Guru, Kunci Suasana Belajar Yang Menyenangkan

NERACA

Sekolah sebagai institusi formal memiliki peranan yang sangat penting dalam peningkatan penguasaan ilmu pengetahuan, namun juga mengembangkan dan membentuk moralitas dan karakter peserta didik.

Dalam hal ini, guru memegang peranan penting agar pelajaran sulit jadi menyenangkan dan punya andil dalam menentukan siswa yang unggul di bidang tertentu. Sehingga pelajaran yang kerap menjadi momok siswa tidak akan menjadi musuh bagi siswa jika guru dapat membangun suasana belajar yang nyaman.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengatakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) memfokuskan kepada penguatan profesionalitas dan kompetensi guru agar tercipta suasana belajar yang menyenangkan bagi siswa.

"Berbicara mengenai pendidikan, selama ini kita banyak berbicara bukan pada pelakunya," kata Mendikbud Anies dalam acara Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) di Sawangan, Depok, Jawa Barat baru-baru ini.

Kata kunci dari pendidikan, papar dia, adalah penguatan aktor pendidikan. Aktor pendidikan yang dimaksud adalah guru, kepala sekolah, pengawas, orang tua, dan siswa. Para aktor pendidikan itu merupakan komponen paling strategis dalam upaya mencerdaskan bangsa.

"Kami akan konsentrasi pada pelakunya. Guru adalah kunci. Profesionalitas dan kompetensi guru yang sejatinya menentukan suasana di dalam kelas, agar menyenangkan bagi siswa," ujar dia

Sementara, sambung Mendikbud, orang tua adalah pendidik utama dan pertama bagi anak. Jadi sangat penting untuk dilibatkan melalui fasilitasi rujukan pendidikan anak dan praktik baik.

Ya, sebagai elemen utama dalam ekosistem pendidikan yang terdekat dengan anak, orangtua mempunyai banyak keunggulan dan kesempatan untuk menjadi berdaya membentuk perilaku dirinya dan anak dalam keluarga.

Guna lebih mengaktifkan peran orang tua pada anak, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan belum lama ini membentuk direktorat khusus yang ditujukan untuk pendidikan orang tua.Direktorat ini pusat orang tua untuk mencari informasi agar mengetahui perkembangan fisik anak, perkembangan mental, dan perkembangan akademik anaknya masing-masing.

Diharapkan direktorat Parenting Education ini dapat menyajikan standar menjadi orang tua yang bermartabat yang dapat disusun oleh orang tua. Memberikan peningkatan wawasan tentang pentingnya peran ayah dan bunda dalam mendidik anak sedini mungkin, meningkatkan ketahanan pangan keluarga, mencegah perilaku destruktif, memahami gizi dan pola hidup sehat, serta menerapkan pengarusutamaan gender.

"Kami mengimbau agar para insan pendidikan tidak sekedar melihat pendidikan sebagai pelaksanaan program tapi yang penting adalah sebuah gerakan," kata Mantan Rektor Universitas Paramadina itu.

BERITA TERKAIT

Keuangan Inklusif yang Ekslusif

  Oleh: Ariyo DP Irhamna Peneliti INDEF   Pada 13 Februari 2018, Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kehormatan Utusan Khusus…

NU Care-LAZISNU Siap Kelola Dana Zakat yang Dihimpun BAZNAS

Jakarta, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menggandeng Lembaga Amil Zakat (LAZ) berbasis Ormas. Enam LAZ Ormas di antaranya NU Care-LAZIS…

Masih Banyak Sekolah Yang Rusak

      Sekjend Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Heru Purnomo, menyebut ada sejumlah sekolah di berbagai daerah yang mengalami…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Pengembangan Strat Up Dimulai dari Kampus

      Pengembangan perusahaan pemula atau "start-up company" harus dimulai dari kurikulum di perguruan tinggi, demikian disampaikan Rektor Universitas…

Berpacaran Dibawah Umur, Ini Dampak Negatifnya

      Pada saat ini, kita hidup di dalam generasi milenial, dimana orang-orang hidup berdampingan dengan teknologi. Teknologi komunikasi…

Kembalikan Lagu untuk Anak Indonesia

      Lagu merupakan suatu bentuk seni yang digemari setiap kalangan dan sebuah bentuk ekspresi yang dapat menembus banyak…