Semen Batujara Incar Laba Tumbuh 12,19%

Rabu, 01/04/2015

NERACA

Jakarta – Tahun ini, PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) menargetkan pertumbuhan laba bersih sebesar 12,19% menjadi Rp368 miliar di tahun ini, dari posisi laba sebesar Rp328 miliar di tahun lalu,”Laba bersih kita tingkatkan 12% di tahun ini, dari raihan di tahun lalu,”kata Direktur Utama Semen Baturaja, Pamudji Raharjo di Jakarta, Selasa (31/3).

Dia menuturkan, laba bersih sebesar Rp368 miliar akan didorong oleh target produksi semen yang bakal meningkat 38% menjadi 1,75 juta ton, dari realisasi produksi semen sebesar Rp1,264 juta ton di tahun lalu. Volume penjualan perseroan bakal ditingkatkan sebesar 39% menjadi 1,75 juta ton, dari realisasi volume penjualan sebesar 1,262 juta ton di tahun lalu.

Menurutnya, dengan pertumbuhan produksi tersebut, diharapkan mampu mengerek pendapatan tahun ini sebesar Rp1,71 triliun atau meningkat sebesar 41% dibanding 2014 sebesar Rp1,22 triliun. Tahun lalu, produsen semen milik pemerintah ini berhasil membukukan laba bersih mencapai Rp328,34 miliar di atau tumbuh 5,2% dari posisi Rp312,18 miliar di 2013.

Adapun dari sisi penjualan, perseroan berhasil meningkatkan penjualan sebesar Rp1,22 triliun atau tumbuh empat persen dibanding raihan 2013. Harga jual sebesar Rp962.151 per ton atau tumbuh sebesar empat persen dari raihan Rp925.713 per ton di 2013. Kemudian berdasarkan rapat umum pemegang saham, perseroan bakal membagikan dividen tunai sebesar Rp82,08 miliar atau setara 25% dari raihan laba bersih Rp328,33 miliar di 2014,”Kita bagikan dividen sebesar Rp82,08 miliar kepada pemegang saham, atau setara 25% dari laba bersih setahun lalu,”kata Pamudji Raharjo.

Porsi pembagian dividen sebesar Rp82,08 miliar, bakal disalurkan ke dua sisi yaitu pemerintah RI dan publik. Sebanyak Rp62,57 miliar akan dibagikan kepada pemerintah RI dan sisanya Rp19,50 miliar akan dibagikan kepada publik. Adapun sisa laba sebesar Rp246,25 miliar, atau setara 75% dari raihan laba di tahun lalu akan di tahan sebagai modal perseroan. Dividen akan diberikan selambat-lambatnya selama tiga puluh hari.

Belum lama ini, PT Semen Baturaja merealisasikan pembangunan pabrik semen baru dengan kapasitas produksi 1,85 juta ton per tahun senilai Rp3,2 triliun. Kemudian terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), perseroan bakal menaikkan harga semen sebesar2% yang akan di terapkan mulai semester kedua tahun ini.

Menurut Pamudji Rahardjo, kenaikan harga di semester II adalah hal yang normal. Selama ini anggaran turun di kuartal II,”Kenaikan harga di semester II. Itu biasanya normal karena selama ini anggaran turun di April dan Mei, tender semester II di start," ujarnya.

Dia menjelaskan, penerapan harga dilakukan berdasarkan mekanisme pasar yang ada. Sementara untuk efisiensi distribusi pihaknya akan bekerja sama dengan pihak perkeretaapian,”Mekanisme pasar harga, tergantung itu. Kita anggarkan rata-rata 2%. Efisiensi saya sampaikan distribusi kita kerja sama dengan kereta api lebih murah," pungkas Pamudji. (bani)