Telkomsigma Incar Pendapatan Rp 2,5 Triliun

Genjot Kontribusi Data Center

Kamis, 02/04/2015

NERACA

Jakarta - Besarnya pertumbuhan pasar informasi dan komunikasi (ICT) dalam negeri yang ditaksir mencapai Rp 100 triliun, memacu para pelaku industri ICT terus berlomba-lomba meraup untung dari potensi pasar tersebut. Langkah inilah yang dilakukan PT Telkomsigma, perusahaan yang bergerak di bidang IT untuk terus mengembangkan produk terbaru menjawab kebutuhan pasar.

Presiden Direktur Telkomsigma Judi Achmadi mengatakan, tahun ini kita meluncurkan tiga produk baru untuk meraup potensi pasar yang ada. Ketiga produk layanan tersebut diantaranya, system integraton yang ditargetkan memberikan kontribusi pendapatan sebesar 50%, data center dengan kontribusi 35% dan management services ditargetkan kontribusi 15%,”Melalui ketiga produk ini diharapkan pendapatan Telkomsigma bisa tumbuh menjadi Rp 2,5 triliun, dibandingkan pendapatan tahun 2014 sebesar Rp 1 triliun,”ujarnya di Jakarta,kemarin.

Perseroan yang merupakan anak usaha dari PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dengan bisnis solusi teknologi dan komunikasi, membidik pasar financial and banking sebesar 30%, industri telko sebesar 40% dan sisanya corss industri atau private sebesar 30%.

Kata Judi, pendapatan TelkomSigma pada 2014 terus meningkat bahkan mencapai 10 kali lipat ketika perusahaan itu diakuisisi Telkom pada 2010 yang baru membukukan pendapatan sekitar Rp185 miliar. Dia menjelaskan, pertumbuhan bisnis Telkomsigma selalu mencapai 30% setiap tahun, jauh di atas pertumbuhan industri yang bergerak dikisaran 15%-20%

Disebutkan, pendapatan terbesar Telkomsigma saat ini berasal dari bisnis sistem integrasi mencapai 50%, disusul data center 35% dan managed services berupa "Cloud Computing" sebesar 15%. Namun seiring perkembangan, Telkomsigma akan menaikkan kontribusi pendapatan dari data center menjadi 40-45% dan menurunkan porsi sistem integrasi.

Menurut Judi, bisnis sistem integrasi lebih banyak berbasis proyek, sedangkan bisnis data center diyakini dapat menjadi penopang utama pendapatan perseroan ke depan. Perseroan mengklaim, data center pada bisnis data center Telkomsigma memiliki keunggulan dengan layanan "Always On" didukung tiga data center yang berlokasi di Serpong, Sentul dan Surabaya,”Saat ini jumlah luas areal data center Tekomsigma sekitar 60.000-65.000 meter per segi. Sampai dengan akhir tahun 2015, data center ditargetkan akan mencapai 100.000 meter per segi,”ungkapnya.

Dengan luas 100.000 meter per segi maka pada akhir tahun 2015 TelkomSigma tetap menjadi penguasa data center di Tanah Air dengan pangsa pasar 50%, meningkat dari saat ini sekitar 35%. Maka untuk mencapai target cata center seluas 100.000 meter per tersebut, Telkomsigma mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp1 triliun. "Hingga tahun 2014 dana capex terserap sekitar Rp600 miliar. Sedangkan 2015 capex dianggarkan sekitar Rp625 miliar atau 25% dari total target pendapatan 2015," ujar Judi. (bani)