Meski Jadi Komoditas Andalan, Ikan Hias Perlu Pengembangan - Goldfish and Discus Competition 2015

NERACA

Bogor – Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebut, ikan hias merupakan salah satu komoditas andalan yang masih memerlukan upaya pengembangan yang lebih intensif di Indonesia, mengingat pasar internasional yang prospektif dan potensi sumber daya yang melimpah. Hal demikian terungkap dalam keterangan resmi P2HP, pekan lalu.

Pada Rapat Koordinasi Teknis Pengembangan Usaha Ikan Hias yang dilaksanakan pada tanggal 24 Maret 2015 bertempat di Ruang Rapat Utama Kemenko Bidang Kemaritiman yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo dan dihadiri oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Kementerian terkait.

Dalam rapat tersebut, disepakati bahwa semua pihak sepakat untuk meningkatkan kegiatan pembudidayaan, produksi dan pemanfaatan ikan hias Indonesia untuk konsumsi di dalam negeri maupun ekspor ke luar negeri. “Untuk mencapai sasaran tersebut, akan diprioritaskan pada jenis-jenis ikan hias hasil budidaya. Upaya-upaya untuk pemanfaatan ikan hias di dalam negeri diantaranya melalui penempatan akuarium ikan hias air tawar di sarana umum seperti bandara, pelabuhan, stasiun kereta api, terminal bis, lobby hotel dan di kantor pemerintahan, BUMN, sekolah, kampus perguruan tinggi, dan sarana pelayanan umum strategis lainnya,” sebut siaran tersebut.

Kemudian, untuk meningkatkan ekspor ikan hias air tawar khususnya arowana, segera diupayakan untuk mengeluarkan ikan arowana super red dan arowana jardini dari daftar Appendiks Cites, dibantu oleh perwakilan Indonesia di luar negeri (Jenewa), sehingga management authority dapat segera dilimpahkan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan. “Dalam rangka poros maritim, upaya-upaya penangkaran/budidaya, akuarium dan sarana hiburan perikanan akan ditingkatkan termasuk revitaliasi dan rehabilitasi aquarium ikan hias di tempat-tempat hiburan seperti Seaworld, Taman Aquarium Air tawar TMII, Kebun Binatang, Taman Safari, dll.”

World Ornamental fish Conference and Exhibition pada tahun 2017. Informasi awal mengenai event ini akan disebarluaskan di dalam dan luar negeri termasuk perwakilan Indonesia di luar negeri (KBRI, KJRI, ITPC) dan akan diusulkan oleh Kemenko Bidang Kemaritiman untuk dibahas pada rapat Kabinet Kerja. “Ikan hias asli Indonesia seperti Arowana akan dijadikan sarana diplomasi oleh Presiden RI, dalam rangka kunjungan Presiden RI ke Amerika, Menko Maritim akan menyerahkan ikan hias arowana dari Presiden RI Joko Widodo kepada Presiden AS Barrack Obama untuk Kebun Binatang di Washington DC,” tambah ketarangan resmi ini.

Raiser Ikan Hias Cibinong (RIH) merupakan pusat pengembangan dan pemasaran ikan hias khususnya bagi pasar ekspor yang diharapkan sebagai penghela kebangkitan industri ikan hias Indonesia. Tujuan pembangunan RIH Cibinong adalah pertama sebagai pusat pemasaran ikan hias sebagai penghela kebangkitan industri ikan hias Indonesia. Kedua, memfasilitasi pemasaran ekspor ikan hias Indonesia. Ketiga, menampilkan citra Indonesia sebagai produsen dan eksportir ikan hias. Keempat, memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan perdagangan ikan hias dunia. Untuk mencapai tujuan tersebut, RIH Cibinong memiliki fungsi sebagai, tempat stok berbagai jenis ikan hias/buffer stock, tempat pembesaran, tempat peningkatan mutu, etalase, sarana riset, pusat informasi, sarana edukasi dan rekreasi.

Dalam rangka promosi dan penguatan branding ikan hias Indonesia serta optimalisasi pemanfaatan Raiser Ikan Hias Cibinong, Direktorat Jenderal Pengolahan Pemasaran Hasil Perikanan bekerjasama dengan Klub Pembudidaya dan Pedagang Maskoki Jakarta (KP2MJ) dan Indonesia Discus Community (IDC) menyelenggarakan kegiatan Kontes Ikan Hias Maskoki dan Discus bertajuk “Raiser Ikan Hias Cibinong Goldfish and Discus Competition 2015” yang mengangkat tema “Solid dan Maju Bersama Komunitas Ikan Hias Indonesia”. Kegiatan ini akan diselenggarakan pada tanggal 27 s.d 29 Maret 2015 bertempat di Raiser Ikan Hias Cibinong dan memperebutkan Piala Utama Direktur Jenderal P2HP.

Menurut keterangan tersebut, tujuan yang diharapkan dari penyelenggaraan kontes ikan hias maskoki dan discus adalah mengangkat citra positif ikan hias maskoki dan discus di pasar domestik maupun internasional. Lalu, meningkatkan persatuan dan persahabatan antar pecinta ikan hias maskoki dan discus di tanah air. Kemudian, mengembangkan minat masyarakat untuk memelihara ikan hias maskoki dan discus. Selanjutnya, mendukung program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha ikan hias khususnya ikan hias maskoki dan discus. Terus, mengoptimalkan pemanfaatan Raiser Ikan Hias Cibinong sebagai pusat kegiatan ikan hias nasional. Dan, sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan Indonesia sebagai eksportir terbesar ikan hias di Dunia tahun 2020.

Related posts