PTBA Bagikan Dividen Senilai Rp 705,7 Miliar

NERACA

Jakarta – Berkah mencatatkan pertumbuhan laba bersih sepanjang tahun 2014 lalu, PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) bakal membagikan dividen tunai sebesar Rp 705,7 miliar atau Rp 324,60 per saham. Keputusan pembagian dividen tersebut telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST).

Direktur Utama PTBA Milawarma mengatakan, dividen tersebut sebesar 35% dari total laba bersih perseroan sepanjang tahun lalu yang sebesar Rp2,02 triliun,”Kita bagikan dividen 35% dari laba bersih tahun lalu. Jadi sekitar Rp324,60 per saham," ujarnya di Jakarta, Senin (30/3).

Dia menjelaskan, sisa laba bersih akan digunakan perseroan sebagai laba ditahan, untuk memperkuat struktur permodalan perseroan tahun ini. "Sisanya tentu akan kita gunakan untuk permodalah kita tahun ini," jelas Milawarma.

Sekadar informasi, pada 2014 laba bersih perseroan sebesar Rp2,02 triliun atau tumbuh 10% dibanding periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,83 triliun. Pendapatan perseroan sebesar Rp13,08 triliun atau 17% lebih tinggi dibanding 2013. Sementara, laba bersih dan pendapatan tersebut merupakan hasil penjualan batu bara sebesar 17,96 juta ton, yang terdiri dari pasokan untuk pasar domestik sebesar 9,59 juta ton atau 52% dari total penjualan. Sedangkan ekspor tercatat sebesar 8,66 juta ton atau 48% dari total penjualan.

Disebutkan, masing-masing produksi unit pertambangan Tanjung Enim sebesar 15,5 juta ton, produksi anak perusahaan, PT International Prima Coal sebesar 0,85 juta ton dan pembelian batubara pihak ketiga oleh anak perusahaan PT Bukit Asam Prima sebesar 1,80 juta ton.

Tahun ini, PT Bukit Asam (Persero) Tbk mengincar pertumbuhan volume penjualan sebesar 24 juta ton atau tumbuh 33% dari penjualan tahun sebelumnya. Disebutkan, peningkatan tersebut didukung oleh transportasi batu bara dari lokasi tambang di Tanjung Enim menuju Pelabuhan Tarahan dan Dermaga Kertapati.

Kata Milawarma, selain itu didukung oleh peningkatan infrastruktur kereta api double track sehingga dapat menambah kesanggupan mengangkut batu bara sebesar 18,97 juta ton, dibanding tahun sebelumnya 14,85 juta ton.

Menurutnya, dengan volume produksi dan pembelian batu bara dari pihak ketiga yang direncanakan sebesar 23,70 juta ton atau naik 30% tahun ini dibanding volume produksi dan pembelian tahun lalu”Dengan rincian 15,88 juta ton dari unit pertambangan Tanjung Enim, 0,9 juta ton dari PT International Prima Coal dan pembelian batu bara oleh PT Bukit Asam Prima sebesar 2,43 juta ton," tuturnya.

Belum lama ini, PT Bukit Asam (Persero) Tbk melalui anak usahanya PT Huadian Bukit Asam Power mendapatkan pinjaman US$ 1,20 miliar atau sekitar Rp 15,6 triliun dari The Export-Import Bank of China (CEXIM). Dana pinjaman itu untuk pembangunan PLTU Banko Tengah 2x620 MW (Sumsel 8) di mulut tambang Tanjung Enim, Sumatera Selatan.

Disebutkan, pinjaman yang diberikan CEXIM kepada PT Huadian Bukit Asam Power (PT HBAP) merupakan 75% dari total nilai proyek sebesar US$ 1,59 miliar atau sekitar Rp 20,8 triliun. Sementara itu, 25% atau sekitar US$ 400 juta merupakan ekuitas dari PT HBAP. (bani)

Related posts