Saratoga Tambah Nilai Investasi US$ 100 Juta - Laba Bersih Melesat 226%

NERACA

Jakarta – Tahun ini, perusahaan investasi PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) akan meningkatkan portofolio investasinya di beberapa sektor strategis senilai US$ 50 juta sampai US$ 100 juta,” Walaupun kondisi makro ekonomi pada 2015 masih akan sangat dinamis, kami yakin bahwa peluang investasi di sektor-sektor strategis di Indonesia masih sangat terbuka. Dengan strategi yang tetap terukur dan prudent, Saratoga akan terus fokus pada investasi di sektor bisnis yang memiliki prospek positif dalam jangka panjang,”kata Direktur Keuangan Saratoga Investama Sedaya, Jerry Ngo dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (30/3).

Sementara sepanjang tahun 2014, perseroan berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 226% dari Rp 246 miliar pada tahun 2013 menjadi Rp803 miliar. Presiden Direktur PT Saratoga Investama Sedaya Tbk, Sandiaga S. Uno mengatakan, pertumbuhan bisnis itu terutama ditopang oleh fundamental bisnis di sektor infrastruktur dan sumber daya alam.

Dirinya menjelaskan, di tengah kondisi makro ekonomi yang menantang selama 2014, Saratoga berhasil mempertahankan momentum pertumbuhan dan terus memperkuat fundamental bisnis secara positif. Pencapaian kinerja bisnis yang sangat baik tersebut menjadi salah satu indikator bahwa strategi investasi yang dilakukan secara prudent dan terukur mampu menjawab kondisi pasar yang sangat dinamis,”Kami sangat bersyukur atas kinerja luar biasa yang berhasil dicapai perseroan pada 2014. Lintas Marga Sedaya, perusahaan Saratoga yang membangun jalan tol Cikampek-Paliman sepanjang 116 km, berhasil mencapai lebih dari 80% penyelesaian konstruksi. Tri Wahana Universal, perusahaan investee kami di bidang penyulingan minyak, berhasil meningkatkan produksi rata-rata harian dari 8,736 bopd menjadi 13,976 bopd. Selain itu, Provident Agro, perusahaan investee kami di bidang perkebunan kelapa sawit, berhasil mencatatkan laba Rp 168 miliar didorong oleh rata-rata umur perkebunan yang telah mencapai usia produktif, yakni 7 tahun,” ujar Sandiaga.

Dengan didukung fundamental bisnis perusahaan-perusahaan investasi yang kuat, Saratoga optimistis akan mampu melanjutkan dan mempertahankan momentum pertumbuhan ini meski tantangan ke depan sangat besar. Perseroan akan konsisten dalam membuka setiap peluang investasi untuk terus meningkatkan value perusahaan dan memberikan kontribusi lebih besar pada perekonomian Indonesia

Menurut Sandiaga, Saratoga akan terus memperkuat tiga pilar portofolio investasinya, terutama di sektor infrastruktur dan konsumer, karena kedua sektor tersebut memiliki potensi pertumbuhan yang masih sangat besar di Indonesia. Sektor infrastruktur, sebagai katalisator utama perekonomian Indonesia, semakin menjadi perhatian utama pemerintah. Langkah pemerintah menghapuskan subsidi BBM dan mengalihkannya untuk pembangunan infrastruktur merupakan sinyal positif.

Sebagai perusahaan investasi yang aktif, Saratoga mempertimbangkan lebih dari 100 peluang investasi pada tahun 2014, cukup stabil dibandingkan peluang yang masuk tahun sebelumnya. Dengan melakukan penyaringan dan due diligence yang ketat, akhirnya Saratoga menambah dua investasi di tahun 2014, yakni PT Gilang Agung Persada (GAP) dan PT Trimitra Karya Jaya (TKJ).

Untuk mengoptimalkan potensi pasar di sektor konsumer, pada 2014 Saratoga mengakuisisi 4,17% saham PT GAP. Perusahaan tersebut merupakan perusahaan bisnis fashion, lifestyle dan luxurious brand yang berada di Indonesia, dengan nilai investasi sebesar US$ 5 juta. Sesuai dengan pandangan jangka panjangnya terhadap komoditi logam bernilai tinggi, Saratoga juga mengakuisisi 80% saham PT Trimitra Karya Jaya yang memiliki kepemilikan 25.7% di proyek tambang emas dan tembaga per tanggal 31 Desember 2014. (bani)

Related posts