Cetak Rekor, IHSG Bertahan di Zona Hijau

Rabu, 01/04/2015

NERACA

Jakarta – Maraknya emiten yang menyampaikan laporan keuangan dengan pertumbuhan yang cukup positif, memberikan dampak terhadap peningkatan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang kembali mencetak rekor baru, meskipun di hadang aksi ambil untung investor. Menutup perdagangan, Selasa (31/3), IHSG melesat 80,019 poin (1,47%) ke level 5.518,675. Sementara Indeks LQ45 melonjak 15,473 poin (1,63%) ke level 961,935.

Analis dari Investa Saran Mandiri, Kiswoyo Adi Joe mengatakan, optimisme pelaku pasar saham di dalam negeri terhadap data makro ekonomi domestik yang sedianya akan dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada 1 April 2015 besok mendorong IHSG BEI bergerak menguat,”Investor cukup aktif melakukan akumulasi saham menyusul ekspektasi positif terhadap ekonomi domestik itu sehingga mendorong IHSG BEI menembus rekor baru ke posisi 5.518 poin, poin tertinggi sebelumnya berada di level 5.514 poin pada 6 Maret 2015 lalu,”paparnya di Jakarta, Selasa (31/3).

Dirinya memperkirakan, laju inflasi Maret 2015 di kisaran 0,3-0,5%, angka itu dinilai masih cukup stabil. Inflasi yang rendah dan stabil itu diharapkan dapat menjaga konsumsi masyarakat, diharapkan akan berlanjut ke depannya,”Tingkat inflasi nasional secara tahunan (year on year) diharapkan tetap rendah, dan tren perbaikan neraca perdagangan Indonesia terus berlanjut, sehingga defisit terus mengalami penurunan dan ," katanya.

Sementara analis HD Capital Yuganur Wijanarko menambahkan, di tengah laju IHSG BEI yang mencetak poin tertinggi baru itu, pelaku pasar direkomendasikan untuk melirik saham-saham berkapitalisasi tidak terlalu besar di sektor perbankan dan konstruksi BUMN yang secara teknikal masih berpotensi menguat,”Sesuai ekspektasi, pelaku pasar saham melakukan beli setelah bergerak konsolidasi sehingga indeks BEI mencetak kenaikan,”paparnya.

Dia mengemukakan bahwa beberapa saham yang dapat diperhatikan diantaranya, Bank Jabar dan Banten Tbk (BJBR), Bank Jatim Tbk (BJTM), Wika Beton Tbk (WTON), Waskita Karya Tbk (WSKT). Berikutnya, indeks BEI Rabu diperkirakan masih berada di zona hijau. Sebagai informasi, rekor tertinggi IHSG sebelumnya ada di level 5.514,787 pada Jumat 6 Maret 2015 setelah melonjak 63,840 poin (1,17%). Tak sampai sebulan rekor ini bisa dipecahkan. Lonjakan IHSG ini berkat aksi beli investor asing yang cukup tinggi. Transaksi investor asing hingga tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 882,086 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 312.419 kali dengan volume 7,257 miliar lembar saham senilai Rp 7,832 triliun. Sebanyak 197 saham naik, 101 turun, dan 94 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia malah berbalik arah ke zona merah dan rata-rata sore ini ditutup negatif. Hanya pasar saham Hong Kong yang bertahan positif.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 4.975 ke Rp 73.475, Delta Djakarta (DLTA) naik Rp 4.500 ke Rp 285.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.500 ke Rp 51.000, dan Matahari (LPPF) naik Rp 900 ke Rp 19.700. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 650 ke Rp 16.900, Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 300 ke Rp 10.200, Indo Kordsa (BRAM) turun Rp 200 ke Rp 3.700, dan Dayin Mitra (ASDM) turun Rp 130 ke Rp 850.

Perdagangan sesi pertama, IHSG melesat 51,647 poin (0,95%) ke level 5.490,303. Sementara Indeks LQ45 menanjak 11,650 poin (1,23%) ke level 958,112. Satu sektor industri di lantai bursa masih melemah, yaitu sektor agrikultur. Saham-saham komoditas yang sempat naik tinggi terkena aksi ambil untung.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 158.446 kali dengan volume 3,21 miliar lembar saham senilai Rp 3,647 triliun. Sebanyak 176 saham naik, 83 turun, dan 95 saham stagnan. Bursa-bursa regional bergerak mix hingga siang meski sudah diberi sentimen positif dari Wall Street. Pasar saham Jepang dan Singapura masih tertinggal di zona merah.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG dibuka menguat sebesar 52,31 poin naik 52,31 poin atau 0,96% menjadi 5.490,97, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak menguat 13,29 poin (1,40%) menjadi 959,75,”Akumulasi sentimen positif dari dalam dan luar negeri menjadi katalis positif bagi IHSG untuk menguat pada perdagangan saham Selasa" kata Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah.

Dia mengemukakan, katalis positif yang datang dari dalam negeri yakni berupa laporan laba perusahaan yang cenderung tumbuh sehingga mendorong pelaku pasar kembali melakukan akumulasi saham. Dari eksternal, lanjut dia, munculnya sinyal bahwa bank sentral Amerika Serikat (AS) kemungkinan belum akan menaikan suku bunga acuan di pertengahan tahun menjadi salah satu pendorong bursa saham AS dan berdampak ke Asia, termasuk indeks BEI,”Akan tetapi, situasi masih menggantungkan ketidakpastian akan kebijakan moneter AS, hal ini dapat menimbulkan pesimisme para pelaku pasar," katanya.

Dari Tiongkok, dia menambahkan bahwa pemerintah Tiongkok yang ingin menghindarkan perekonomiannya dari deflasi dengan mengeluarkan banyak anggaran untuk infrastruktur, dan melonggarkan kebijakan moneternya akan berdampak positif terhadap perekonomian global sehingga berdampak baik pada pasar saham,”Sentimen Tiongkok itu mengabaikan masalah utang Yunani dengan para kreditur internasionalnya guna mendapat bantuan keuangan untuk menghindari krisis likuiditas," tuturnya.

Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 75,31 poin (0,30%) ke 24.930,43, indeks Bursa Nikkei naik 49,62 poin (0,26%) ke 19.459,06, dan Straits Times melemah 9,26 poin (0,24%) ke posisi 3.446,96. (bani)