Mutiara Berubah Jadi J Trust Indonesia

NERACA

Jakarta - PTBank Mutiara Tbk terhitung sejak Senin (30/3) mengganti nama menjadi Bank J Trust Indonesia melalui keputusan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta."Ini adalah konsekuensi dari pengambilalihan bank oleh perusahaan Jepang, J Trust itu sebagai perusahaan yang global, sehingga mereka ingin menyeragamkan nama Bank J Trust di seluruh dunia," kata Direktur Utama Bank Mutiara, Ahmad Fajar, Senin (30/3).

Ketika ditemui setelah mengikuti RUPSLB, Ahmad menjelaskan bahwa perubahan nama akan efektif setelah mendapat persetujuan Kementerian Hukum dan HAM, dan Otoritas Jasa Keuangan selaku regulator. "Perubahan nama tersebut diharapkan dapat mempercepat pembangunan kultur korporasi yang sama dengan J Trust Group," kata Fajar, menambahkan.

Penggantian nama perseroan tentu mengeluarkan biaya, namun Fajar mengemukakan bahwa pihaknya mengupayakan seefisien mungkin. "Walaupun kepemilikannya hampir sepenuhnya dikuasai asing, tapi kami ingin berlaku lokal," tuturnya.Selain itu, untuk menghindari kebingungan di kalangan pegawai dan nasabah pihak direksi juga akan melakukan sosialisasi internal dan upaya persiapan lainnya hingga 3-6 bulan ke depan.

Dalam RUPSLB itu, juga disetujui perkuatan struktur permodalan bank dengan menambah setoran modal sebesar Rp300 miliar melalui penerbitan saham tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).Dengan demikian sejak resmi dimiliki oleh J Trust Co.Ltd pada November 2014, total modal yang telah disetor pemegang saham telah mencapai Rp600 miliar.

"Sebelumnya di Desember tahun lalu, J Trust sudah memberikan modal sebesar Rp300 miliar. Tidak hanya tahun ini, untuk tahun-tahun selanjutnya juga demikian. Ini upaya untuk memperkuat bank," ujarnya menjelaskan.Melalui penambahan modal tersebut, total modal bank yang dulu bernama Bank Century itu telah mencapai Rp1,43 triliun dan membuat komposisi saham yang dikuasai J Trust menjadi 99,07%. [ardi]

BERITA TERKAIT

LIPI: Oligarki Parpol Perburuk Kualitas Demokrasi Indonesia

LIPI: Oligarki Parpol Perburuk Kualitas Demokrasi Indonesia NERACA Jakarta - Kepala Pusat Penelitian Politik pada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)…

Catatan Positif Penegakan HAM di Indonesia

  Oleh : Muhammad Ridean, Pemerhati Sosial Kemasyarakatan   Pelanggaran HAM merupakan permasalahan serius di Indonesia, beberapa kasus bahkan harus…

Indonesia Terlambat Kembangkan Ekonomi Syariah

  NERACA Surabaya - Indonesia sebagai negara yang mayoritas berpenduduk Muslim perlu lebih cepat mengejar ketertinggalan ekonomi syariah dibanding negara-negara…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Asosiasi Dukung Penindakan Fintech Ilegal

      NERACA   Jakarta - Asosiasi FinTech Indonesia (AFTECH) mendukung penindakan hukum terhadap aksi perusahaan teknologi finansial (tekfin)…

Bank Mandiri Targetkan Pertumbuhan Kredit 11,5%

  NERACA   Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 11,5 persen pada 2019 lebih rendah…

Adira Insurance Berikan Penghargaan 23 Kota - Sistem Tata Kelola Keselamatan Jalan

      NERACA   Jakarta - Asuransi Adira menyelenggarakan Indonesia Road Safety Award (IRSA) sebagai upaya untuk menyadarkan pentingnya…