The Ayoma Apartemen Prioritaskan Kearifan Lokal - Tidak Hanya Sekedar Bisnis Semata

NERACA

Jakarta – Besarnya kebutuhan masyarakat akan tempat tinggal memberikan imbas terhadap cepatnya pertumbuhan pasar properti dalam negeri. Kondisi ini menjadi angin segar para pelaku industri properti yang kebanjiran permintaan pasar, sehingga agresif dalam pengembangan bisnisnya, khususnya pembangunan properti di kawasan pinggir kota Jakarta, seperti Serpong Tangerang Selatan. Sesuai dengan hukum pasar, besarnya permintaan pasar properti mengerek naiknya harga tanah di kawasan Serpong. Oleh karena itu, semakin tinggi permintaan, kian tinggi harga jualnya.

Melihat potensi pasar properti di Serpong yang terus berkembang pesat, PT Pembangunan Perumahan (PP) Properti sebagai anak usaha dari PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) menghadirkan The Ayoma Apartement. Proyek apartemen dengan nilai investasi Rp 500 miliar tersebut, merupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat akan hunian tempat tinggal yang nyaman, aman dan ramah lingkungan. Hal ini sangat beralasan, karena pembangunan apartemen diatas lahan konservasi seluas satu hektar akan tetap menyediakan ruang terbuka hijau sebesar 40%. Tentunya kondisi ini bertolak belakang dengan pesatnya pasar properti di Serpong, biasanya berimbas berkurangnya jumlah ruang terbuka hijau.

Kata Nurjaman, Project Manager The Ayoma PT. PP Properti, pembangunan The Ayoma Apartemen tidak hanya sekedar bisnis menjual ruang, tetapi di luar itu menciptakan hunian yang ramah lingkungan dan menjaga kearifan lokal,”Kami berusaha agar setiap bangunan yang diciptakan dapat menjadi tempat yang nyaman, menyelaraskan kehidupan dengan alam di sekitarnya dan membuat penghuninya menjadi sehat lahir dan batin,”ungkapnya.

Oleh karena itu, konsep pengembangan lahan yang dilakukan PT PP Properti melalui proyek The Ayoma Apartment Serpong, memang lain dari biasanya yang dilakukan banyak pengembang. Konsep yang dikembangkan merupakan konsep avant garde yang menawarkan nilai-nilai kearifan lokal untuk lebih memperkaya jiwa para penghuninya. Melalui konsep tersebut, dirinya ingin membuktikan, mengembangkan apartemen itu tidak selamanya identik dengan meratakan lahan yang suda ada, apalagi menggusur.

Bahwa mengembangkan apartemen itu bisa juga dengan menghargai kearifan lokal terutama kepada keluarga ibu Lies sebagai pemilik lahan yang diajak kerja sama yang telah merintis rindangnya area ini semua,”Karenanya, kami berkomitmen untuk tetap mempertahankan keteduhan taman di area kuliner Pecel Madiun seluas 4.000 m2 dari luasan area 1 hektar yang akan dikembangkan. Sedangkan sisanya kami hanya kembangkan dua tower apartemen berikut fasilitasnya,” ungkap Nurjaman.

Selaras Dengan Alam

Dirinya menyadari, keberadaan ruang terbuka hijau (RTH) sangat di perlukan di perkotaan agar tercipta lingkungan yang nyaman, sehat dan keberlangsungan kehidupan manusia. Bagi pengamat properti hijau, Nirwono Joga, konsep pembangunan ramah lingkungan (green property) yang saat ini menjadi tren dan lifestyle, tidak hanya sekedar menanam hijau-hijauan, tetapi juga mengusung konsep hemat energi,”Penghematan energi dicapai melalui pemanfaatan cahaya matahari secara optimal, melalui pendekatan yang integral dalam desain arsitektur, sistem alami dan teknologi modern,”ujarnya.

Menurutnya, pembangunan properti dengan konsep green property sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan dan terwujudnya kehidupan masyarakat yang sehat dan berkualitas. Selain itu, dampak positifnya adalah efisiensi energi dengan memanfaatkan alam terbuka.

Diakuinya, sebagian besar pengembangan pemukiman di Jabodetabek jauh dari nilai-nilai kearifan lokal. Hutan-hutan lama dibabat diganti rumah dan taman ala kadarnya. Ekosistem dan habitat alaminya dirusak. Desain arsitektur bangunannya pun tidak menggambarkan arsitektur nusantara yang tropis. Padahal, pengembang memiliki kewajiban untuk tetap menjaga, melestarikan dan mengembangkan kearifan lokal setempat dimana pun lokasi hunian akan dibangun,”Pengembang dapat menerapkan nilai-nilai kearifan lokal ke dalam pembangunan huniannya, mulai dari mempertahankan keadaan lingkungan hidup setempat, ekosistem dan habitat alami, serta arsitektur bangunan yang hijau,”tandasnya.

Ditambahkan, The Ayoma Apartment Serpong dapat menjadi contoh bagi pengembang lain dalam membangun hunian vertikal yang menghargai alam, menjaga keselarasan lingkungan hidup dan mempertahankan kearifan lokal.“Pemerintah harusnya mendukung model pembangunan seperti ini dengan memberikan kemudahan perijinan, keringanan PBB, potongan pembayaran listrik dan air bersih, hingga infrastruktur jalan dan jaringan transportasi publik yang terintegrasi bagi penghuni,” tutur Joga.

Atas dedikasinya tersebut, The Ayoma mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) karena dinilai mempertahankan lingkungan sealami mungkin dan menyediakan RTH lebih dari 30% sesuai amanat UU 26/2007 tentang Penataan Ruang pasal 29 dan 30. PP Properti yang mengusung tagline Beyond Space’,tidak sekedar hanya menciptakan konsep arsitektur dan desain ruang bagi sebuah hunian tetapi lebih dari itu,”Kami berusaha agar setiap bangunan yang diciptakan dapat menjadi tempat yang nyaman, menyelaraskan kehidupan dengan alam di sekitarnya, dan membuat penghuninya menjadi sehat lahir dan batin,” kata Direktur Operasional PT. PP Properti, Galih Saksono. (bani)

Related posts