Tren Penguatan IHSG Masih Terjaga

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham Senin awal pekan, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat tajam 41,802 poin (0,77%) ke level 5.438,656. Sementara Indeks LQ45 ditutup menanjak 8,955 poin (0,96%) ke level 946,462,”Investor berekspektasi positif menyambut pengumuman data ekonomi domestik oleh BPS pada awal bulan April 2015, sehingga IHSG bergerak menguat," kata Analis Asjaya Indosurya Securities, William Surya Wijaya di Jakarta, Senin (30/3).

Menurut dia, investor saham terutama domestik cukup aktif melakukan transaksi beli di tengah aksi lepas investor asing. Secara teknikal, dia menambahkan bahwa kekuatan naik IHSG BEI masih terjaga untuk selanjutnya menuju level psikologis batas atas terdekat 5.444 poin dalam jangka pendek ini.

Sementara Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo menambahkan, penutupan IHSG BEI di atas level psikologis 5.413 poin memunculkan tren naik bagi IHSG ke depannya,”Tren positif indeks BEI itu seiring dengan data kinerja emiten yang diperkirakan positif, serta data inflasi dan juga data neraca perdagangan Indonesia, diharapkan hasilnya juga positif,”tuturnya.

Berikutnya, indeks BEI Selasa di perkirakan masih akan terus melanjutkan penguatan. Tercatat dana asing masih mengalir ke luar lantai bursa akibat aksi jual pemodal asing. Transaksi investor asing hingga sore melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 177,713 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 205.874 kali dengan volume 6,142 miliar lembar saham senilai Rp 6,153 triliun. Sebanyak 206 saham naik, 88 turun, dan 92 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia menutup perdagangan awal pekan dengan kompak menguat. Pergerakan pasar saham regional ini yang memberi Bursa Efek Indonesia sentimen positif.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Delta Djakarta (DLTA) naik Rp 3.500 ke Rp 280.500, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 750 ke Rp 68.500, Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 600 ke Rp 10.500, dan Unilever (UNVR) naik Rp 550 ke Rp 39.650. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Maskapai Reasuransi (MREI) turun Rp 300 ke Rp 2.955, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 250 ke Rp 49.500, Golden Energy (GEMS) turun Rp 200 ke Rp 1.700, dan Bank Mega (MEGA) turun Rp 150 ke Rp 2.200.

Perdagangan sesi pertama, IHSG ditutup menguat 50,593 poin (0,94%) ke level 5.447,447. Sementara Indeks LQ45 melesat 13,084 poin (1,40%) ke level 950,591. Seluruh indeks sektoral berhasil menguat berkat aksi buru saham-saham unggulan. Saham-saham komoditas naik tinggi berkat kenaikan harganya di pasar internasional.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 106.896 kali dengan volume 3,139 miliar lembar saham senilai Rp 3,034 triliun. Sebanyak 179 saham naik, 78 turun, dan 84 saham stagnan. Bursa-bursa regional kompak menguat hingga siang. Wall Street yang positif akhir pekan lalu memberi dorongan beli.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Matahari (LPPF) naik Rp 700 ke Rp 19.300, Unilever (UNVR) naik Rp 700 ke Rp 39.800, Astra Agro (AALI) naik Rp 400 ke Rp 24.050, dan Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 275 ke Rp 12.225. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 1.250 ke Rp 66.500, Blue Bird (BIRD) turun Rp 225 ke Rp 9.700, Bank Mega (MEGA) turun Rp 200 ke Rp 2.150, dan Tifico (TFCO) turun Rp 150 ke Rp 550.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka naik sebesar 18,42 poin atau 0,34% menjadi 5.415,28, sedangkan kelompok 45 saham unggulan (indeks LQ45) naik 4,68 poin (0,50%) ke level 942,18. Disebutkan, IHSG melanjutkan penguatan seiring dengan ekspektasi positif terhadap data makro ekonomi Indonesia yang sedianya akan dirilis pada awal bulan April nanti.

Inflasi pada bulan Maret 2015 diperkirakan masih akan stabil, sementara neraca perdagangan Indonesia juga diekspektasikan mencatatkan surplus meski belum signifikan. Di sisi lain, laporan keuangan emiten tahun buku 2014 juga cenderung mencatatkan pertumbuhan. Alhasil, ekspektasi positif itu yang mendorong IHSG BEI kembali berada di area positif.

Oleh karena itu, secara teknikal indeks BEI berpeluang menuju level 5.444 poin. Sementara itu, Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah menambahkan, pernyataan ketua The Fed Janet Yellen berkenaan dengan kebijakan yang akan dilakukan terhadap kenaikan suka bunga akan membayangi pergerakan indeks bursa global, termasuk IHSG BEI.

Dirinya mengatakan, The Fed cukup serius untuk menaikan suku bunganya, waktu dan laju kenaikan suku bunga tersebut akan tergantung data, jika data ekonomi yang dirilis gagal memenuhi ekspektasi The Fed maka kebijakan akan kembali disesuaikan,”Kenaikan suku bunga di bulan Juni masih dalam perhitungan bank sentral AS, namun masih ada sikap 'dovish' dari the Fed sehingga memberikan indikasi suku bunga akan naik di bulan September atau setelahnya," katanya.

Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 293,02 poin (1,20%) ke 24.779,22, indeks Bursa Nikkei naik 87,58 poin (0,45%) ke 19.373,21, dan Straits Times menguat 4,72 poin (0,14%) ke posisi 3.455,09. (bani)

Related posts