Emiten Rumah Sakit Saling Kejar Pertumbuhan Laba - Bisnis Healt Care Masih Menjanjikan

NERACA

Jakarta – Menyadari masih besarnya kebutuhan masyarakat akan layanan jasa kesehatan yang belum optimal, memacu bisnis healt care kedepan akan terus tumbuh positif. Hal inilah yang dialami PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME), emiten pengelola rumah sakit Omni Internasional yang menunjukkan performance kinerja keuangan cukup positif.

Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp414,41 miliar di akhir 2014, atau naik 23,16% dari posisi sebesar Rp336,51 miliar di 2013. Disebutkan,

pendapatan yang naik tersebut didorong oleh laba bersih perseroan yang meningkat. Laba bersih perseroan tercatat menjadi Rp58,06 miliar di akhir 2014, atau naik 24,48% dari posisi Rp46,65 miliar di 2013.

Sementara laba per saham perseroan menjadi Rp49,21 per saham di tahun lalu, atau naik dari posisi sebesar Rp39,70 per saham di 2013. Serta laba bruto perseroan menjadi Rp203,85 miliar di tahun lalu, atau naik dari posisi sebesar Rp164,29 miliar di 2013. Laba sebelum pajak perseroan menjadi Rp65,53 miliar di 2014, atau naik dari posisi sebesar Rp50,91 miliar di 2013.

Adapun beban pokok pendapatan perseroan sepanjang 2014 menjadi Rp210,57 miliar, atau naik dari posisi sebesar Rp172,22 miliar di 2013. Beban penjualan perseroan menjadi Rp8,37 miliar di 2014, atau naik dari posisi Rp5,19 miliar di 2013. Posisi liabilitas perseroan menjadi Rp275,58 miliar di akhir 2014, atau naik dari posisi liabilitas sebesar Rp244,64 miliar di tahun 2013.

Sedangkan ekuitas perseroan menjadi Rp191,07 miliar di akhir 2014, atau naik tipis dari posisi Rp133,01 miliar di 2013. Total aset sepanjang 2014 menjadi Rp466,66 miliar, atau naik dari posisi aset sebesar Rp377,65 miliar di 2013. Perolehan pertumbuhan laba bersih juga dialami kompetitornya, PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO).

Anak usaha Grup Lippo ini membukukan laba bersih sebesar Rp62,56 miliar di akhir 2014, atau naik 25,44% dari posisi laba sebesar Rp49,87 miliar di 2013. Sementara itu, laba bruto perseroan menjadi Rp952,06 miliar di akhir 2014, atau naik dari posisi sebesar Rp658,69 miliar di 2013. Selanjutnya, laba usaha perseroan naik menjadi Rp133,85 miliar di 2014, atau naik dari posisi sebesar Rp78,68 miliar di 2013.

Laba sebelum pajak perseroan naik menjadi Rp93,50 miliar di 2014, atau naik dari posisi sebesar Rp71,76 miliar di 2013. Pendapatan perseroan meningkat jadi Rp3,34 triliun di 2014, atau naik dari posisi pendapatan sebesar Rp2,50 triliun di 2013. Beban pokok perseroan meningkat jadi Rp2,38 triliun di 2014, dari posisi beban pokok sebesar Rp1,84 triliun di 2013.

Posisi liabilitas perseroan menjadi Rp1,19 trliun di akhir 2014, atau naik dari posisi liabilitas sebesar Rp961,78 miliar di tahun 2013. Sedangkan ekuitas perseroan menjadi Rp1,65 triliun di akhir 2014, atau naik tipis dari posisi Rp1,63 triliun di 2013. Adapun total aset perseroan selama 2014 menjadi Rp2,84 triliun di tahun lalu, atau naik 9,23% dari posisi sebesar Rp2,60 triliun di 2013. (bani)

Related posts