkan mereka untuk bertindak sebagai tim, Anda akan dengan segera mampu memberikan arah kepada tim Anda untuk mengikuti Anda menuju sukses. Orang ingin bekerja dan dengan memberikan arah, sama dengan memberikan bahan bakar bagi usaha mereka.

Kelima, Gunakan Hukum 80:20. Begitu Anda mengetahui apa yang merupakan 20% dari usaha Anda yang menghasilkan 80% dari produktifitas Anda, sempurnakan terus usaha Anda tersebut. Sebaliknya, apabila Anda banyak melakukan aktifitas yang tidak berkontribusi terhadap keberhasilan Anda, lupakan aktifitas tersebut.

Model Baru

Dalam dunia bisnis real estate agent tingkat dunia, kata Tony, Keller Williams Realty telah melahirkan sebuah evolusi dalam Real Estate Industry. Model tradisional yang pernah ada dalam Real Estate Industry menciptakan hubungan yang bersifat dependent antara para agent properti dan perusahaan di mana mereka bekerja. Model ini masih dipakai oleh real estate broker lainnya hingga saat ini. Model ini membuat para agent bergantung sepenuhnya kepada perusahaan dan mempunyai kesempatan kecil untuk meraih prestasi yang maksimal.

Model yang pernah muncul setelah model tradisional, jelas Tony, adalah model yang menciptakan hubungan antara para agent dan perusahaan menjadi independent (terlepas sama sekali). Model ini biasa disebut dengan 100% Companies. Model ini menarik bagi para top agen karena komisi akan dinikmati oleh para agent secara 100%. Para agent harus membayar sewa ‘meja’atau tempat kerja kepada perusahan real estate agent. Model ini memang menggiurkan bagi para top agen namun harus diingat bahwa model ini membuat perusahaan tidak akan memberikan support kepada para agen. Akibatnya para agent harus bertanggung jawab untuk segala resiko yang berkaitan dengan keuangan, legal maupun management lainnya. Relasi yang tercipta antara para agent dan perusahaannya adalah relasi antara tenant dengan landlord-nya.

Keller Williams berhasil melahirkan model yang menciptakan relasi yang interdependent antara para agen dan perusahaannya. Di dalam model ini tercipta suatu relasi yang saling mendukung dan saling berjuang untuk meraih sukses bersama. Para agen mempunyai kesempatan seluas-luasnya untuk meraih sukses yang tidak terbatas dengan tetap memperoleh dukungan penuh dari perusahaan. Dengan demikian para agen terbebas dari resiko financial, legal maupun managemen aspek lainnya.

“Model inilah yang membuat Keller Williams mampu bertahan dan menjadi Real Estate Company No 1 di Amerika bahkan di dunia secara total agent yang di miliki. Karena dengan model ini para agen tidak lagi tergiur untuk ‘bedol desa’ sebaliknya mereka tetap akan berkarier dalam Keller Williams Realty,” jelas Tony.

4 Keunggulan

Keller Williams mempunyai banyak keunggulan dibandingkan broker-broker real estate lainnya. Namun secara khusus Keller Williams mempunyai keunggulan di 4 area yang menjadikan Keller Williams sebagai pembaharu (innovator) dan pelopor (leader) di dalam industri real estate. Keempat area itu adalah Education, Marketing and Technology, Wealth Building dan Culture.

Education. Keller Williams mempunyai komitmen yang tidak tertandingi oleh perusahaan broker lainnya dalam bidang pendidikan. “Kami mempunyai pelatihan di dalam kelas yang sudah terstruktur maupun pelatihan berdasarkan permintaan dan kebutuhan. Kami juga mempunyai pelatihan secara online maupun program coaching yang sudah memperoleh penghargaan nomer 1 di USA. Keller Williams selalu berusaha menyediakan program pelatihan untuk bisnis real estate yang paling maju dan comprehensive,” kata Tony.

Marketing dan Technology. Platform Marketing dan Technology Keller Williams menjadi salah satu yang paling inovatif dalam industri real estate di dunia. Fokus Keller Williams adalah selalu mendorong para agen untuk berkembang dalam bisnis real estate dengan menghemat waktu dan uang para agent.

Wealth Building. “Platform Wealth Building Keller Williams dibangun berdasarkan pemikiran bahwa para agen kami secara aktif berpartisipasi dalam membesarkan dan membangun kantor real estate broker di dalam area bisnis mereka dan serta terlibat aktif juga dalam memperbesar kesempatan untuk memperoleh keuntungan secara financial,” jelas Tony.

Culture. Akhirnya kultur yang diciptakan oleh Keller Williams yakni menciptakan rasa kekeluargaan dan rasa memiliki di kalangan para agen dan pemilik kantor. Hal ini merupakan sesuatu yang langka dan unik dalam bisnis real estate. Siapapun yang berada di dalam lingkungan Keller Williams adalah bagian dari keluar besar Keller Williams.

Mengenai besar investasi yang dibutuhkan untuk membuka sebuah kantor Keller Williams tidak akan jauh berbeda dengan brand-brand lainnya. ”Justru inilah kelebihan dari Keller Williams dengan nilai investasi yang tidak jauh berbeda namun kelebihan dan keuntungan yang akan didapat oleh para investor akan jauh lebih besar bila dibandingkan dengan brand-brand lainnya,” ujar Tony.

“We believe that real estate is a local business, driven by individual agents and their presence within their communities” Berdasarkan keyakinan Keller Williams tersebut, maka strategi untuk membesarkan Keller Williams di Indonesia selalu berpijak pada dua hal.

Pertama, mulai dari dalam yaitu orang lokal yang menguasai pasar lokal baik untuk pencarian agen baru maupun investor yang akan membuka kantor Keller Williams. Kedua, mulai dari atas yaitu orang kunci atau orang yang sudah berprestasi di bidang bisnis real estate yang akan menjadi fokus utama kami untuk bisa berperan aktif dalam membuka kantor Keller Williams.

“Dengan kedua strategi ini, setiap gerak langkah kita selalu berada di dalam koridor bisnis real estate yang benar. Hal ini lebih memastikan keberhasilan yang akan diraih oleh setiap agen yang akan bergabung maupun para investor yang akan membuka kantor Keller Williams,” papar Tony.

15 Kantor Baru

Keller Williams Realty Indonesia diresmikan keberadaannya oleh Keller Williams Realty International pada bulan Desember 2012. Namun secara operasional penuh, Keller Williams Realty Indonesia baru mulai pada pertengahan 2013. Sampai sekarang ada 2 kantor Keller Williams yang sudah beroperasional secara penuh di Indonesia yaitu Keller Williams Casablanca yang berlokasi di Mall Ambasador, Kuningan, Jakarta dan Keller Wiliams Bali, Kuta yang berlokasi di Bali.

“Masih ada 6 kantor lagi yang dalam waktu dekat ini akan beroperasi secara penuh di berbagai kota besar di Indonesia, antara lain di Solo dan Yogyakarta. Di tahun 2015 kami menargetkan dapat membuka 15 kantor lagi di Indonesia,” ungkap Tony.