Lippo Grup Divestasi Saham Link Net - Geluti Bisnis Properti

NERACA

Jakarta- Ditengah agresifnya ekspansi bisnis internet Link Net dan pertumbuhan laba yang signifikan, rupanya Grup Lippo lebih ingin menggeluti bisnis properti. Tak ayal, saham PT Link Net Tbk (LINK) yang merupakan anak usaha Grup Lippo bakal di lepas dalam waktu dekat. Saat ini, Grup Lippo tengah membidik beberapa pembeli potensial untuk menyerap saham emiten yang bergerak di bisnis internet provider itu.

Berdasarkan sorang sumber Bloomberg yang mengetahui transaksi ini mengatakan, saham LINK yang akan dijual dibanderol sekitar US$ 500 juta. Salah satu pembeli potensial yang dibidik Lippo adalah MNC Grup yang memiliki bisnis media terbesar di Indonesia.

James Riady, Chief Executive Officer (CEO) Lippo berniat menjual LINK setelah sahamnya tumbuh hampir empat kali lipat usai melantai di bursa pada awal tahun lalu. Pasalnya, Lippo ingin lebih banyak mengembangkan bisnis utamanya seperti properti. Namun, belum jelas mekanisme penjualan saham ini.

Merespon hal tersebut, Grup MNC sendiri tidak menampik kalau tertarik dengan saham LINK. "Ya kami memang mempertimbangkan hal itu. Namun, jangan tanya saya soal harganya. Kami masih mengkaji,”kata Teddy Pun, Investor Relation PT Global Mediacom Tbk (BMTR) di Jakarta, kemarin.

Sebagai informasi, BMTR merupakan unit usaha MNC Grup yang membawahi bisnis media. BMTR mengelola bisnis televisi free to air dan pay TV. Perseroan juga tengah mengembangkan bisnis broadband. Di sisi lain, CVC Capital Partners Ltd, yang memiliki 33,5% saham LINK kemungkinan juga akan menjual sahamnya jika pembeli berani menawarkan harga yang cukup kompetitif. Dua sumber lainnya juga mengatakan, diskusi awal mengenai penjualan ini sudah dimulai sejak beberapa waktu lalu.

Saat ini, saham LINK dikendalikan oleh entitas anak Lippo Grup, PT First Media Tbk (KBLV) yang menggenggam 33,8% saham LINK. Pada November 2014 lalu, KBLV dan CVC melakukan divestasi atas 11% saham LINK dan meraup dana segar Rp 4,2 triliun. KBLV yang saat itu memiliki 41% saham LINK melepas 226,67 juta saham atau 7,45% saham di harga Rp 6.000 per saham. KBLV melepas saham tersebut kepada tiga bank, yakni Credit Suisse (Singapore) Limited, Goldman Sachs International, dan CIMB Bank Berhad Cabang Labuan Offshore. Ketiganya akan menjual kembali saham itu kepada investor institusi intenasional.

Tercatat sepanjang tahun 2014, Link Net membukukan laba bersih tumbuh 54% menjadi Rp557,1 miliar, dari posisi sebesar Rp362,17 miliar di 2013. Investor Relation Link Net, Liryawati pernah bilang, pertumbuhan laba perseroan juga mengerek laba per saham perseroan menjadi Rp183 per saham di tahun lalu, dari posisi sebesar Rp119 per saham.

Sementara pendapatan perseroan mengalami pertumbuhan 28,3% menjadi Rp2,13 triliun di akhir 2014, dari posisi sebesar Rp1,66 triliun di tahun 2013,”Kenaikan pendapatan seiring dengan komitmen memperluas jaringan dan memenuhi permintaan jasa internet dan televisi berbayar," ungkap dia.

Selama 2014, jumlah pelanggan internet menjadi 392.134 dan televisi berbayar sebesar 362.643 atau meningkat 17,8% dan 19,2%, dari posisi di tahun sebelumnya. (kon/bani)

Related posts