Pendalaman Pasar Keuangan, Skema Jibor Diubah

NERACA

Jakarta -Bank Indonesia mengubah sistem penetapan suku bunga penawaran antarbank atau "Jakarta Interbank Offered Rate" agar pelaku pasar memiliki suku bunga acuan yang sama dan lebih kredibel.Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara meyakini, kredibiltas yang ditawarkan dari skema baru JIBOR akan memberikan acuan untuk setiap instrumen pasar keuangan sehingga akan memperdalam pasar keuangan.

"Penyempuraan aturan ini akan mejadikan suku bunga acuan yang diumumkan adalah 'rate' yang mencerminkan 'rate' yang sebenarnya, dan yang benar-benar ditransaksikan," ujar Mirza di Jakarta, Selasa (31/3).Sistem penentuan JIBOR sebelumnya, diakui Mirza, membuat level suku bunga penawaran sulit dijadikan referensi oleh pelaku pasar dan ekonomi untuk melakukan transaksi keuangan.

Hal tersebut karena bank-banknya terlalu beragam dan suku bunga yang disamakan juga tidak mencerminkan suku bunga sebenarnya.Perubahan untuk penyempurnaan Jibor ini dilakukan melalui penerbitan Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 17/2 PBI/2015 tanggal 26 Maret 2015 tentang Penawaran Bunga Antarbank.

PBI ini akan mengatur penetapan bank kontributor yaitu bank yang menyampaikan suku bunga penawaran untuk tenor satu tahun ke bawah. SementaraKetua Tim Gugus Tugas Pendalaman Pasar Keuangan, Treesna Wilda Suparyono, menambahkan beberapa perubahan yang dalam sistem penetapan JIBOR antara lain BI mengeliminasi 9 bank yang sebelumnya menjadi bank kontributor untuk Jibor.

Sehingga, jumlah bank kontributor sekarang menjadi 21 bank."Dahulu ada 30 bank kontributor dan kini dikaji lagi bank mana saja yang aktif bertransaksi sekaligus memiliki yang memiliki kondisi yang bagus," kata dia.Bank Indonesia juga menghapus JIBOR untuk dolar AS karena sangat minimnya transaksi keuangan domestik dengan valas yang menggunakan acuan JIBOR.

PBI ini juga mengubah definisi JIBOR menjadi rata-rata dari suku bunga indikasi pinjaman tanpa agunan (unsecured) yang ditawarkan dan dimaksudkan untuk ditransaksikan oleh bank kontributor kepada bank kontributor lain untuk meminjamkan rupiah untuk tenor tertentu di Indonesia.

Kemudian, BI juga menetapkan JIBOR untuk menjadi acuan dalam tenor overnight (O/N), 1 minggu, 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan dan 12 bulan.Mengenai perubahan batas waktu, BI menetapkan suku bunga yang ditawarkan dapat ditransaksikan secara riil di antara bank kontributor dalam kurun waktu 10 menit sesudah waktu pengunguman yakni pukul 10.00 WIB.Peraturan Bank Indonesia tentang Suku Bunga Penawaran Antarbank ini akan diikuti dengan Surat Edaran Ekstern, dan mulai berlaku sejak 1 April 2015. [ardi]

BERITA TERKAIT

Menggenjot Skema KPBU di Sektor Pariwisata

    NERACA   Jakarta - Sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang tumbuh secara masif di tahun ini. Bahkan,…

Skema Lelang Gula Rafinasi Dinilai Tidak Efektif

  NERACA Jakarta – Lembaga Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menyatakan distribusi gula rafinasi melalui mekanisme lelang dinilai tidak…

Perusahaan Bisa Manfaatkan Pasar Modal - Danai Ekspansi Bisnis

NERACA Jakarta - Besarnya likuiditas di pasar modal, tentunya bisa dimanfaatkan para pelaku bisnis untuk mendanai ekspansi bisnisnya jangka panjang…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

The Fed Naikkan Suku Bunga 25 Bps

      NERACA   Washington - Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya…

Amartha Salurkan Pembiayaan Rp200 miliar

      NERACA   Jakarta – PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) telah menyalurkan pembiayaan dengan model financial technology (fintech)…

Mahasiswa GenBI Diharapkan jadi Garda Terdepan

      NERACA   Bogor - Bank Indonesia (BI) meminta kepada seluruh mahasiswa penerima beasiswa BI dapat mendedikasikan ilmu…