XL Kembangkan Strategi Dual Branding - Axis Hadirkan Layanan Iritologi

NERACA

Jakarta – Pasca sukses melakukan merger antara PT XL Axiata Tbk (EXCL) dengan Axis, XL kembali melakukan strategi dua branding untuk meningkatkan penjualan dan penetrasi pasar telekomunikasi di Indonesia. Hal ini bertolak belakang dari rencana awal XL yang bakal melikuidasi branding XL,”Menjawab kebutuhan pelanggan yang beragam, tentunya tidak bisa di cover dengan satu brand. Maka dari itu kita lakukan strategi dua branding dengan menghidupkan kembali Axis,”kata Wakil Presiden Direktur XL, Dian Siswarini di Jakarta, Senin (30/3).

Dia menuturkan, membangun brand merupakan investasi besar dan butuh waktu panjang. Maka dari itu, brand Axis kembali di manfaatkan dengan membidik segmen pasar yang berbeda dengan XL. Bila XL membidik segmen pasar kelas menengah atas dan layanan data, maka Axis sebaliknya membidik segmen kelas bawah sesuai dengan kebutuhannya.

Asal tahu saja, dahulu sebelum diakuisisi, XL dan Axis adalah dua operator seluler yang bersaing. Setelah keduanya resmi bergabung, ada resiko harus ditanggung bila kedua merek ini berjalan beriringan. Bisa jadi antara XL dan Axis bisa saling bunuh.

Direktur/Chief Revenue & Customer Management XL, Rashad Javier Sanchez menjelaskan, segmentasi dari produk Axis adalah mereka yang membutuhkan layanan layanan basic telekomunikasi yakni suara dan SMS, serta data dengan tarif irit,”Tidak semua pengguna layanan seluler akan langsung berpindah ke layanan data sesuai dengan tren yang sedang terjadi. Axis akan difokuskan untuk segmen ini,” kata Rashad.

Saat ini pengguna XL sudah mencapai 59,6 juta sampai dengan akhir tahun 2014. Dari total tersebut, 50% atau setengahnya sudah menggunakan data. Data memang menjadi primadona operator dari sisi pertumbuhan, apalagi pasar memang menyediakan angka demikian.

Mengutip laporan IDC dan GFK 2014, Mediko Azwar, Senior Vice President Brand Management XL mengatakan, mobile data di Indonesia tumbuh 80% dan 53% yang beredar di masyarakat adalah smartphone,”Saat di pasar terjadi tiga kategori 28 persen untuk basic phone, 40% feature phone dan 31 persen pengguna smartphone. Artinya satu dari tiga pelanggan seluler menggunakan smartphone," kata Mediko.

Dengan kehadiran Axis yang memang diperuntukkan bagi pengguna telekomunikasi dasar, XL tampaknya masih ingin merawat pemakai voice dan SMS yang notabene masih cukup tinggi. Merek Axis sendiri cukup mendapatkan tempat di beberapa daerah. Seperti disebut Vice President Axis Kirill Makovski bahwa daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta kawasan Sumatera menjadi basis pengguna Axis yang kuat,”Ke depan kita mau agar pengguna di Sulawesi bisa menggunakan Axis. Pokoknya fokus di luar Jakarta, yang memang sudah stabil pengguna XL-nya," katanya.

Risiko pun siap diambil, kalau misalnya XL dikanibalisasi oleh Axis. Bagi Mediko, hal tersebut tidak bisa dihindari. "Ya kanibalisasi pasti terjadi, namun itu membuat clear perbedaan. Kalau mau memanfaatkan internet ya jangan pake Axis," ungkapnya.

Memang dilihat dari program yang ditawarkan, Axis menghadirkan paket Ngobrol Irit dimana panggilan ke sesama Axis selama 20 menit pertama dan 20 SMS pertama tarifnya Rp 0 setiap hari mulai jam 00.00 s/d 17.00. Untuk layanan Internet dikenakan sebesar 10MB pertama tarifnya Rp. 0 setiap hari mulai jam 00.00 s/d 17.00 dengan masa aktif layanan kartu selama 360 hari. (bani)

Related posts