free hit counter

Kebijakan Anggaran Tumpang Tindih Penyebab Kebocoran

DANA Rp 6,2 TRILIUN BERPOTENSI MENGUAP

Senin, 19/09/2011

 Jakarta – Bocornya dana APBN disinyalir bukan hanya akibat ulah korupsi. Tapi juga karena tumpang tindih penggunaan anggaran. Bukan hanya double budget, malah hingga triple budget di sejumlah kementerian dan lembaga (K/L). Buntutnya, uang negara sekitar Rp 6,3 triliun berpotensi menguap.

NERACA

"Triple budget di 189 daerah bisa menghilangkan uang negara Rp 6,3 triliun dan ini sangat merugikan masyarakat karena akan masuk dalam kas parpol," kata Koordinator Advokasi dan Investigasi etua Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Uchok Sky Khadafi di Jakarta, Minggu (18/9)

Menurut dia, terjadinya tumpang tindih alokasi anggara itu, misalnya pada Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (DPPID). Ini karena, Badan anggaran (Banggar) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dituding ikut melolosan duplikasi anggaran tersebut. Ditambah lagi, regulasi juga ikut memudahkan terjadinya korupsi.

”Banggar menyalurkan dananya berdasarkan permintaan Pemda yang disebut aspirasi daerah. Dana ini untuk percepatan infrasktruktur. Sedangkan kementerian memiliki dewan alokasi khusus (DAK) yang tugasnya juga menyalurkan dana ke daerah-daerah,” paparnya.Next