Imunitas Rendah Rentan Terserang Penyakit

Kebanyakan mereka yang berada dalam usia produktif (20-35) umumnya memiliki kesibukan kerja yang sangat tinggi, diikuti dengan kehidupan sosial yang aktif. Kehilangan momen dalam pekerjaan dapat juga berakibat panjang terhadap reputasi kerja dan kehidupan sosial.

NERACA

Memahami akan pentingnya untuk tetap prima saat menjalankan aktivitas yang tinggi sekaligus turut menjaga produktivitas kerja bagi kalangan usia produktif, Bayer Indonesia, memperkenalkan, Saridon White & Black.

Saat berada pada usia produktif, kebanyakan orang memiliki kecenderungan untuk menghabiskan hampir setengah dari waktunya di luar rumah, baik untuk bekerja maupun bersosialisasi. Keseimbangan pekerjaan dan kehidupan (Work-Life Balance) memberikan kontribusi terhadap performa yang lebih tinggi. Tingkat berkegiatan yang tinggi ini sangat memungkinkan mereka menjadi rentan terhadap penyakit.

Menurut Perhimpunan Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia (PERDOKI) tingkat produktifitas tenaga kerja dapat dipengaruhi dengan ketidakteraturan atau keseimbangan antara istirahat yang optimal dengan aktivitas yang berlebihan. Penyakit umum seperti flu dan batuk seringkali diderita oleh para pekerja kantoran karena adanya „sick building syndrome’.

“Penyebab turunnya produktivitas sangat dekat dengan lingkungan kerja sehari-hari. Salah satu penyakit yang seringkali muncul karena imunitas yang sedang rendah adalah flu dan batuk. Saat musim sakit flu, sekitar 1/3 lingkungan kantor diendapi kuman penyebab sakit flu. Terlebih lagi ruangan kantor yang sirkulasi udaranya buruk, ditambah dengan interaksi antar karyawannya sangat intens. Namun, 80% pekerja bersikeras untuk tetap pergi bekerja ketika mereka sakit. Sehingga lingkungan kerja menjadi lebih mudah terkena virus dan bakteri,” kata dr. Nusye E. Zamsiar, MS, SpOK, ketua umum perhimpunan spesialis kedokteran okupasi Indonesia.

dr. Nusye mengatakan, tingkat produktifitas tenaga kerja dapat dipengaruhi dengan ketidakteraturan atau keseimbangan antara istirahat yang optimal dengan aktivitas yang berlebihan.

“Produktifitas yang tinggi tanpa menjaga kesehatan di saat sistem imunitas menurun akan sangat memungkinkan rentan terhadap pengaruh penyakit. Penyakit Flu dan Batuk walaupun terkadang tidak diperhatikan pengobatannya yang pas secara efisien akan sangat menggangu kinerja,” katanya.

Keenan Pearce, seorang Pengusaha Muda yang juga hadir dalam konferensi pers ini menceritakan, bagi saya bekerja di industri kreatif tidak pernah berhenti untuk terus menghasilkan karya-karya unik yang tidak biasa. Pekerjaan saya tersebut tidak mengenal waktu dan sering sekali ruangan yang digunakan tidak pernah berganti udara dari pagi sampai malam.

“Tidak hanya di kantor, kegiatan sayapun terus berlanjut dengan bertemu komunitas lain untuk mendapatkan inspirasi baru. Kegiatan yang beragam dan non stop tersebut pastinya akan sangat rentan untuk mengalami kesehatan yang menurun, dan yang paling sering saya alami adalah penyakit flu dan batuk,” ungkapnya.

“Sehingga dalam kesibukan saya ini, saya membutuhkan obat yang pas dan praktis sebagai jawaban untuk memiliki dorongan dalam membuktikan kemampuan diri saya dengan menunjukkan kinerja tinggi tanpa kehilangan momen penting. Dan sayapun tetap berkarya dan memanfaatkan momen yang ada untuk terus memperlihatkan aktualisasi saya,” ujarnya.

Saridon White & Black merupakan obat Flu dan Batuk dengan 2 formula baru, kaplet putih untuk pagi atau siang hari (4 kaplet) yang tidak menyebabkan kantuk dan kaplet hitam (2 kaplet) untuk membantu istirahat optimal di malam hari. Saridon White & Black ditujukan untuk membantu kendala kesehatan di pagi/siang dan malam kepada mereka yang membutuhkan obat yang pas dan praktis dalam mengimbangi gaya hidup yang lebih dinamis dan serba cepat di saat usia produktif.

Keseimbangan antara produktifitas kerja dan istirahat yang optimal menjadi dasar diluncurkannya Saridon White & Black, yang menjawab kedua kebutuhan tersebut dengan kepraktisan 2 formula dalam 1 kemasan blister.

Related posts