Fungsi Mainan Edukatif Dalam Pendidikan

Sabtu, 04/04/2015

NERACA

Dunia anak adalah dunia bermain. Melalui kegiatan bermain yang mengandung edukasi, daya pikir anak terangsang untuk merangsang perkembangan emosi, perkembangan sosial dan perkembangan fisik.

Anak usia awal sekolah dasar memiliki karakteristik yang unik. Ia merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak ke masa siap belajar, oleh karena itu pendekatan yang digunakan juga merupakan pendekatan yang integratif. Selain itu, pemilihan media dan metode yang sesuai akan menolong perkembangan pembelajaran mereka secara signifikan.

Dalam hal ini, alat pendidikan edukatif (APE) sebagai sarana penunjang untuk memberikan stimulan pada anak cukup diperlukan. Pasalnya, seseorang yang sejak kecil bermain sebuah mainan, lebih kreatif dari anak yang tidak pernah memainkan mainan.

Permainan dikenal sebagai sebuah kegiatan baik fisik maupun kognitif yang bersifat menyenangkan. Game bisa dilakukan indoor maupun outdoor. Seorang trainer biasa menggunakan berbagai permainan untuk mencairkan suasana guna mencapai tujuan pelatihan.

Hal ini sebenarnya dapat dimanipulasi oleh guru dalam pembelajaran agar siswa merasa tertantang (karena biasanya game bersifat kompetitif) dan senang dalam belajar. Yang patut dikuasai oleh guru adalah pengayaan terhadap berbagai permainan agar setiap materi pelajaran dapat disampaikan dengan menyenangkan.

Dalam menentukan permainan edukatif, selayaknya guru sebagai pendidik di sekolah dapat memilih dan menyediakan media-media yang dapat mendukung perkembangan kepribadian anak, yang menyangkut fisik, intelektual, sosial, moral dan emosional anak. Dalam memilih permainan edukatif, guru harus memperhatikan kelayakan dan kemanan mainan tersebut.

Beberapa alternatif media pembelajaran yang dapat digunakan, diantaranya adalah material puzzle sebagai media, teka teki silang, kartu, gambar, film dan video, serta CD interaktif.