Simulator Yang Siap Cetak Perwira Muda Di Kudus - Full Mission Bridge Simulator

SMK Wisudha Karya menjadi satu-satunya sekolah yang memiliki Full Mission Bridge Simulatoruntuk paket keahlian Nautika Kapal Niaga di kabupaten Kudus. Simulator ruang pengendali kapal laut ini memang menjadi salah satu teknologi yang sangat penting dalam menunjang pendidikan dan mencetak pelaut-pelaut handal tanah air.

SMK Wisudha Karya memiliki sejumlah fasilitas pendukung yang dapat menunjang proses pembelajaran. Ruang Full Mission Bridge Simulator didesain laiknya ruang kemudi kapal, di dalam ruangan berukuran 12x8 meter itu terdapat sejumlah alat yang juga terdapat ruang kemudi kapal. Di ruangan ini para siswa akan mendapat pembelajaran langsung tentang navigasi kapal juga pengoperasiannya.

Para calon perwira muda ini dibekali dengan dasar ilmu kepelautan selama tiga tahun ditambah dengan praktik kerja selama satu tahun. Lulusannya akan mendapatkan sertifikat Ahli Nautika Tingkat IV, atau Certificate of Competency Class 4 yang diakui dunia internasional. Pemenuhan fasilitas tersebut merupakan kerja bersama antara Djarum Bakti Pendidikan bersama PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia, dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation.

“Penandatangan MoU dengan Djarum Foundation ini membuktikan komitmen kami terhadap pembangunan berkelanjutan di bidang sosial di Indonesia yang merupakan salah satu negara utama tujuan investasi kami dan di mana kami pun bertujuan untuk mewujudkan full banking service”, ujar Masayuki Shimura, Presiden Komisaris SMBCI dan ManagingDirector, Head of Asia Pacific Division andEmerging Market Business Division SMBC.

“Pada awal kerja sama ini, kami mendukung pembangunan sumber daya manusi agar menjadi tenaga kerja professional dan berkualitas, melalui dukungan kami pada sekolah kejuruan”, Masayuki Shimura menambahkan.

“Djarum Foundation telah melakukan program peningkatan kualitas Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kudus, Jawa Tengah sejak tahun 012 lalu. Dalam program ini, kami fokus mengembangkan beberapa paket keahlian pilihan pada bidang pekerjaan berpenghasilan tinggi, seperti Teknologi Informasi, Teknik Pemesinan, Kuliner, dan Fashion”, ujar Primadi H. Serad selaku Progam Director Djarum.

Selanjutnya, Primadi mengungkapkan bahwa bidang Pelayaran merupakan salah satu paket keahlian unggulan yang dikembangkan bersama SMBC.

“Lulusan SMK Pelayaran yang tersertifikasi bisa mendapatkan gaji 12–15 juta jika bekerja di kapal berbendera Indonesia.

Jika bekerja di kapal asing, mereka bisa mendapatkan gaji awal lebih dari 30 juta rupiah per bulan,” ujarnya.

Dengan dibukanya program studi pelayaran ini, selain dapat mendukung program pemerintah di bidang maritim, juga dapat meningkatkan peran Indonesia sebagai penghubung jalur perdagangan dunia.

BERITA TERKAIT

BEI Delisting Pencatatan Efek SIAP di Pasar

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menghapus pencatatan efek saham milik PT…

MK 100 Persen Siap Hadapi Gugatan Pilpres

MK 100 Persen Siap Hadapi Gugatan Pilpres NERACA  Jakarta - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman mengatakan, pihaknya telah siap…

Anak Usaha Lippo Group Siap Perkuat Lini Usaha Logistik

Anak Usaha Lippo Group Siap Perkuat Lini Usaha Logistik NERACA Jakarta - Lippo Group menggandeng Sumitomo Corporation untuk memperkuat bisnis…

BERITA LAINNYA DI TEKNOLOGI

HTSnet Sediakan layanan Internet Murah Untuk UKM

PT Hawk Teknologi Solusi (HTSnet)  menyediakan layanan internet Turbo Fiber yang ditujukan bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) agar dapat membantu…

Software Bajakan Disebut Sulit Dibrantas di Indonesia

Maraknya penggunaan software tidak berlisensi atau bajakan untuk kebutuhan bisnis maupun perorangan sudah semakin meresahkan. Berdasarkan data dari BSA I…

Jelang Pilpres, 771 Konten Hoax Warnai Dunia Maya

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo)mengidentifikasi 771 hoax pada periode Agustus 2018 hingga Februari 2019 di jagat maya, paling banyak berkaitan…