Darma Henwa Akuisisi CPM Rp 387,5 Miliar - Dongkrak Harga Saham

NERACA

Jakarta – Setelah berhasil meraup untung pada kinerja keuangan tahun 2014 lalu, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) makin percaya diri mengembangkan ekspansi bisnisnya. Tahun lalu, perseroan berhasil mengakuisisi perusahaan yang bergerak bidang jasa, pembangunan, perbekalan, perdagangan, pengangkutan darat, PT Cipta Multi Prima (CPM) pada Desember 2014 senilai US$ 31 juta atau sekitar Rp387,5 miliar (kurs Rp12.500/US$).

Presiden Direktur Darma Henwa, Wachjudi Martono menyampaikan, pihaknya telah menandatangani perjanjian jual beli bersyarat atau conditional sales purchase agreement (CSPA) sebanyak 99%,”Sudah terjadi sebelum 31 Maret tahun ini dan belum dibukukan. Nanti, dibukukannya tahun depan. Nilai investasi US$ 31 juta untuk 5 tahun," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dia menjelaskan akuisisi CPM adalah bagian dari rencana perusahaan untuk ekspansi ke bisnis operator pelabuhan. Sebab, CPM merupakan pemegang saham di PT Dire Prima, pengelola jasa pelebuhan di Lubuk Tutung KPC, Kalimantan Timur. Menurutnya, akuisisi tersebut akan selesai pada semester pertama tahun ini. "Akuisisi PT CMP untuk proyek pelabuhan tidak terlepas dari turut andil perseroan sendiri sebagai kontraktor," pungkas dia.

Kata Wachjudi, meski saham perusahaan lama berada di harga Rp50 per lembar, namun para investor diimbau untuk membeli saham lebih banyak lagi,”Saya beri catatan agar beli lebih banyak lagi sahamnya. Selagi harganya murah,”tandasnya.

Wachjudi menyampaikan bahwa pihaknya tidak dapat ikut campur mengenai perdagangan saham. Dia mengakui sudah mencoba memperbaiki fundamental keuangan perusahaan menjadi lebih baik,”Secara korporasi kami tidak bisa ikut campur dalam perdagangan saham. Tapi Kami sudah mencoba perbaiki nilai fundamental keuangan. Saya yakin dengan tim saya yang ada, fundamental itu akan menjadi lebih baik," jelas dia.

Selain itu, perusahaan akan lebih meningkatkan dari sisi keterbukaan informasi seluruh kinerja dan kegiatan serta aktivitas perusahaan kepada stakeholder,”Kita lebih banyak meningkatkan keterbukaan informasi. Kalau dilihat aktivitas di keterbukaan informasi tiap tahunnya dari 2012 sampai sekarang terjadi signifikan. Dari cara kita menyampaikan kinerja, kejadian, action kepada pihak berwenang dan stakeholder,”ujarnya.

Tahun ini,perseroan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 38 juta (Rp495 miliar). Penggunaan dana tersebut untuk pembelian tiga item yang dibutuhkan perseroan. Direktur DEWA, Sridhar TG menjelaskan, ketiga item tersebut meliputi komponen, peralatan dengan nilai yang tinggi, dan ban kendaraan yang nilainya juga lebih tinggi dari yang sudah ada,”Kita punya budget US$ 38 juta sampai sekarang. Untuk alatnya hampir US$ 9 juta termasuk major component hampir US$ 12 juta, ada komponen dari beberapa vendor US$ 15 juta dan ban US$2 juta,”ungkapnya.

Sridhar menyampaikan perolehan dana capex berasal dari financing, internal (kas), leasing company, dan bank loan. Dengan rincian financing US$ 12 juta sampai US$ 13 juta, bantuan leasing company US$ 9 juta, sisanya internal dan bank loan. "Bank loan kita dapat pinjaman dari Bank Muamalat US$ 8 juta dan Bank Victoria US$ 2 juta,”jelasnya. (bani)

Related posts