Saham Arpeni Pratama Disuspensi BEI

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) saham PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk (APOL). Dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (1/4), Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Group 2 BEI, Umi Kulsum dan Kepala Divisi Operasional Perdagangan BEI, Eko Siswanto menjelaskan, penghentian sementara ini sehubungan dengan penundaan pembayaran kepada pemegang obligasi ke-14 dan pemegang SBJM syariah APOL II tahun 2008.

Oleh karena itu, bursa memutuskan untuk melakukan penghentian sementara perdagangan efek (saham dan obligasi) perseroan di seluruh pasar terhitung sejak sesi pertama perdagangan efek Rabu hingga pengumuman lebih lanjut. Selain itu, pihak BEI meminta kepada pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk. (bani)

BERITA TERKAIT

BEI Kembali Perdagangkan Saham GTBO

Sejak disuspensi di 2015 lalu, kini PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali memperdagangkan saham PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO)…

BEI Bakal Tambah Tiga Sektor Saham Baru - Perbanyak Perusahaan Go Public

NERACA Jakarta – Dalam rangka meningkatkan likuiditas dan transaksi harian di pasar, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana menambah tiga…

BEI Masih Tagih Freeport Listing di Bursa

Meskipun isu divestasi saham PT Freeport Indonesia saat ini meredup dan tidak lagi menguak di pasar, namun hal tersebut tidak…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pasok Permintaan PLN - DWGL Kejar Produksi 8 Juta Ton Batu Bara

NERACA Jakarta – Resmi mencatatkan saham perdananya di pasar modal pada perdagangan Rabu (13/12), PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL)…

Samindo Anggarkan Capex US$ 13,8 Juta

NERACA Jakrta - Tahun depan, PT Samindo Resources Tbk (MYOH) perusahaan penyedia jasa pertambangan batu mengalokasikan capex sebesar US$ 13,8…

Permintaan Ban TBR Meningkat - GJTL Genjot Produksi Jadi 3.500 Ban Perhari

NERACA Jakarta - Mengandalkan pasar ekspor dalam menggenjot pertumbuhan penjualan, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) terus meningkatkan kapasitas produksi dan…