Tingkat Pengetahuan Orang Tua Masih Rendah

Terkait Manfaat Sarapan

Sabtu, 04/04/2015
Tingkat Pengetahuan Orang Tua Manfaat Sarapan Masih Rendah NERACA Dari 7 sampai 10 anak Indonesia kekurangan gizi sarapan yang mempengaruhi kemampuan mereka untuk menangkap pelajaran dan beraktivitas fisik. Mempertimbangkan besar masalah sarapan dan berbagi dampak buruknya, atas inisiasi Pergizi Pangan Indonesia, pada tahun 2013, lima pimpinan organisasi gizi dan pangan Indonesia bersama Menko Kesra telah menetapkan dan mendeklarasikan Pekan Sarapan Nasional yang perlu dirayakan setiap tahun pada tanggal 14-20 Februari. Disamping itu melalui Permenkes No 41/2015 tentang pedoman gizi Seimbang, ditetapkan bahwa salah satu dari pesan dari 10 pesan Gizi Seimbang adalah "Biasakan Sarapan”. Pada tahun ini, pergizi pangan Indonesia telah menyelenggarakan pendidikan sarapan sehat kepada 25.000 siswa dan 1000 guru SD di 20 kota/kabupaten. Para ahli gizi sepakat bahwa sarapan sehat adalah makan dan minum yang memenuhi seperempat kebutuhan gizi harian dan dikonsumsi sebelum jam 9 pagi. Oleh karenanya, sarapan sehat salah satu bagian penting untuk mewujudkan generaso yang sehat berprestasi. Ibu Nila Djuwanita Anfasa Moeloek, Menteri Kesehatan RI menghimbau, sarapan adalah waktu makan terpenting dalam satu hari yang dapat menunjang kemampuan berpikir, bekerja, dan melakukan aktivitas fisik secara optimal serta mencegah kekurangan atau kelebihan gizi. "Saya menghimbau seluruh masyarakat Indonesia untuk menyadari pentingnya sarapan dengan makanan dan minuman yang sehat dan membiasakannya dengan keluarga setiap hari. Ayo biasakan Sarapan Sehat Sebelum Jam 9," katanya di Jakarta, Minggu 29/03/2015. Menurutnya konsumsi makanan setelah jam 9 pagi sudah dianggap snacking (camilan), dan bukan lagi sarapan. Apabila anak tidak sarapan, maka mereka akan mudah capai, gelisah dan gampang marah/rewel. Tidak sarapan merupakan masalah yang serius, karena berhubungan dengan resiko gangguan pertumbuhan fisik dan mental anak. Sedangkan Ricky Afrianto, Global Marketing Director Mayora Nutrition, mengungkapkan lebih lanjut dukungannya kepada Kementrian Kesehatan, melalui Gerakan Nasional Sarapan Sehat Sebelum Jam 9, dengan puncak acara sarapan serentak 25.000 orang di 4 kota besar Indonesia, kami harap semakin banyak keluarga yang terbiasa sarapan sehat sebelum jam 9 pagi dengan jenis sarapan sumber sumber Karbohidrat, Protein, Lemak dan Vitamin-Mineral antara lain Susu, Telur, Sereal dan Sigmavit (vitamin dan mineral) seperti yang terdapat di kandungan Energen. Ayo Sarapan Sehat Sebelum Jam 9. Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, MS, Ketua Umum Pergizi Pangan menjelaskan, sarapan sehat menjaga anak tetap semangat dan bertenaga dipagi hari. Sarapan sehat bukan sekedar mencegah rasa lapar tetapi juga memberikan energi dan gizi yang dibutuhkan anak untuk belajar, bermain dan berolahraga. "Kebiasaan sarapan sehat setiap pagi pada anak telah terbukti membantu anak fokus belajar dan meningkatkan prestasi. Itulah sebabnya, sarapan sehat perlu dilakukan sebelum jam 9 pagi. Ayo Sarapan Sehat Sebelum Jam 9," ungkapnya. Demi mengatasi masalah 7 dari 10 anak Indonesia yang kekurangan Gizi Sarapan, mari kita Rayakan Pekan Sarapan Nasional 2015, dan dukung bersama Gerakan Nasional Sarapan Sehat Sebelum Jam 9.

NERACA

Dari 7 sampai 10 anak Indonesia kekurangan gizi sarapan yang mempengaruhi kemampuan mereka untuk menangkap pelajaran dan beraktivitas fisik.

Mempertimbangkan besar masalah sarapan dan berbagi dampak buruknya, atas inisiasi Pergizi Pangan Indonesia, pada tahun 2013, lima pimpinan organisasi gizi dan pangan Indonesia bersama Menko Kesra telah menetapkan dan mendeklarasikan Pekan Sarapan Nasional yang perlu dirayakan setiap tahun pada tanggal 14-20 Februari.

Disamping itu melalui Permenkes No 41/2015 tentang pedoman gizi Seimbang, ditetapkan bahwa salah satu dari pesan dari 10 pesan Gizi Seimbang adalah "Biasakan Sarapan”.

Pada tahun ini, pergizi pangan Indonesia telah menyelenggarakan pendidikan sarapan sehat kepada 25.000 siswa dan 1000 guru SD di 20 kota/kabupaten.

Para ahli gizi sepakat bahwa sarapan sehat adalah makan dan minum yang memenuhi seperempat kebutuhan gizi harian dan dikonsumsi sebelum jam 9 pagi. Oleh karenanya, sarapan sehat salah satu bagian penting untuk mewujudkan generaso yang sehat berprestasi.

Ibu Nila Djuwanita Anfasa Moeloek, Menteri Kesehatan RI menghimbau, sarapan adalah waktu makan terpenting dalam satu hari yang dapat menunjang kemampuan berpikir, bekerja, dan melakukan aktivitas fisik secara optimal serta mencegah kekurangan atau kelebihan gizi.

"Saya menghimbau seluruh masyarakat Indonesia untuk menyadari pentingnya sarapan dengan makanan dan minuman yang sehat dan membiasakannya dengan keluarga setiap hari. Ayo biasakan Sarapan Sehat Sebelum Jam 9," katanya di Jakarta, Minggu 29/03/2015.

Menurutnya konsumsi makanan setelah jam 9 pagi sudah dianggap snacking (camilan), dan bukan lagi sarapan. Apabila anak tidak sarapan, maka mereka akan mudah capai, gelisah dan gampang marah/rewel. Tidak sarapan merupakan masalah yang serius, karena berhubungan dengan resiko gangguan pertumbuhan fisik dan mental anak.

Sedangkan Ricky Afrianto, Global Marketing Director Mayora Nutrition, mengungkapkan lebih lanjut dukungannya kepada Kementrian Kesehatan, melalui Gerakan Nasional Sarapan Sehat Sebelum Jam 9, dengan puncak acara sarapan serentak 25.000 orang di 4 kota besar Indonesia, kami harap semakin banyak keluarga yang terbiasa sarapan sehat sebelum jam 9 pagi dengan jenis sarapan sumber sumber Karbohidrat, Protein, Lemak dan Vitamin-Mineral antara lain Susu, Telur, Sereal dan Sigmavit (vitamin dan mineral) seperti yang terdapat di kandungan Energen. Ayo Sarapan Sehat Sebelum Jam 9.

Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, MS, Ketua Umum Pergizi Pangan menjelaskan, sarapan sehat menjaga anak tetap semangat dan bertenaga dipagi hari. Sarapan sehat bukan sekedar mencegah rasa lapar tetapi juga memberikan energi dan gizi yang dibutuhkan anak untuk belajar, bermain dan berolahraga.

"Kebiasaan sarapan sehat setiap pagi pada anak telah terbukti membantu anak fokus belajar dan meningkatkan prestasi. Itulah sebabnya, sarapan sehat perlu dilakukan sebelum jam 9 pagi. Ayo Sarapan Sehat Sebelum Jam 9," ungkapnya.

Demi mengatasi masalah 7 dari 10 anak Indonesia yang kekurangan Gizi Sarapan, mari kita Rayakan Pekan Sarapan Nasional 2015, dan dukung bersama Gerakan Nasional Sarapan Sehat Sebelum Jam 9.