Pemeriksaan Darah Secara Mandiri Mempuyai Syarat Khusus

NERACA

Pemeriksaan tekanan darah mandiri memiliki sejumlah syarat khusus, di antaranya harus menggunakan alat pengukur yang presisi dan tidak boleh secara sembarangan. "Ukur tekanan darah setiap 3-4 hari, lalu dilakukan pagi dan malam atau waktu lainnya," kata dr. Siska S. Danny, SpJP.

Dokter spesialis jantung ini mengungkapkan, hipertensi atau tekanan darah tinggi umumnya tak memiliki gejala khusus dan hanya dapat dideteksi dengan memeriksakannya secara berkala.

"Pemeriksaan tekanan darah berkala penting demi menghindari terjadi komplikasi," ungkapnya.

Menurut Siska, sekalipun memang belum ada konsensus bersama tentang waktu pemeriksaan, namun disarankan pemeriksaan tekanan darah dilakukan setiap dua tahun sekali untuk orang dewasa di atas usia 20 tahun meskipun tanpa gejala. Sementara pada kelompok usia 40 tahun ke atas, pemeriksaan tekanan darah perlu dilakukan satu tahun sekali.

"Pemeriksaan dilakukan terutama pada mereka yang tekanan darah sebelumnya termasuk normal tinggi yakni 130-139/80-89 mmHg, memiliki faktor risiko penyakit kardiovaskuler seperti diabetes dan kolesterol," kata dia.

Siska mengungkapkan, karena tanpa bergejala,sebagian besar pasien hipertensibaru menyadari penyakitnya itu saat sudah terjadi komplikasi.

"Karena keluhan baru muncul saat ada gangguan organ dan komplikasi. Ini artinya sudah terlambat. Kalau sudah kena jantung misalnya baru muncul gejala seperti sesak nafas dan sakit dada," ungkap Siska.

Hipertensi terjadi saat tekanan darah sistolik berada di atas 140 mmHg. Pasien hipertensi seringkali diobati agartekanan darahnya turun ke tingkat normal, yakni kurang lebih 120 mmHg.

Berdasarkan American Heart Association, tekanan darah sistolik optimal adalah kurang dari 120 mmHg dan semakin rendah tekanan darah adalah lebih baik.

Meskipun tekanan darah rendah biasanya dianggap aman, tekanan darah kronis disertai tanda dan gejala tertentu dapat menjadi berbahaya. Gejala seseorang menderita tekanan darah rendah di antaranya pusing, pingsan, dehidrasi, kurang konsentrasi, penglihatan kabur, mual, pernapasan tak normal, kelelahan dan depresi.

Siska menambahkan,pemeriksaan tekanan darahdapat dilakukan secara mandiri ataupun melalui bantuan tenaga medis yang kompeten.

BERITA TERKAIT

AXA Mandiri – Kemenkes Berdayakan Masyarakat Difabel

      NERACA   Jakarta - PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) bersama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia…

Pemerintah akan Bagikan Sertifikat Lahan Secara Masal pada Juni

  NERACA   Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil menargetkan pembagian sertifikat lahan masyarakat…

Peta Lahan Pertanian Indonesia Kini Tersedia Secara Daring - Sektor Produksi

NERACA Jakarta – Peta informasi lahan pertanian dalam bentuk peta skala 1:50.000 kini telah tersedia dalam jaringan (daring/online) untuk seluruh…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Cara Kurangi Berat Badan Bagi yang Ketagihan Makan

Menjaga berat badan tetap ideal menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian orang. Apalagi bagi mereka yang ketagihan makan, dan susah mengontrol…

Ini Beberapa Cara Untuk Detoksifikasi Tubuh

Banyak hal yang dapat membuat orang meninggalkan kebiasaan-kebiasaan sehat, dari kesibukan kerja hingga cuaca yang mendukung tertularnya penyakit. Selama beberapa…

Konsumsi Sayur Bisa Turunkan Risiko Serangan Jantung

Nasihat untuk selalu mengonsumsi sayuran demi kesehatan tak lagi bisa disepelekan. Sayuran terbukti kurangi risiko serangan jantung. Sebuah studi yang…