SRO Pasar Modal Panen Pertumbuhan Laba - KPEI Raup Laba Rp 96,78 Miliar

NERACA

Jakarta - PT Kliring Penjamin Efek Indonesia (KPEI) pada periode Desember 2014 berhasil meningkatkan perolehan laba bersih. Perseroan menjadi sebesar Rp96,78 miliar atau naik 46,37% dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya yang Rp 66,12 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Dijelaskan, perolehan pendapatan KPEI memperlihatkan kenaikan 22,47% menjadi Rp 368,68 miliar dari pendapatan tahun sebelumnya yang Rp 301,02 miliar. Kemudian, beban usaha naik menjadi Rp 244,06 miliar dari beban usaha tahun sebelumnya yang Rp 205,55 miliar. Laba usaha perseroan juga naik jadi Rp 124,62 miliar dari laba usaha tahun sebelumnya yang Rp 95,47 miliar.

Bagian rugi bersih entitas asosiasi naik jadi Rp 2,58 miliar dari Rp 1,91 miliar tahun sebelumnya, dan laba sebelum pajak naik menjadi Rp 122,03 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya Rp 93,55 miliar. Lalu, total aset pada Desember 2014 menjadi Rp 3,16 triliun, naik dari total aset di Desember 2013 yang sebesar Rp 2,56 triliun.

Sementara hal yang sama juga dialami lembaga Self Regulatory Organisations (SRO) pasar modal lainnya, seperti PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang mencatat pertumbuhan laba bersih sepanjang tahun 2014 sebesar 45,88% dari Rp 145,90 miliar menjadi Rp 212,85 miliar. Perseroan menjelaskan, pertumbuhan laba bersih dipicu meningkatnya pendapatan KSEI.

Dalam laporan keuangannya, disebutkan, KSEI membukukan kenaikan pendapatan sekitar 25,95% menjadi Rp461,75 miliar pada tahun buku 2014 dibandingkan pencapaian tahun 2013 sebesar Rp366,61 miliar. Meningkatnya pendapatan KSEI disebutkan, salah satunya didukung dari pendapatan investasi pada 2014 sebesar Rp148,50 miliar, meningkat sekitar 106,55% dibanding tahun 2013 yang sebesar Rp71,81 miliar.

Sementara itu, tercatat aset KSEI juga membukukan kenaikan menjadi Rp1,25 triliun, atau meningkat sekitar 20,92 persen dibandingkan tahun 2013 lalu sebesar Rp1,03 triliun. Kemudian PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2014 mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 114,65% menjadi Rp 395,66 miliar jika dibandingkan dengan laba bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp 184,32 miliar.

Dalam laporan keuangannya, BEI juga membukukan pendapatan sebesar Rp 1,21 triliun atau naik 26,30% dari pendapatan di tahun 2013 yang mencapai Rp 958,54 miliar. Sedangkan jumlah beban usaha naik jadi Rp 812,31 miliar dari beban usaha tahun sebelumnya Rp 744,61 miliar. Dengan laba sebelum pajak Rp 468,62 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp 256,97 miliar. Kamudian, total aset BEI hingga periode Desember 2014 mencapai Rp 5,36 triliun naik dari total aset pada Desember 2013 yang Rp 4,47 triliun. (bani)

Related posts